Aku Kembali Untuk Membalaskan Sakit Hatiku.

Aku Kembali Untuk Membalaskan Sakit Hatiku.
200


__ADS_3

Bu Ratna santai saat mendengar jika Saras hamil karena memang itu sudah resiko berhubungan sebelum menikah, dan hal itu sudah di wanti-wanti oleh seorang bu Ratna dan ternyata benar. Jadi bu Ratna tidak begitu panik karena bu Ratna tahu walaupun sekarang Saras di penjara tapi hidup cucunya akan terjamin, karena ada Jhovan makanya saat bu Ratna mendengar dari bu Anita jika Saras hamil bu Ratna santai saja, hal itu justru membuat bu Anita heran kenapa bu Ratna santai saat mendengar kondisi Saras?.


Karena bu Anita sangat tahu sifat bu Ratna dulu kepada Saras, kalau soal kehidupan Saras bu Ratna paling posesif dan sangat kuatir dengan kehidupan Saras, karena bu Ratna paling tahu kalau Saras tidak tahan dengan penderitaan, Saras dari dulu sudah di manjakan oleh bu Ratna jadi, seharusnya bu Ratna kuatir tapi kali ini bu Ratna santai saja, tidak ada rasa kuatir sedikit pum didalam hati bu Ratna.


"Loh kamu kok santai baget sih saat mendengar putry mu hamil? Atau kamu sudah tahu kalau Saras hamil tapi kamu diam saja dan segaja menyembunyikan kehamilannya dari kami, buktinya kamu santai tidak terkejut sama sekali, aku sangat mengenal kamu Ratna, kamu sangat posesif sama Saras dan seharusnya kamu terkejut saat mendengar bahwa Saras hamil tapi kamu sama sekali tidak menunjukkan rasa kuatirmu" ujar bu Anita.


"Terus aku harus gimana? Apakah aku harus berteriak atau melompat saat mrndengar berita ini, Anita sekarang masalah aku itu banyak aku tidak tahu mana yang harus aku pikirkan, jadi aku tidak terkejut atau tidak ada reaksi bukan berarti aku tidak peduli dan aku tahu jika Saras hamil, kalau dia hamil ya sudah...aku percaya kok anaknya itu sehat karena ada ayahnya yang akan merawatnya dengan baik walaupun ibunya ada di dalam tahanan. Lagian memang itu anak kandungnya Jhovan aku sangat mengenal Saras kalau kita tidak menjebak mereka dia tidak akan melakukam hal bodoh itu, tapi karena kita menjebak mereka jadi kalau dia hamilmau bagaiaman lagi ya sudah teriman saja.


Kalau aku tahu dari awal mungkin waktu persidangan aku sudah ajukan keringan untuk Saras karena dia lagi hamil, tapi sayangnya aku baru mengetahuinya dari kamu juga, aku tahu Jhovan laki-laki yang baik sehingga bisa merawat anak itu, aku titip cucu ku ya sama kamu karena aku yakin kamu juga pasti meyayanginya. Aku tidak tahu kapan lagi kita ketemu jadi aku kasih tahu memang saja, bilang perlu jangan beritahu dia kalau aku ini adalah neneknya anggap saja aku ini sudah mati biar dia besar juga dia tidak malu memiliki nenek seperti aku." ujar bu Ratna.


"Kamu bicara apa Ratna mau bagaimana pun kamu tetaplah neneknya nanti, dia paati menjadi cucu yang baik yang meyayangi orang tuan dan kakek neneknya" ujar bu Anita.


Bu Ratna dan bu Anita yang masih asyik ngobrol lupa waktu padahal tadi bu Anita bilang hanya sebentar saja, tiba-tiba datang seorang sipir dan mengatakan jika jam kunjungan sudah selesai jadi bu Ratna harus kembali ke sel dan bu Anita segera pulang.


"Maaf bu, jam kunjungan sudah selesai ibu harus segerah kembali kedalam sel" ujar sipir.


"Baik bu" ujar bu Ratna.


"Ratna ini untukmu tadi aku datang bawah dua jadi satu untuk kamu satu untuk Saras, kamu makan ya kalau ada waktu nanti aku datang mengunjungi mu lagi kesini, pokoknya kamu jangan kuatir surat kamu ini akan aku antar ke suami kamu selepas dari dia mau datang atau tidaknya yang penting aku sudah kasih tahu." ujar bu Anita.


"Makasih ya Anita, kamu sudah mau datang kesini dan bawain makanan untuk ku jangan lupa berikan itu ke mas Donal, iya aku percaya sama kamu sekali lagi makasih." ujar bu Ratna langsung berlalu pergi.


Setelah kepergian bu Ratna, bu Anita bangkit dari duduknya dan keluar dari lapas menuju ke parkiran mobil, bu Anita masuk kedalam mobil dan keluar meninggalkan lapas.


