Aku Kembali Untuk Membalaskan Sakit Hatiku.

Aku Kembali Untuk Membalaskan Sakit Hatiku.
48:48 Kondisi Bu Ratna


__ADS_3

Di tempat lain di rumah pak donal, setelah pak donal mengatakan demikian, ia bergegas pergi, meninggalan istri dan anaknya masih terduduk di lantai, pak donal gak peduli dengan saras dan ratna yang masih belum berhenti menangis.


Pak donal naik ke lantai dua dan masuk kedalam kamar nya dan memgunci pintu dari dalam, ia menghempaskan tubuhnya di atas kasur dan menghela napasnya dengan kasar.


"Bisa-bisa nya kamu ratna ngatain laras dan alin begitu padahal laras teman kamu dulu waktu kulia, saya gak habis pikir". ujar pak donal emosi


Biarkan aja mereka berdua disitu, merenungi apa kesalahan mereka terutama ratna, lihat aja kamu ratna, kalau sampai kamu ketahuan di balik kecelakaan yang menimpa laras bukan hanya saya usir dan seret kamu keluar dari rumah ini tapi kamu juga harus di penjara.


Oh iya saya lupa tanya sama leo apa leo sudah tangkap belum laki-laki yang nama nya adam itu belum ya. Sepertinya dia pelaku utama kalau dia sudah di tangkap pasti dia akan bongkar siapa yang menyuruh nya.


Ah mandi dulu nanti besok saya tanyakan pada leo, pak donal bagun dari tempat tidur dan bergegas masuk kedalam kamar mandi, ia membersihkan dirinya dan segerah keluar.


Sesudah menganti handuk nya dengan baju tidur akhrinya pak donal tertidur tanpa memikirkan nasib istrinya, dan juga anak nya, dan juga nanti istri nya tidur dimana sedangkan ia sudah kunci pintu.


Sedangkan masih di bawa lantai satu, saras berusaha memapah tubuh sang mama yang masih lemas karena pukul sang papa tadi.


Dengan susah paya saras menopang tubuh mama nya naik ke lantai dua karena ratna berniat masuk ke kamar nya dan meminta maaf sama suami nya.


"Ma, gak sebaik nya mama istirahat dulu di kamar tamu biar gak usa naik ke lantai atas, soalnya kondisi mama masih lemas, atau gimana kalau kita ke rumah sakit ma". Ujar saras


Sebenarnya saras kasian lihat kondisi mama nya yang sangat memprihatinkan, sehingga ia menawarkan membawa sang mama ke rumah sakit tapi ratna gak mau.

__ADS_1


Dan saras juga menawarkan sang mama agar sementara waktu tidur di lantai bawa, di kamar tamu dulu, tunggu amara sang papa meredah.


Namu dasar ratna keras kepala, jadi ia gak mau mendengar perkataan saras, ia bersih keras untuk naik ke atas karena ia harus minta maaf sama sang suami, karena pikirnya dengan meminta maaf pak Donal gak gak marah lagi dan ia bisa bujuk pak Donal lagi agar kasus itu gak di buka lagi kalau gak, bisa gawat.


"Gak usa nak, mama baik-baik aja, mama harus masuk ke kamar untuk minta maaf sama papa kamu, mama gak mau papa kamu marah."


"Tapi ma, ini momen nya gak pas, apa lagi sekarang papa masih emosi, saras takut nanti mama mala mengundang emosi papa lagi. Saras gak mau terjadi sesuatu sama mama."


"Kamu tenang aja nak, papa kamu itu emosi nya, hanya sesat. Jadi mama yakin pasti papa kamu lagi nungguin mama di dalam kamar, karena papa kamu juga sudah menyesal dengan apa yang sudah papa kamu lakukan ke mama".


"Tapi ma, saras kok gak yakin ya, apa lagi saras melihat papa begitu emosi, selama ini baru kedua kali nya saras melihat emosi papa bahkan malam ini lebih sadis, di bandingkan waktu papa mengusir mbak alin."


"Diam lah, mama yakin papa kamu pasti sudah merasa bersalah jadi nanti ia juga pasti akan minta maaf sama mama karena sudah kasar sama mama."


Ratna gak menyerah disitu aja, ia berusaha sabar mengetok pintu dan memanggil nama sang suami, tapi semua usahanya sia-sia. Gak ada sahutan dari dalam apa lagi buka pintu.


Karena ratna melihat pak donal gak kunjung buka pintu ia kembali memangis meraung-raung meratapi nasib nya.


"Pa.... Buka pintu nya la... Mama mau masuk". Karena ratna melihat suami nya gak kunjung buka pintu seketika tubuh nya merosok ke lantai di depan pintu.


Teriakan ratna seolah gak ada gunanya.

__ADS_1


Melihat itu, saras kasian sama sang mama dan ia juga tunduk dan hendak menbantu mama nya bangkit berdiri.


"Ma, apa yang saras bilang tadi, kalau papa sangat marah sama mama jadi kalau sekarang ini mama maksa mau minta maaf itu sulit ma, karena emosi papa itu belum redah. Jadi saras mohon sama mama kali ini mama dengarkan saras dulu."


"Nak kamu istirahat aja biarkan mama disini mama mau tunggu papa sampai bagun".


"Ma, gunanya daras mau istirahat sedangkan lihat mama seperti ini. Ma, Kali ini saras mohon dengarkan saras ini sudah larut malam ma, cobak lihat jam sudah setegah dua belas, jangan seperti ini ma, ayuk ke kamar saras aja, biar mama mandi dan saras obati luka-luka mama karena saras juga sangat lelah ma".


Karena saras memohon, akhirnya ratna mau ikut saras ke kamar saras, saras kembali memapah sang mama melangkah ke kamarnya.


Setelah sampai saras langsung siapkan air hangat untuk sang mama. Ratna mandi tapi menderita sekali ia menyiram air ketubuhnya ia menjerit kesakitan karena perih.


Saras yang mendengar jeritan mama nya merasa kasian, tapi mau gimana lagi, ia juga gak tahu apa yang sudah di lakukan mama nya, sampai di amukan sama sang papa.


" Sebenarnya apa yang sudah mama lakukan sehingga papa bisa semarah itu apa lagi sampai mukul, selama ini papa gak perna sekasar ini."


Tak lama ratna keluar dari kamar mandi dan saras juga langsung bergegas mandi, biar selesai ia bisa mengobati luka mama nya. Setelah selesai mandi saras langsung ganti baju tidur dan mennghampiri ratna, "ma, sini biar saras obati luka mama tapi tahan ya".


Betapa terkejut nya saras pas buka baju sang mama, mulut nya sampai menganga gak percaya dengan apa yang ia lihat. "Astaga ma, kenapa bisa sampai seperti ini sih ma, lihat badan mama biru balau dan bekas pukulan ini ma ya ampun."


Sebenarnya saras pengen nanya sama sang mama, tapi gak tega melihat sang mama sudah babak belur gitu, dengan talenta ia mengobati semua luka yang ada di tubuh ratna dengan p3k, setelah selesai saras mengajak mama nya istirahat karena sekarang jarum jam menunjuk kan pukul dua belas malam.

__ADS_1


Biarpun sakit ratna maksa untuk menutup matanya dan akhirnya mereka tertidur.


__ADS_2