Aku Kembali Untuk Membalaskan Sakit Hatiku.

Aku Kembali Untuk Membalaskan Sakit Hatiku.
43:43 Lamaran Yang Istimewa


__ADS_3

Pak Davin dan bu Asta bagun dari duduk mereka dan, mereka melangkah dengan angung dan sangat wibawa, mereka naik ke atas panggung sambil bergandengan tangan.


Sedangkan si saras sudah seperti cacing kepanasan karena dari tadi ia tak melihat davin ,"Ma, katanya anaknya Tuan davin ada tapi mana, kok gak kelihatan udah dsri tadi di tungguin juga".. Ujar saras tapi pasti berbisik takutnya kedengaran ke teliga jhovan.


"Hussss, kamu bisa diam gak saras tunggu dulu sebentar, nanti baru diperkenalkan sama orang tua nya." ujar bu ratna gak habis pikir dengan, anak gadisnya itu.


Setelah sampai di atas panggung pak davin berdiri dengan bu Asta di samping.


"Wah, jeng Astaga memang asli cantik ya, masih terlihat muda, dengan tuan daun. ujar para tamu


Salamat malam para undangan yang saya hormati, terimakasih karena sudah hadir memenuhi undangan kami, karena hari ini saya selaku pemilik perusahaan Wijawa Grup patut mengucap syukur atas semua berkat yang Allah berikan.


Sehingga saya bisa merintis perusahaan ini dari nol, dan sudah berdiri selama dua puluh lima tahun lama, semua ini bukan karena kekutan saya sendiri, tapi juga karena kerja keras para karyawan yang bekerja di perusahaan ini dan para petinggi yang sudah membantu sejauh ini.


Saya mengucapkan terimakasih kasih untuk semuanya. Bersamaan dengan itu tepuk tangan begitu riuh menyambut pidato dari pak davin.


Dan mungkin selama ini bapak ibu, mendengar desis-desus tentang kami, yang memliki seorang putra yang sampai sekarang, belum banyak yang mengetahuinya.


Sekarang juga saya akan memperkenalkannya kepada media, karena saya sudah tua, dan tak muda lagi jadi putra saya satu-satunya yang akan menjadi pewaris tunggal semua yang saya miliki.


Saya panggilkan putra saya untuk masuk ke dalam gedung, kembali tepuk tangan mengema diruangan yang saat ini, para tamu undangan penasaran dengan sosok devan. Dan antusias mereka menanti kedatangan devan.


sama seperti daras yang saat ini sudah gak tenang, menanti kedatangan devan.


Tiba-tiba lampu yang dari pintu masuk gedung itu menyala, padahal tadi sengaja di matikan, lampu itu menyoroti seorang laki-laki dengan gagahnya dan tampan berdiri tegap disana, "Masuk nak ucap pak davin dan ia berjalan menuju ke depan.


Setelah di dengar panggilan dari pak davin menyuruh masuk.

__ADS_1


Seketika semua mata tertuju kepada devan banyak para wanita yang hadir histeris, sangking menganggumi seorang devan, tak bedah jauh dengan saras, ia terpukau dengan ketampanan devan sampai mata nya gak berkedip, " Ya Allah pangeran baru turun dari angkasa."


"Aku harus mendapatkan dia pokoknya harus apapun caranya jangan sampai aku kalah". Guman saras dalam hati.


Devan terus melangkah tak menghiraukan terikana atau keriuhan tamu yang ada, sampa-sampai pembawa acara kewolahan mendiamkan mereka, dengan usaha ekstra akhirnya mulai hening kembali sekarang devan sudah berdiri sempurna di depan yang pasti di tengah pak davin dan ibu Asta.


Pak davin kembali angkat bicara, bapak ibu yang terhormat ini adalah putra saya satu-satunya Devan Aliando Wijawa. Pak davin memperkenalkan putra semata wayang nya ke publik, namun nama itu seketikan di ingat oleh seseorang yang ada di deretan kursi tamu undangan yang hadir.


Jhovan seketika kaget dengan nama yang disebut tadi, ia benar-benar terkejut karena, ia sangat ingat betul kalau waktu itu yang bersama dengan devan itu gak lain adalah alin.


"Ah gak mungkin dia adalah calon alin kalau benar mampus aku, aku sudah melakukan kesalahan yang fatal. Banyak tamu yang menikmati acaranya tapi tak bagi jhovan yang sekarang gusar dan pucat pasi.


