Aku Kembali Untuk Membalaskan Sakit Hatiku.

Aku Kembali Untuk Membalaskan Sakit Hatiku.
199


__ADS_3

Bu Ratna tidak percaya dengan perkataan bu Anita jika Tuan Donal sudah punya wanita lain dan semua harta sudah berikan kepada Alin, dasar bu Anita dia membohongi bu Ratna padahal pak Donal belum punya pasangan, tapi kalau soal semua aset atas nama Alin itu memang benar jangankan aset yang lain, perusahaan saja sudah atas nama Alin jadi sebenarnya CEO itu adalah Alin dan di rektur adalah adalah pak Donal.


Tapi karena bu Anita hanya mau bikin bu Ratna emosi sehingga semua kekesalannya di lampiaskan semua ke bu Ratna. Memang itu tujuan bu Anita datang menemui bu Ratna...bu Anita ingin mrmberikan pelajaran kepada bu Ratna karena sudah menghasutnya untuk membujuk Jhovan mau menerimah Saras.


Tapi apa sekarang semua hancur sehingga Saras tidak jadi nikah dengan Jhovan, Jhovan jug tidak jadi nikah dengan Alin sedangkan Alin sekarang lagi bahagia bersama suaminya pergi honeymoon di dubay.


"Anita jangan kamu pikir aku percaya dengan omong kosong kamu ha...bagaimana bisa mas Donal jadi wali nikah anak kurang ajar itu, sedangkan anak itu sangat membenci mas Donal jangan kamu pikir aku ini bodoh ya, jadi percaya begitu saja sama kamu, aku itu tidak akan percaya sama kamu, karena mas Donal dengan anak itu sampai sekarang masih belum baikan.


Saya juga tidak percaya semua omong kosong kamu, bilang mas Donal sudah punya wanita lain..mas Donal itu sangat mencintai saya jadi mana mungkin mas Donal berpaling dari saya itu sangat mustahil...dan satu lagi soal harta mas Donal saya tidak percaya semua hartanya di berikan kepada anak itu. Semua harta itu juga sebagian milik saya jadi mana mungkin mas Donal berani melakukan itu sama saya. Mas Donal itu tidak datang kesini untuk nenjenguk saya karena mas Donal sibuk kerja ngueus butik dan yang lain..jangan kamu pikir kamu bisa menghasut saya" Ujar bu Ratna.


Bu Ratna memang susa di bilang...padahal yang di katakan bu Anita itu ada yang benar ada juga yang salah, tapi yang salah itu hanya pak Donal punya wanita lain itu tidak benar kalau soal ini soal harta dan Alin berbaikan itu memang benar adanya...lagian bu Anita belum menunjukkan foto-foto Alin dan pak Donal kepada bu Ratna makanya bu Ratna tidak percaya.


"Terserah kamu percaya atau tidak yang penting aku sudah kasih tahu kamu, baru-baru ini Tuan Donal masuk rumah sakit sampai kritis dan kamu mau tahu siapa yang mengurus dia di rumah sakit? Dia di urus oleh Alin dan bahkan Alin datang ke rumah Tuan Donal dan membersihkan rumah itu dari halaman sampai kolam renang jadi sekarang rumah itu sudah terlihat indah, bersih dan rapi jadi walaupun kamu keluar dari sini kamu tetap menjadi gembel karena Tuan Donal tidak menerima kamu lagi


Mulai dari situ Alin memaafkan Tuan Donal dan meminta Tuan Donal untuk menjadi wali nikahnya mereka, dan sekarang mereka sudah sah nikah kemarin, Alin juga sudah sering ke rumah mewah yang kamu tinggalin dulu itu karena semua surat-surat sudah di bawah oleh Alin...hahah kasian ya hidup kamu sekarang miris sekali tahu, kamu sudah cape-cape menghabisi sahabat kamu sendiri demi mendapatkan suami dan hartanya, kamu juga sudah berhasil menyingkirkan Alin dari rumah dan di benci oleh ayah kandungnya tapi pada akhirnya yang jahat tetap kalah dengan yang baik dan tulus." ujar bu Anita.


"Anita bisa stop tidak berhenti bicara omong kosong kamu itu...mas Donal tidak mungkin lakukan itu terhadap saya...saya sudah bilang mas Donal itu sangat mencintaiku...dan dulu anak sialan itu benci banget sama nas Donal jadi man mungkin mereka baik...itu jangan sampai terjadi karena kalau benaran mereka berdua kembali baikan saya tidak punya kesempatan lagi untuk mengambil semua harta itu aku tidak mau usaha dan perjuangan ku sia-sia selama ini dong" ujar bu Ratna.