Sedangkan bu Ratna kembali di bawah masuk kedalam sel tahanan dan sesampainya disana bu Ratna langsung melemparkan makanan itu di lantai, dan menynuruh teman satu tahanan itu untuk memakan makanan itu semua karena sekarang bu Ratna tidak punya selera sama sekali untuk menikmati makanan itu semua. Bu Ratna merasakan sesak di hatinya, wanita siapa yang tidak sakit saat melihat sang suami bermesraan dengan wanita lain sedangkan bu Ratna masih didalam penjara.

__ADS_1


"Teman-teman ambil lah makanan ini dan makan lah habiskan aja semua tidak perlu sisakan untuk saya, karena saya tidak makan kalian ambil dan bagi-bagi saja entah apa isinya saya juga tidak tahu." ujar bu Ratna.


"Wah...makanan enal nih Bu? Makasih ya bu makanannya tapi kenapa ibu tidak mau makan, seharus ibu makan dong" ujar salah satu temanmya tapi bu Ratna sama sekali tidak menyahut.


Bu Ratna merasakan sesak sekali di dadanya menahan sakit itu, bu Ratna membayangkan tadi saat dia melihat foto dan video yang di tunjukkan oleh bu Anita, didalam video itu terlihat jelas Alin dan Pak Donal serta bu Neska bercanda ria. Hal itu membuat bu Ratna merasaka sakit dan kekecewaan yang luar biasa, Tidak ada suara teriakan dari mulut bibir bu Ratna hanya air mata yang mengalir begitu saja, jika seseorang menangis tapi hanya air matanya mengalir tanpa suara berarti sudah sangat berat, semua tidak bisa di ungkapkan dengan kata-kata lagi.


Memang pak Donal adalah hasil rampasan suami orang tapi bu Ratna tidak iklas jika pak Donal secepat itu mendapatkan wanita lain sedangkan bu Ratna masih di dalam penjarah, sebenarnya tadi waktu bu Anita mengatakan jika Saras hamil itu, bu Ratna sangat kuatir hanya saja bu Ratna tidak ingin menunjukan kekuatiran di depan bu Anita, bu Ratna mau agar Jhovan yang akan merawat anak itu sehingga bu Ratna sengaja menguatkan diri supaya bu Anita percaya bahwa dia wanita yang kuat bukan waktu yang cengeng.


Bu Ratna memengang dadanya yang sesak dan duduk di pojok kamar dan menekuk kedua lututnya dan meletakan kepalanya sehingga air matanya mengalir begitu saja, teman satu sel bu Ratna kasian sama bu Ratna memang awalnya mereka juga sempat menyiksa bu Ratna tapi pada akhirnya mereka berteman.


"Eh...lihat deh kasian ya bu Ratna entah siapa yang di temui tadi, semenjak masuk kesini sangat sedih perasaannya, dari tadi bu Ratna menangis terus loh, jangan habiskan makanannya sisakan untuknya biarpun tadi bu Ratna bilang habiskan tapi jangan kasian nanti lapar" ujar ketua yang ada didalam sel.


"Iya saya juga lihat tadi entah apa yang terjadi dengannya semenjak dia masuk kembali ke sini bu Ratna menangis terus, bisa jadi tadi bu Ratna ketemu dengan suami atau anaknya"


"Hummm kamu lupa ya, katanya anaknya juga di penjara, karena kasus yang sama juga, bisa jadi suami atau keluarga yang lain datang. Kasian sih sebenarnya selama kita disini keluarga kita sering datang tapi saya lihat bu Ratna tidak perna ada yang menjenguknya sekali di jenguk bikin menangis kasian tahu." Ujar salaj satu teman lapas.


Bu Ratna meratapi nasipnya di sudut ruangan itu bu Ratna tidak menyangkan jika pak Donal mengingkari janjinya katanya pak Donal tidak perna meninggalkan bu Ratna tapi buktinya setelah bu Ratna masuk penjara pak Donal pindah kelain hati.


"Mas..kamu kenapa tega banget sama aku dengan Saras mas jangan-jangan sebelum kamu tahu aku membunuh Laras kamu sudah dlselingkuh di belakang ku, buktinya aku masuk penjara belum satu tahun aja kamu sudah punya wanita lain, kayak kamu tidak punya beban pikiran sama sekali, jadi selama ini kamu menganggap aku sama Saras ini apa mas, mas kamu tidak berikan aset apapun sama Saras padahal Saras anak kamu juga, walaupun bukan anak kandung tapi tetap dia anak mu mas jadi harta ya harus bagi adil tapi buktinya justru kamu tidak ada, sama sekali tidak, kamu tidak berikan apapun ke Saraa justru kamu serahkan semua ke Alin.


