Aku Kembali Untuk Membalaskan Sakit Hatiku.

Aku Kembali Untuk Membalaskan Sakit Hatiku.
38:38 Ancaman Alin.


__ADS_3

Mereka mengikuti instruksi dari mbak salon, tiga jam lamanya, mereka memanjakan tubuh mereka, disalon gak usa ditanya lagi apa aja yang mereka lakukan yang jelas hari ini dari ujung kaki sampai ujung rambut mereka manjakan dengan berbagai perawatan.


Setelah tiga jam akhirnya mereka selesai juga, dengan wajah yang lebih segar dan tubuh yang fres pastinya. "Sayang kalian berdua puas gak nyalon hari ini, kalau belom besok bisa datang lagi kesini."ujar bu Asta kepada yora dan alin.


"Puas bangat mam, makasih sudah bayarin perawatan kami mam", ujar alin dan yora bersamaan.


"Apa kita pulang aja atau makan dulu, tapi kalau kita makan di luar pastinya devan dengan sang papa mereka makan berdua aja, tapi kalau kita makan di apartemen berarti kita makan sama-sama"ujar bu Neska


"Kita makan di apartement aja bunda, lebih enak, kita makan sama-sama, tapi gimana kalau kita beli makanan aja dari sini biar sampai langsung makan." ujar alin


"Nah mama setujuh sayang, kalau begitu kita cari restoran dulu biar kita pesan makanan," ujar bu Asta menyuarakan pendapat


Sekarang mereka menuju ke Restoran terdekat, untuk pesan makanan, tak lama setelah menempuh perjalanan, akhirnya mobil yang dikemudikan oleh alin itu, berbelok ke area parkir restoran.


Setelah sampai, mereka bergegas turun dan masuk kedalam, karena mereka hanya pesan dan nanti makan di apertement.


Mereka asal duduk aja karena malas cari tempat duduk yang menurut mereka aman, gak lama pesanan sudah selesai dibuat dan mereka keluar dari restoran dan menuju ke apartement.


"Sayang nanti kamu cobak gaun kamu dulu ya, dengan devan juga, cobak jas yang sudah mama sama bunda mu, siapkan semoga kalian suka, kamu juga nak yora, mama sama bunda juga sudah siapkan gaun untukmu semoga kamu suka."


Perkataan bu Asta membuat mata yora berbinar-binar, "makasih ya bund dan mam. Sudah sangat menyayangi yora".


"Sama-sama sayang."


Mereka masuk kembali ke dalam mobil, dan alin segera menghidupkan mobilnya, alin melajukan mobilnya menuju apertemen,


Sedangkan, di apartement devan dan sang papa lagi duduk di dalam kamar devan, mereka sepertinya pembicaraan kali ini sangat serius, terlihat dari raut wajah devan yang beruba-uba begitu juga dengan sang papa pak davin.


"Nak kamu sebentar lagi akan tunangan dengan alin dan setelah itu kamu menikah, papa senang akhirnya kamu menemukan pendamping hidup kamu, papa lihat alin anak gadis yang begitu baik dan polos, tapi kamu juga harus ingat kepolosan itu bukan dalam arti ia tak bisa melakukan sesuatu."

__ADS_1


"Maksud papa gimana". Tanya devan yang gak ngerti arah pembicaraan sang papa.


"Maksud papa, biarpun alin kelihatan polos seperti itu, tapi sebenarnya gak sepolos yang kamu lihat. Dia gadis yang berani lakukan sesuatu, kalau menurut dia masih bisa dia tangani."


"Iya devan tahu itu pa, tapikan selana ini alin tak melakukan sesuatu yang menurut devan berbahaya".


"Ya kamu benar, tapi kalau papa lihat alin itu, sbenarnya bisa bertindak lebih dari pada itu, kalau ia meresa sudah kelewatan orang tersebut, seperti yang dia lakukan di salon terhadap tuh sih ratna dengan anak gadisnya tuh."


"Yang papa dengar dari dimas, mereka benar-benar para, luka di sekujur tubuh sampai bernana, tapi untung dokter sudah menangani jadi sudah agak kering katanya."


"Saya gak bisa salahin alin pa, karena apa yang dilakukan alin, adalah bentuk dari sakit hatinya, kalau itu terjadi sama devan, mungkin lebih dari pada itu devan lakukan, selagi yang dilakukan alin tak membahayakan nyawanya biarin aja pa."


"Iya tapi maksud papa disini kamu pantau dia, jangan sampai dia kenapa-napa kamu yang papa salahin." ujar pak davin


"Oh ya pa, devan belum bilang ke papa, kalau nanti setelah acara ini devan mau tarik kembali saham yang ada di Adibrata grup dan Arkan grup pa, meneurut papa gimana". Tanya devan.


