Aku Kembali Untuk Membalaskan Sakit Hatiku.

Aku Kembali Untuk Membalaskan Sakit Hatiku.
46:46 Amara Dan Ancaman Pak Donal


__ADS_3

Leo yang mendengar permintaan devan tercengang, bagaimana tidak, Devan yang notabene sebagai calon suami alin yang dengan sendirinya meminta nya untuk melepas pekerjaan nya sebagai tangan kanan pak donal.


Sekarang di minta untuk menjaga nona muda nya dulu namun sekarang mala di akui sebagai adik. Bagaimana pun itu permintaan terberat menurut leo, di satu sisi pak donal adalah bos nya dari dulu yang sudah mengabdi bersama nya, namun di sisi lain alin adalah nona kecil nya yang sangat ia sayangi.


Waktu alin pergia leo sebagai seorang bawahan aja nagis dalam diam terpuruk pengen ketemu dengan alin, nah sekarang alin sudah kembali dan bahkan sudah mengangkat leo sebagai kakak nya gak mungkin ia menyiayiakan kesempatan emas itu.


Dari tadi leo mematung dalam diam sekarang ia membuka suara,


" Tuan devan Aku sangat bahagia dan berterimakasih kasih karena sudah memberikan kepercayaan kepada saya, unruk menjaga dan melindungi calon istri anda tuan, namun saat ini aku belum bisa menjawab, karena aku harus pikirkan terlebih dahulu jadi saya harap, tuan tidak tergesa menuntut ku".


"Ok baik lah saya akan berikan waktu dalam satu minggu, dan saya akan tunggu kabar dari mu kakak ipar dan satu lagi saya dengan alin gak bedah jauh umur kami, jadi tak perlu manggil tua tapi manggil nama aja karena sebentar lagi anda jadi kak ipar aku". Ujar devan jahilin leo dengan sebutan kakak itu sedangkan alin hanya terkekeh


"Kak benar seperti yang di katakan oleh mas devan, aku senang kalau kak nanti tinggal satu tempat sama kami, jadi kami kasih kak waktu satu minggu dan bisa menentukan apakah kak ikut aku atau tetap Mengikuti keluarga itu."


" ginana ya padahal aku masih dalam penyelidikan tentang kasus eyang dan nyonya Laras." guman leo dalam hati


"Aku tahu apa yang kak ipar pikirkan saat ini, tapi gak perlu di risaukan karena semua bukti sudah ada tinggal waktunya aja saya bongkar." ujar devan


Mendengar itu leo paham maksud dari devan, ia merasa lega kalau benaran yang di katakan devan.


"Baik lah saya terimah tantangan itu dalam waktu satu minggu aku akan kasih kabar".


"Baik lah kak kalau begitu sampai ketemu nanti,"


Setelah pembicaraan panjang akhirnya leo pamit pergi, sedangkan di dalam mobil pak donal dan bu saras perang hebat.


"Pa kenapa sih main tarik mama aja, kan belum selesai bicara dengan alin pa, sekarang alin sudah sangat kaya gak sebanding dengan kita yang gak ada apa-apa ini pa,".

__ADS_1


"Ma, kamu lihat sendiri kan gimana reaksi alin sama kita, dari tatapan nya aja memunjukan betapa bencinya dia sama kita, mama jangan mempermalukan diri sendiri deh."


" Pa, pokoknya dimana pun cara nya kita harus bawa kembali alin ke rumah ini, sebelum dia menikah karena dengan cara seperti itu perusahaan kita makin besar pa".


"Ma, gak usa mimpi deh, alin itu gak bakal mau kembali ke rumah, kamu lupa kalau papa sudah coret namanya dari kartu keluarga dan usir dia dari rumah."


"Ya tapi tetap aja pa, gimana pun dia adalah keluarga kita, jadi kita harus ambil hatinya lagi biar dia mau kembali. Siapa tahu dengan seperti itu, dia mengijinkan sarah kerja di perusahaan nya menduduki tempat penting".


Pak donal gak habis pikir dengan cara berpikir istrinya ini selalu menghalalkan segala cara agar mendapatkan apa yang ia mau


Karena pak donal malas berdebat, akhirnya sepanjang jalan sampai di rumah mereka gak ada obralan, Namun setelah sampai di rumah ratna belum puas jadi dia buat ula lagi.


" Pa, bujuk alin ya biar mau kembali ke rumah ini siapa tahu dia mau pa, setelah alin tinggal disini saras bisa merayu devan dan menjadi suaminya, secara kan alin dulu sayang sama saras apa pun saras mau alin mengala dan memberikan seperti jhovan."