Aku tidak bisa menerima ini mas, aku akan merampas semuanya jika aku sudah keluar dari sini, kamu benar-benar pilih kasih sekarang kamu sudah dekat dengan seorang perempuan, terlihat sangat akrab dengan Alin. Aku yakim sebentar lagi kamu akan menikah dengan perempuan sialan itu lihat saja nanti. Oh ya....astaga kenapa aku tidak nalar otak ku ya kan ada telpon disini aku telpon ke nomor mas Donal aja aku mau tahu apakah dia angkat atau tidak...ah nanti aja aku masih kesal tidak usa hubungi dia dulu nanti saja, biarkan dia senang-senang dengan perempuan itu dulu lagian aku sudah kirim surat semoga dia mau datang jenguk aku setelah dia membanca surat dariku."


Kasian bu Ratna dengan Saras, kalau Saras sudah berubah tapi bu Ratna sama sekali tidak berubah dari dulu sampai masuk penjara saja tidak ada perubahan justru makin membenci Alin. karena menurut bu Ratna Alin yang sudah memperngaruhi pak Donal sehingga pak Donal sudah punya wanita lain dan Alin sudah merampas semua harta yang bu Ratna incar selama ini.


***

__ADS_1


Keesokam harinya di kota A kedatangan orang-orang baru ada tiga anak mudah baru saja keluar dari pesawat dan keluar dari bandara, ternyata sudah ada yang datang jemput sopir pribadi James yang datang jemput mereka di bandara.


" Kita langsung keluar ada ke loby karena mobil jemputan sudah sampai" ujar James.


Mereka bertiga langsung gegas ke loby dan ternyata benar sudah ada mobil yang menunggu di situ.


"Silakan masuk Den" ujar pak sopir sambil membuka pintu mobil untuk ketiga orang itu.


"Pak kita langsung saja ke rumah pak Kim ya dan koper itu biarkan saja didalam mobil tidak perlu di keluarkan, oh ya pak, ayah dan ibu ada di rumah kan pak"? Tanya James.


"Tidak Den...Tuan dan nyonya lagi di kediaman Tuan Kim karena Jenaza sudah datang jadi jam sepuluh sudah pemakaman nanti di sholatkan dulu. Jadi dari tadi pagi Tuan dan Nyonya sudah disana, saya di suruh jemput Tuan dan teman-teman."


"Ouw baik lah pak kalau begitu kita langsung aja kesana, biar sekalian kami ikut pemakaman aja soalnya tujuan teman saya datang kesini untuk ikut pemakaman, jadi kalau tidak dapat nanti kan kasian pak." Ujar James.


"Baik Den" ujar pak sopir sangat ramah.


"Sayang nanti kalau selesai pemakaman kamu dan Bara ikut ke rumah ya, nginap disana saja sebelum pulang kalian tidak perlu nginap di hotel, atau kalau kalian mau nginap di hotel tidak masalah nanti nginap di hotel ayah saja" ujar James.


"Mes....kenapa kamu tidak bilang aja hotel kamu, musti banget bilang hotel ayah lagian hotel ayah kamu juga itu punya kamu kali" ujar Bara.


"Ya bedah dong Bar, hotel itu kan hasil keringat ayah dan ibu walaupun memang atas nama aku, tapi tetap saja itu punya ada dan ibu aku hanya pukul namanya saja hehehe...itu bukan hasil usaha ku Bar, jadi aku tidak bisa mengakui kalau itu punya ku hehehe, kalau kalian mau nanti aku ajak ke restoran ku nah itu baru hasil usahaku jadi aku sebut itu punyaku." Ujar James.


"Hehehe ternyata kamu ini enak juga di ajak bercanda, tapi itu lah yang namanya anak yang tahu diri, tidak menyombongkan diri karena kekayaan orang tuanya, banyak loh anak jaman sekarang berlagak orang kaya sombong padahal tidak ada apa-apanya mereka sombong karena kekayaan orang tua. Aku salut sama kamu Mes, kamu walaupun punya orang tua yang kaya tapi tidak perna belagak orang kaya. Dasar Oliv O,on yang tidak punya otak mau ngejar suami orang.


Padahal ada seorang laki-laki yang baik hati menyayanginya disini, aku aja menyesal sih mengenal dia tapi ya sudah lah semua sudah berlalu dia akan menyesal di kemudian hari, dia menyesal karena sudah menyia-nyiakan laki-laki sebail kamu dan juga mengabaikan orang tuanya sampai orang tuanya sudah meninggal juga dia tidak tahu kurang ajar ja manusia kayak gitu."

__ADS_1


"Udah lah Bar lupain saja tidak penting, itu aku sudah tidak mengingat lagi semua itu yang penting sekarang aku lebih fokus dengan yang sudah ada di depan ku, aku menyayanginya aku menjangannya dan aku tidak mau menyakiti hatinya jadi aku tidak msu mengingat kembali masa dulu aku mau mengurus masa sekarang yang pasti dan jelas." ujar James.


Maksud James adalah Indri, Indri adalah masa depannya jadi James tidak mau ingat kembali Oliv lagi itu sudah masa lalu,Indri yang mendengar perkataan James tersenyum senang, James juga akan memperkenalkan Indri kepada keluarga besarnya dan segera menikah


__ADS_2