"Ratna kamu tidak perlu berharap lagi semua sudah berakhir Kamu dapat hasil apa dari perbuatan kamu, tidak ada bahkan usa kamu selama bertahun-tahun sia-sia, setelah kamu masuk penjara karena ketahuan kebohongan kamu dan putry kamu, kalian berdua dibuang begitu saja kayak sampah yang tak berguna...sial banget ya hidup seorang penjahat. Sudah berusaha mengambil semua harta milik suami yang di rampas dari sahabat baik sendiri eehh.....kena batunya.


Masuk kesini belum sampai disitu saya di hasut dan mau menbatalkan perjodohan dengan anaknya dan ikut menfitnah Alin tapi pada akhirnya aku menyesal mengikuti semua hasutan kamu."

__ADS_1


Kamu tidak perlu bermimpi Ratna, karena jika kamu tahu kenyataan ini mungkin kamu makin stres dan sebentar lagi kamu masuk rumah sakit, atau bisa jadi kamu gantung bunuh diri karena tidak tahan melihat Tuan Donal bersanding dengan seorang wanita cantik dan awet muda di sampingnya kamu pasti stres..."


"Anita kamu tahu dari mana semua cerita omong kosong kamu itu, mana mungkin mas Donal masuk rumah sakit, mas Donal itu sehat-sehat saja...dan saya tidak akan percaya semua omong kosong kamu karena semua harta itu sebagian atas nama mas Donal dan sebagian juga atas nama saya jadi mana mungkin anak sialan itu bisa menguasai semua harta saya...memang saya masuk penjara karena membunuh Laras tapi dia meninggal karena kesalahannya sendiri juga, siapa suruh dia merebut mas Donal dari saya.


Jadi saya merebut kembali hak saya jadi tolong jaga omongan kamu, soal perjodohan Saras dengan Jhovan siapa suruh kamu terhasut dengan perkataan saya...kamu yang bodoh...mau aja di bodohin...jadi aku tidak percaya semua omong kosong kamu karena mas Donal pas menunggu aku keluar dari sini kami hidup bahagia selamanya, dan aku menikmati semua kekayaannya."


Hahaha bahagia selamanya, siapa lagi yang mau dengan wanita jahat seperti kamu bu Ratna, tidak ada yang tahan dengan manusia jahat seperti anda jadi jangan berharap,kamu adalah wanita jahat yang menghalalkan segala cara demi memenuhi kebutuhan kamu, jadi lihat saja nanti jika kamu tahu semua bukti ini semua.


"Tidak masalah Ratna jika kamu tidak percaya dengan omongan saya, saya juga tidak perna memaksa kamu untuk percaya dengan setiap perkataan saya, tapi apakah setelah kamu melihat bukti ini kamu masih mau bilang kalau aku berbohong. Ini adalah foto Tuan Donal saat akad nikah Alin dan ada juga foto nikah saat resepsi, biar kamu tidak selalu bilang kalau aku ini pembohong dan aku ini ngaur kalau bicara. Jujur aku sebenarnya kasian sama kamu loh Ratna...sudah masuk penjara langsung di campakan oleh suami dan harta yang sudah bertahun-tahun di incar justru jatuh kembali ke tangan anak tiri sialan banget ya." Ujar bu Anita.


"Stop...Anita jangan kamu selalu menilai aku ini buruk, aku tahu kamu itu pembohong, makanya aku tidak percaya kalau memang benar kamu tidak bohong mana buktinya, saya akan percaya sama kamu Anita jika kamu benaran punya bukti, kalau kamu punya bukti apa pun yang akan kamu ceritakan saya akan percaya semuanya..tapi selagi kamu hanya omongan doang tapi tidak ada bukti apapun lebih baik kamu pulang aja, aku sudah cape pikiran jadi jangan buat aku makin stres disini.


Bukan kah kamu sudah tahu tujuan aku menikahi mas Donal selain aku mencintainya aku juga mengincar hartanya, karena kehidupan ini tidak cukup hanya cinta saja tapi uang. Jadi kamu jangan nakut-nakuti aku dengan segala omong kosong kamu."


