
Alin dan Devan di suruh oleh bu Neska dan bu Asta untuk segera kembali ke hotel, karena memang acara sudah selesai dan tamu undangannya juga sudah pada pulang.
"Nak bawahlah istrimu ke kamar biar kedua pelayan membantu kamu untuk membersihkan badan kamu nak, kalian harus istirahat karena nanti kalian berangkat bulan madu. Kalau kalian tidak capek mungkin mau beraktifitas untuk memberikan bunda dan mama kalian berdua cucu hahaha" ujar bu Neska, membuat Alin tersipu malu mendengar perkataan bundanya.
"Baik mama, bunda kalau begitu Devan dan Alin masuk dulu ya, soalnya Devan dan Alin juga sudah sangat cape mungkin karena acara dari pagi jadi terasa lelah" Devan tidak segan langsung mengendong Alin ala bridal style dan membawahnya kedalam kamar hotel..ternyata saat mereka sampai di dalam kamar hotel sudah di hiasani dengan sangat indah bukan hanya kamarnya saja tapi kamar mandi juga sudah di hiasi bathtubnya sudah di taburi kelopak bunga mawar baru tulisan i love you.
Hal itu menambah kesan suasana romantis sehingga Devan tidak mau kedua pelayan itu membantu Alin, kata Devan biar Devan saja yang membantu Alin. Lagian Devan bisa kok membantu Alin untuk membereskan gaun dan make up Alin.
"Bi, biar saja Devan yang membantu nona Alin lebih baik bibi keluar saja, tidak usa membantu bibi juga sudah cape bukan dari pagi juga bibi sibuk jadi tidak masalah bibi istirahat saja." Ujar Devan.
"Tapi Den ....ini perintah dari nyonya Asta dan nyonya Neska. Takutnya nanti nyonya marah Den" Ujar kedua pelayan itu.
"Tidak masalah bi, kalau nanti di tanya bibi bilang aja kalau Devan yang menyuruh bibi untuk tidak melakukannya pasti nyanyo langsung paham jadi bibi tidak perlu takut" ujar Devan.
"Baik Den...tapi kalau Den butuh bantuan kami berdua Den bisa panggil bibi saja, parmisi Den" ujar bibi
Kedua pelayan itu gegas keluar dari kamar penganti dan kembali menemui bu Asta dan bu Neska menyampaikan kalau Devan tidak mau Alin di bantu biar aja Devan yang bantu Alin, karena Devan tidak mau di ganggu oleh siapa pun, Devan ingin berdua-an dengan Alin saja.
"Loh, kok bibi disini bukannya bibi lagi bantu nona Alin untuk membersihkan tubuhnya? Ngapain bibi disini terus nona Alin mana"? Tanya bu Asta dan bu Neska.
"Maaf nyonya Den Devan tidak mau bibi bantu nona Alin katanya biar Den Devan saja yang melakukannya, membantu nona Alin untuk membersihkan diri, karena sudah malam jadi Den Devan menyuruh bibi untuk keluar." Ujar pelayan.
__ADS_1
Mendengar hal itu membuat kedua orang tua itu senyum, mereka berpikir jika Alin dan Devan ingin melakukan sesuatu.
"Wah....Neska sepertinya tidak lama lagi kita punya cucu deh...hahaha Aku tidak sabar melihay cucuk kita pasti sangat cantik dan tanpan sama seperti neneknya" ujar bu Asta sambil tertawa.
"Bagus dong jadi kita punya penghibur semoga kembar, tapi mana mungkin cantik kayak neneknya tidak mungkinlah pasti mirip papa mamanya lah." sambung bu Neska.
"Terserah deh mau mirip siapa yang penting cepat keluar dia biar kita bisa punya cucu." sambung bu Asta.
Sedangkan didalam kamar Alin masih sangat malu di lihat sama Deva, bahkan Devan meminta Alin untuk Devan membantunya membuka gaun saja Alin tidak mau padahal kesusahan.
"Sayang...sini mas bantu buka gaunya lihat tuh kamu kesusahan membukanya, kenapa kamu diam begitu mas ini suami kamu loh sayang jadi jangan malu-malu begitu" ujar Devan.
"Tidak usa mas Alin bisa kok, siapa yang malu sih mas Alin tidak malu kok hanua saja Alin bisa" ujar Alin tapi Devan tidak menghiraukan Alin dan langsung membantu Alin untuk buka gaun.
Devan yang melihat gunung kembar Alin langsung tengang , belut Devan mulai merontah-rontah hal itu lantaran tangan dan badan Devan menempel di kedua gunung Alin.