Pak davin melanjutkan ucapannya, tamu hadirin yang hormati, saya harap semua tenang karena ini bukan acara puncaknya.


Karena sekarang jug saya mau umumkan kalau malam ini bukan hanya acara ulang tahun perusahaan dan perkenalkan putra saya, tapi juga masih ada acara yang lebih istimewa lagi dari pada ini.


" pak davin punya acara apa lagi ya selain acara ini. Ujar si b


"Aduh gantengnya, untung anakku cowok kalau gak aku jodohin dengan devan."


Seperti ini lah bisik-bisik para tamu undangan


Jadi saya harap tenang karena malam ini anak saya devan, akan melangsungkan pertunangannya dengan seorang gadis cantik yang ia sangat cintai, saya dan istri saya selaku orang tua, kami sangat bahagia dengan pilihan putra kami, karena kami juga sangat menyayangi calon mantu kami.


dag dug deg


Alin berdiri dengan detang jantung yang gak beraturan, ia sangat gugup, ia sudah berdiri di pintu yang berhubungan dengan gedung acara, tiba-tiba pintu itu terbukan dengan sendirinya lampuh sorat yang berputar-putar di atas kepala nya,

__ADS_1


Aa melangkah keluar dan berdiri tepat di depan pintu. Bu Neska dan yora bagun dari duduk nya dan mereka melangkah mendekati alin, mereka menuntut alin ke depan dimana devan sudah menunggu.


deg deg deg!!


Sedangkan pak donal, yang duduk di samping sang istri nya, sontak jantungnya berdetak dengan kecang, ia menatap alin rasanya gak percaya seperti mimpi.


Bukan hanya pak donal saras, dengan sang mama bahkan orang tua jhovan gak kalah terkejut melihat siapa yang di tuntun ke depan dengan begitu cantik dan anggun


"Pak mama gak salah lihat ya itu bukannya alin ya pak anak yang sudah di usir sama pak donal, kok bisa ya dia calon mantu jeng Asta". Namun sang suami hanya diam tak menangapi ocehan istri.


Sedangkan saras maupun ratna sekarang jantung mereka gak aman, ada rasa takut di hati bu ratna, namum berbedah dengan saras ia tersenyum sinis.


Setelah alin sampai di depan yora dan bu Neska kembali duduk sedangkan devan sekarang sudah berlutut di depan alin. Dengan kotak cicin ada di tangannya ia mendongak dan menatap alin.


Maaf karena aku bukan pria yang romantis aku juga bukan penyair yang bisa merangkai kata-kata romantis, aku juga bukan pria yang sempurna, namun saat ini aku devan Aliando Wibawa ingin mengutarakan isi hatiku kepadamu Alin Anastasya Bratma.


Aku ingin melamar mu menjadi pasangan hidupku, maukah kah kamu menjadi istriku, dan menjadi ibu dari anak-anakku dan mendampingi ku sampai mau memisahkan, jika kamu mau menerima lamaran ku, boleh kamu ulurkan jarimu untuk menerima cicin ini, tapi kalau kamu tidak siap , boleh kamu buang lah.


Seketika gedung kembali rius banyak yang menyuarakan untuk alin menerima lamaran itu, tapi sebagian juga menyuarakan agar untuk tidak menerima dan menolak, yang pastinya yang menyuruh menolak adalah orang yang menginginkan devan.


Alin hanya diam ia belum bergerak tapi ia membuang pandangannya jauh ke depan dan melihat tatapan pak donal dengan saras, bu ratna dan keluarga jhovan, ia tersenyum kecut dan mengalihkan kembali pandangannya ke devan


Sedangkan devan yang masih berlutut merasa cemas, takut alin gak menerima lamaran nya


Namun tiba-tiba alin,berucap "aku menerima lamaranmu, aku siap jadi ibu dari anak-anak mu dan aku siap mendampingi ku sampai maut memisahkan .


Alin menyodorkan jarinya tanpa ragu dan seketika cicin berlian yang harganya meliaran sudah tersemat di jari manisnya, dan devan mencium tangan alin dengan mesra. bukan hanya itu, devan bangun dan menbuka kotak itu dan mengeluarkan kalung yang sangat mewah ia dengan talenta memakainkan ke leher putih alin.

__ADS_1


membuat semua gadis yang hadir patah hati, gak kalah juga dengan itu si daras makin kejang-kejang melihat kebahagiaan alin, namun dia tetap tersenyum jahat.


__ADS_2