
Masih diperusahan, Oliv bersih tengang dengan Alin karena Oliv berpikir kalau Alin yang berani merebut Devan darinya, sehingga Oliv makin emosi mendengar jawaban Devan yang berani membelah Alin.
"Aku tidak percaya Dev kamu kalau kamu yang datang menjemput perempuan ini, percaya Dev sama aku dia hanya mengincar harta kamu, sebenarnya kamu tidak mencintainyakan tapi kamu terpaksa tunangan dengannya aku tahu Devan"
"Jaga ucapan kamu Oliv aku tidak suka perempuan bar bar seperti kamu, bukankah aku sudah pernah bilang sama kamu kalau aku sudah punya tunangan yang sebentar lagi kami akan menikah, jadi tolong jangan jadi perusak dalam hubungan kami. Mendingan kamu pulang aja deh Liv ke kota A"
"Tidak Dev, aku tidak akan pulang kalau aku pulang kamu juga harus ikut pulang, jangan kamu tinggal disini"
Karena Alin sudah muak dengan tingkah Oliv jadi Alin tidak tinggal diam.
"Memang kamu siapa ha, saudara bukan, keluarga bukan tapi ngatur-ngatur calon suamiku, kamu tidak malu kah disini kantor loh banyak orang disini, banyak karyawan yang melihat anda yang datang-datang ngaku-ngaku sebagai calon istri dari calon suami aku hahaha, eh...tunggu dulu tidak aku tidal salah dengar kamu bilang apa, incar harta calon suamiku halle nona Oliv. Saya juga sudah memiliki banyam harta yang diberikan bundaqu untuk apalagi aku haris susa paya merebut harta orang atau jangan-jangan kamu sendiri yang mengincar harta mad Devan "
"He...diam kamu, kamu dilarang bicara disini, si...siapa yang mau ngincar harta kak Devan gak ada tuh. Tapi memang aku mencintainya"
"Satpam...tolong usir perempuan gila ini dari perusahaan calon suamiku, seret dia dari sini aku tidak ingin melihatnya lagi disekitaran sini menganggu keromantisan kami berdua."
"Jangan aku tidak mau keluar . Awas ya kalau kalian berani menarik aku, Devan tolong aku jangan usir aku, aku masih mau disini"
Devan dan Alin bergegas pergi masuk kedalam lift tidak peduli dengan teriakan Oliv. Sedangkan Oliv diseret oleh satpam dan di keluarkan dari perusahaan sambil teriak-teriak.
"Perempuan sialan....awas kamu ya, akan aku buat perhitungan sama kamu " teriak Oliv
__ADS_1
Karena kebetulan jam istirahat jadi banyak karyawan yang pergi keluar mencari makan. Kebetulan mereka berpapasan dengan Oliv di loby akhirnya Oliv dapat bullyan dari karyawan.
"Isss cantik-cantik pelakor sudah tahu bos Devan udah punya calon yang cantik masih aja datang menyodorkan diri kasian"
" Iya loh tahu gak waktu dia datang ngaku-ngaku ia calonnya bos hahaha halunya kebangetan, untung aku bukan bu Alin kalau tidak aku sudah siram wanita ular ini dengan air panas biar sekalian terkelupas kulitnya."
"Hati-hati loh banyak perempuam sekarang berkedok teman padahal seorang pelakor perusak hubungan orang, kasian juga ya padahal cantik tapi calon pelakor. Kalian tahu tidak perempuan ini pernah sekali loh kesini tapi di usir juga sama bos Devan namun belum juga kapok."
Banyak sekali gunjingan yang Oliv dengar dari karyawan yang baru saja berpapasan dengannya membuat Oliv panas kupingnya.
"He...kurang ajar kalian semua ya, berani sekali kalian bicarakan aku, mau cari mati kalian awas ya akan aku balas perbuatan kalian"
Oliv masuk kedalam mobil dan dengan emosi ia mengemudikan mobil dengan sangat kencang dan hampir sedikit ia menabrak kendaraan yang lalu lalang di jalan raya. Akhirnya Oliv menepihkan mobilnya dipinggir jalan dan menarik napasnya dengan kasar.