Kali ini perkataan ratna mengundang emosi pak donal yang mengebu, "Apa kamu bilang, ratna kamu jadi seorang ibu tapi hati kamu kayak iblis, bukankah saras sudah punya jhovan kenapa kamu mau dia menjadi perempuan perusak hubungan orang".


Seketika brakkkkkkkkk, pak donal memgebrak meja "diam mulut busuk mu itu ratna, aku muak dengarnya. Kamu itu manusia yang egois, ingat ya baik-baik biarpun sekarang alin sudah aku usir tapi bagaimana pun juga dia tetap darah dangingku".


Seketika ratna mati kutuk, dengan tubuh bergetar karena selama ia menikah dengan pak donal baru kali ini ia di bentak, apa lagi kasar. Namun bukan ratna namanya kalau gak melawan.


"He pa, kenapa kamu mala membela anak yang gak berguna itu ha, kamu lupa pa, kalau dia yang membunuh mama, tapi iya juga sih anak dengan mama nya kan sama aja sama-sama perempuam gak berguna untung waktu itu kecelakaan jadi mati."


Mendengar kata begis itu keluar dari mulut ratna, tubuh pak donal gementar hebat, emosinya naik sampai leven tinggi, ia bagun dari duduknya di sofa. Dan berjalan mendekati ratna yang masih berdiri dan


Pakkkkk pakkkkk!!!


Dua tamparan berat mendarat sempurna di pipi ratna, sontak ratna kanget dan memengani pipi nya". Dengan suara lantang ratna teriak pa, berani papa nampar aku hanya gara-gara anak durhaka itu dan istrimu yang sudah jadi iblis itu kenapa mereka berdua gak sama-sama mati aja sih."

__ADS_1


Emosi yang tadi belum juga redah sekarang ratna tambah lagi yang baru. Pak donal dengan santainya membuka ikat pinggang yang ada di tubuhnya dan melangkah makin mendekat,


Melihat hal itu ratna panik, pa, papa mau ap..... Belu juga selesai


Pakkkkkkk pakkkkkkkkk


Pakkkkk pakkkkkkkk!!!!


Ikat pinggang kulit mendarat sempurna di tubuh ratna, ratna teriak histeris tapi pak donal gak berhenti dia membabi buta menghar ratna.


Pa ampun....pa ampu.... Pa Tolong hentikan!!!!!


Triakan detriakan minta ampun dari ratna tak membuat pak donal iba ia mala meras muak melihat ratna memohon, dan sekali lagi pak donal mau menganyung kan ikat pinggang nya ke tubuh ratna yang sudah tergeletak tak berdaya di lantai tiba-tiba.


"pa hentikan!!! Bisa-bisa mama mati di tangan papa".


Akhhhhhhhh namun tak bisa mengelak ikat pinggang mala mendarat sempurna di tubuh saras ia merengang kesakitan.


Namun tubuh saras sudah memeluk tubuh ratna di lantai sedangkan jhovan yang tadi antar pulang saras langsung menenangkan pak donal, dan inisiatif mengambilkan pak donal air minum.


Jhovan memandang saras dan bu ratna dengan iba sedangkan art yang lain nya hanya melihat tapi gak menghiraukan.


"Om maaf tenangkan diri om kalau om gak tenang bisa mati istri dan anak om". Ujar jhovan takut-takut


Namun pak donal diam aja, gak ada respon sama sekali. Sedangkan saras dengan sang mama mereka masih duduk di bawa. Melihat itu jhovan bangun dan lantas membantu kedua perempuan itu untuk bagun, tapi langsung di cegah oleh pak donal.


"Nak jhovan biarkan aja mereka di situ, itu urusan om, mendingan kamu pulang aja, ini juga sudah malam." mendengar itu perasaan jhovan gak enak tapi mau gimana lagi akhirnya ia dengan berat hati pamit pulang."

__ADS_1


Setelah kepergian jhovan, pak donal memandang kedua perempuan itu dan berkata. "Kalian berdua ingat baik-baik saat ini aku lagi menyelidiki kembali kasus kematian mama dan juga kecelakaan larasati aku bukan kembali kasus itu di kantor polisi jadi semoga bukan kalian berdua dalangnya, tapi kalau sampai iti terbukti kalian berdua terlibat aku gak sengan menyeret kalian berdua ke penjara dan membusuk di situ."


__ADS_2