"Sayang...bisa tidak mas minta hak mas, soslnya mas sudah tidak tahan saat melihat ini" ujar Devan menunjuk kedua gunung kembar Alin.
" Boleh mas, tapi Alin takut mas.....Alin takut nanti sakit banget mas, mas tidak kasarkan memang tidak bisa nanti aja mas? Soalnya Alin takut" ujar Alin karena memàng ini pertama kali untuk Alin.
"Sayang dengar baik-baik memang katanya awalnya pasti sangat sakit tapi nanti kalau sudah terus-terusan bukan sakit lagi tapi mala makin enak, jadi percaya sama mas, mas janji akan lakukan pelan-pelan karena mau sekarang atau besoknya tetap sama sayang kalau belum di buka tetap sakit. Percaya sama mas sayang mas tidak akan menyakiti mas ok" Ujar Devan menyakinkan Alin agar Alin mau melayani Devan sebagai suaminya, karena memang benar kata Devan sekarang Alin tidak mau alasan karena sakit terus besok juga tetap sama karena belum di sentuh.
__ADS_1
"Baiklah mas kalau begitu boleh kok tapi mas janji ya harus lembut dan pelan-pelan, soalnya bamyak teman-teman Alin bilang kalau malam pertama itu pasti sangat sakit apalagi suami yang kasar tidak sabaran melakukannya" ujar Alin, mendengar ijin dari Alin Devan tidak mau menyia-nyiakan kesempatan itu dan menyuruh Alin memengang belutnya untuk masukan ke guanya Alin....namun Alin yang baru melakukam hal itu tidak mau bahkan merasa sangat malu dia tidak mau karena malu di tambah takut.
"Sayang boleh mas minta tolong kamu pengang belut mas dan masukan ke situ." ujar Devan.
"Ah mas....Alin takut jadi mas saja deh " ujar Alin
Dengan pelan Devan mengarahkan belutnya ke mulut lobang gua nya Alin, membuat Alin mulai meringis kesakitan karena Devan mulai tengang, karena sudah tidak tahan namun Devan tidak mau Alin merasakan sakit atau jangan sampai terluka sehinggan dengan sabar Devan melakukannya dengan lembut.
"Sayang kamu tahan ya ini memang agak sedikit sakit dan terluka tapi percayalah setelah selesai ini kamu pasti merasakan surga dunia, pasti kamu merasakn sangat nikmat karena ini baru pertama kali jadi sangat kecil punya kamu sayang makanya susa. Ingat jangan keluarkan suara kamu nanti orang pikir mas menyiksa kamu disini sayang padahal mas kasih kamu makanan yang enak untuk menyatuhkan kamu dan mas sayang"
Alin menutup mulutnya dengan menyatuhkan mulut mereka berdua agar suara Alin tidak keluar, karen akan ada hentakan dari Devan demi bisa membobol gawang dan pertahanan Alin selama ini kalau tendangan Devan gol malam ini berarti Devan pria sejatih bisa membobolkan gawang Alin yang belum perna di bobol oleh siapa pun.
"Sayang siap pertahan yang kuat ya soalnya mas mau membobolkan gawang nih."
Devan menghentakkan sekali kali langsung jebol gawan Alin membuat Alin berteriak karena Devan agak sedikit kencang membobol gawangnya sehingga agak sedikit sobek membuat Alin meringis kesakitan karena sedikit terluka, walaupun terluka namun Devan makin menjadi karena merasakan kenikmatan sedangkan Alin masih menahan sakit.
Karena Devan juga kasian dengan Alin yang baru pertama kali sehingga Devan menyudahi semuanya lagian Devan sudah puas juga hasratnya sudah tersalurkan sehingga Devan langsung berhenti saat Alin merasa sakit di sekuju
"Argh.....mas sudah..... sakit bangat mas" ujar Alin menahan sakit, karena Devan sudah puas dan kasihan sama Alin akhirnya berhenti.
Alin dan Devan langsung mandi dan Devan mengendong Alin ala bridal style dan mendudukan Alin di kursi meja rias, Devan membantu Alin untuk mengeringkan rambut Alin Devan juga mengecup kening Alin, karena Devan membayangkan betapa Alin menahan sakitnya tadi.
__ADS_1
"Aku bersyukur karena Alin benar-benar menjaga dirinya untukku buktinya masih belum di buka oleh siapapun hanya aku satu-satunya yang memiliki dia, makasih ya sayang kamu wanita yang terbaik mas banga punya istri seperti kamu sayang." gumam Devan dalam hati.
Setelah Alin menganti pakian Alin naik ke atas ranjang dan menutupi tubuhnya dengan selimut, membuat Devan gemas dan ikut berbaring di sampingya dan pada akhirnya mereka berdua tidur.