"Kalau papa sih gak masalah, lakukan aja."


Mobil alin menempuh jarak perjalanan sekitar empat puluh lima menit, akhirny mereka sampai di apartement mobil alin berbelok.


Masuk kedalam aperteman dan mereka berempat keluar sambil berjalan masuk kedalam lift, naik ke atas tujuan ke kamar alin.


Setelah keluar dari lift mereka semua masuk ke kamar alin tapi, pak davin dengan devan gak kelihat, batang hidung mereka.


"Papa sama devan mungkin masih di kamar masing-masing, biar mama panggilkan mereka dulu".


Bu Asta keluar untuk memanggil suami dan sang anak, sedangkan yora dan alin menata setiap makanan yang sudah dibeli tadi di atas meja, biar pak davin dan devan datang mereka langsung makan, mandi dan istirahat, karena sekarang sudah pukul setegah tujuh malam.


Bu Asta masuk kedalan kamar devan, ternyata disana juga ada sang suami, "eh papa juga disini, kirain papa di kanar. Yuk makan, tadi kami beli makanan dari restoran, jadi biar kita makan sama-sama disini. " ujar bu Asta

__ADS_1


Pak davin gak banyak bicara namun ia bangkit dari duduknya, dan beranjak pergi di susul bu Asta dan devan. Mereka masuk ke kamar alin, biar makan bersama disana.


"Yuk pa, ma. Semuanya mari kita makan, biar mandi dan istirahat". Ujar alin dengan senyum manis nya padahal dalam hati, cepat selesai biar orang tua dan bundanya, masuk ke kamar masing-masing biar ia bisa menjalakan misinya.


" Iya benar, makan sekarang selagi makanan yang masih agat, kalau sudah dingin sudah kurang enak." Ujar bu Neska disambut anggukan oleh yang lain.


Akhirnya mereka makan dalam diam hanya bunyi piring, sendok, dan setelah mereka semua selesai makan, karena mereka baru pulang dari salon jadi belum pada mandi. Dan juga badan sudah pada lelah makanya mereka masuk kedalam kamar masing-masing, begitu juga dengan devan.


Selepas semua orang tua keluar, sekitar jam delapan alin bersiap-siap , yora yang masih belum tidur, hanya perhatikan alin dengan tatapan bertanya.


"Yor, aku mau keluar sebentar, jadi nanti kalau ada yang masuk kesini, entah itu bunda atau siapa pun itu, kamu harus bilang kalau aku sudah tidur, kalau gak kamu kunci pintu dari dalam."


"Lin emang kamu mau kemana, kalau bunda nanya gimana aku jawab apa dan kamu juga jangan ane-ane deh, kamu kenapa-napa gimans."


"Tenang aja mereka gak bakal tahu, jadi kamu diam aja, aku pergi dulu ya mungkin jam sepuluh aku sudah kembali."


Alin keluar dari apartement dengan sembuyi-sembunyi, setelah sampai di bawa ia langsung masuk ke dalam mobil dan keluar dari parkiran.


Sebelum itu alin sudah mengirim pesan ke anak buahnya, bawa dia sudah dalam perjalanan mau kesana rumah sakit jadi tunggu di loby.


Alin membawa mobil dengan kecepatan tinggi. Hanya sekitar tiga puluh menit ia sampai di loby. Dan langsung keluar dari mobil, dan menghampir orang tersebut.


"Dimana kamu sudah mengelabui pak tua itu, kan biar dia gak sadar aku datang".


"Beres bos dia sudah tertidur, pulas karena aku kasih dua obat sekaligus di air minum itu," anak buah alin menyerahkan apa yang alin butuhkan.


Alin memakai jaket hitam, topi hitam dan masker, iya masuk ke dalam ruangan saras dan bu ratna, setelah sampai di depan bu ratna alin berbisik di telingan, bu ratna


" Hay tante ratna kita ketemu lagi perempuan pembunuh, kamu harus mati, aku akan membunuhmu". Lantas alin mencekik leher bu ratna sampai napas tersedak-sendak, dan melepaskan selang infus nya.

__ADS_1


Hal yang sama juga yang dilakukan alin kepada saras, iya mencekik leher saras dan memberikan peringatan kepada saras biar gak macam-macam sampai saras berteriak histeris.


Setelah selesai alin keluar dari ruangan dan ia memberikan perintah kepada anak buahnya agar membereskan cctv yang aja di rumah sakit tanpa ada jejak.


__ADS_2