Aku tidak boleh gegaba dalam mengambil keputusan, jika aku kembali ke kota A itu artinya aku sudah kalah dong ah....tidak aku tidak boleh pulang sebelum aku mendapatkan Devan aku sudah jauh-jauh dari sana sampai di sini masa aku pulang kosong begitu saja."
Oliv ingin menghubungi orang yang sudah di bayar untuk melenyapkan Alin, namun sayang nomornya justru tidak aktif membuat Oliv makin frustasi.
"Sial kenapa setelah selesai dikasih uangnya justru nomornya tidak aktif sih, bikin emosi aja aku tidak bisa begini terus aku harus cari cara".
Oliv melajukan mobilnya menuju ke restoram terdekat dan langsung pesan minum untuk mendinginkan pikirannya, karena sejak dari tadi dia sudah panas, panas melihat Devan bermesraan dengan calonnya dan dapat penolakan dari Devan. Panas juga karena omongan dari karyawan yang mengatakan kalau Oliv itu seorang pelakor.
__ADS_1
"Berani-beraninya mereka ngatain aku seperti itu awas kalian semua ya akan aku bikin perhitungan sama kalian kalau nanti aku sudah jadi istri Devan."
Sedangkan Devan dan Alin yang sudah sampai diruangan mereka langsung pesan makanan dan mereka makan, awalnya Devan sudah ketakutan karena Devan kira Alin akan marah besar, padahal tidak Alin mala santai saja, namun Alin pesan untuk Devan berhati-hati saja dengan Oliv.
Alin dan Devan juga sudah merencanakan pernikahan mereka, sekarang semua persiapan sudah delapan puluh parsen jadi tinggal sedikit lagi dari semua persiapan disediakan oleh Bu Neska dan bu Asta. Jadi Alin dan Devan tidak perlu ribet-ribet untuk mengurus semuanya karena setelah Alin dan Devan menikah nanti Yora dan Leo juga nyusul.
"Sayang tadi mama telpon katanya persiapan sudah delapan puluh parsen, jadi kita dua minggu lagi akan melangsungkan pernikahan, aku tidak menunggu lama lagi sayang"
"Iya mas, tapi gaun pengantinnya dan jasnya gimana apakah sudah siap semua".
"Kata bunda dan mama kita tunggu aja nanti tinggal pergi coba gaunnya. Karena jujur aku kuwatir sayang sih Oliv itu nekatan jadi aku tidak mau terjadi apa-apa sama kamu. Aku sangat mengenalnya jika keinginannya tidak tercapai dia akan nekat melakukan apapun demi ambisinya."
"Ya semua tergantung mas aja, kalau mas bisa tahan iman dengan godaan wanita lain berarti mas bisa menjaga cinta kita, mau dia perempuam yang nekat, atau perempuan yang gimana, aku tidak peduli mas asal dia tidak mencelakai salah satu diantara kita aja, takutnya sama hidupnya seperti Saras dan tante Ratna"
Devan memang sangat mencintai Alin sehingga ia kuawatir dengan keselamatan Alin sekarang, sehingga Devan pengen cepat menikah dengan Alin supaya Devan, Dimas dan Leo bisa menjaga Alin.
Devan juga lagi memikirkan gimana jika nanti mereka sudah menikah, apakah Alin masih menjadi pemimpin perusahannya atau alihkan aja agar yang mengelolanya diberikan kepercayaan kepada Leo namun ini masi dalam tahap pertimbangkan.
Setelah Alin dan Devan selesai makan mereka lanjutkan membahas tentang rencana mereka kedepannya apa yang harus mereka lakukan.
"Sayang kalau kita sudah menikah kamu mau tinggal dimana, kita kembali ke kota A atau kita tetap disini dan kita lanjutkan pekerjaan kita yang ada disini aja. Kalau memang kita tetap disini biar mas beli rumah saja kita tidak usa tinggal di apertemen, biar Yora dengan Leo yang akan tinggal disana"
__ADS_1
"Kalau soal itu sakarang ini Alin belum memikirkan sampai disitu mas, sekarang yang ada dalam pikiran Alin adalah kita fokus saja dulu dengan persiapan pernikahan kita, biarpun bunda dan mama bilang kalau mereka berdua siapkan semua tidak mungkin kita berdiam diri begitu ajakan mas kasian tahu mama dan bunda."