"Baiklah jika kamu minta bukti aku akan berikan kepada kamu, maaf aku tidak bermaksud untuk membuat kamu pikiran tapi memang ini sudah saatnya kamu tahu agar kamu tidak berharap kepada Tuan Donal dan semua harta itu, aku tidak bohong soal harta yang sudah di serahkan ke tangan Alin. Kamu harus tenang jika aku menunjukan semua foto-foto ini kepada mu jangan kamu ribut disini nanti kamu di marahin sama petugas disini.", ujar bu Anita.


"Iya aku janji, aku akan tenang walaupun itu memang menyakitkan, aku pasti bisa menahan percayalah sama aku. Aku juga berhak tahu semuanya entah lah aku harus gimana" Ujar bu Ratna


Bu Anita keluarkan hp dari dalam tas tentengannya dan membuka file galerinya, awal kedatangan bu Anita untuk menjenguk bu Ratna pengen memarahinya tapi sekarang justru iba dan prihatin dengan kondisi bu Anita yang sangat berantakan sekali. Setelah bu Anita membuka foldernya bu Anita menyerahkan hp ke bu Ratna.


"kamu lihat ini Ratna, ini foto aku ambil pas resepsi pernikahan Alin. Kamu lihat baik-baik siapa yang duduk disitu bersama perempuan cantik itu, itu benaran Tuan Donal bukan?! Aku sudsh bilang sama kamu aku tidak bohong aku jujur karena aku sangat prihatin dengan kondisi kamu saat ini. Ada lagi foto disitu memang waktu akad nikah aku tidak di undang tapi aku ambil fito itu di berita yang lagi viral, kamu perhatikan siapa yang menjadi wali nikah disitu Tuan Donal bukan?.

__ADS_1


Saya tidak bohong Ratna..saya tahu kalau semua harta di balik atas nama Alin itu dari Jhovan entah Jhovan tahu dari mana tapi yang jelas saya percaya bahwa itu memang bukan kabar bohong saat aku melihat semua ini, waktu aku dan suami datang ke acara resepsi Alin terlihat Tuan Donal bahagia sekali dari senyum dan selalu tertawa bersama besan dan juga Alin" ujar bu Anita.


Bu Ratna yang memengang hp langsung gemetaran tangannya dan jatuh hp nya seketika...tidak terasa air matanya luruh begitu saja membasahi pipinya...bu Ratna tidak percaya semua yang ia lihat padahal belum satu tahun juga bu Ratna masuk penjara tapi pak Donal sudah punya wanita lain pikirnya dan banyak sekali perubahan setelah hubungan pak Donal dengan Alin kembali membaik.


Bu Ratna tidak tahu bagaimana usaha keras pak Donal hanya untuk mendapatkan maaf dari putrynya, sampai kritis di rumah sakit baru pak Donal mendapatkan kata maaf dari Alin. Bu Ratna mrnutup mulutnya dengan kedua tangannya, kali ini bu Ratna percaya bahwa pak Donal dan Alin sudah menjalin hubungan baik dan pak Donal juga sudah punya wanita lain, padahal wanita itu adalan nyonya Eska.


"Argr.....!"


"Mas...kamu sangat jahat kenapa kamu malakukan ini sama aku mas secepat itu kah kamu melupakan aku mas, atau jangan-jangan kamu sudah selingkuh di belakangku, kamu jahat.. mas kamu jahat....aku membenci mu mas...aku tidak akan membiarkan kamu bahagia lihat saja nanti mas. Kamu berani melakukan ini sama aku baiklah aku akan membuat perhitungan sama kamu, Anita tolong bantu aku untuk memberikan ini kepada laki-laki itu." ujar Bu Ratna menyodorkan sebuah kerta ke arah bu Anita


Sebenar bu Ratna sudah lama menulis surat itu dan mau mengirimnya ke pak Donal tapi belum sempat, sehingga ini kesempatan bu Ratna menitipkan surat itu kepada bu Anita untuk mengantarkannya kepada pak Donal.


"Apa ini Ratna? Terus kasihnya ke siapa"? Tanya bu Anita.


"Tolong berukan ini kepada laki-laki itu ya Anita...harus sampai di tangannya jangan kasih ke perempuan selingkuhannya takutnya tidak di berikan kepadanya, aku sudah lama menulis surat itu untuk nitip jika ada yang datang jenguk aku tapi tidak ada yang datang kebetulan kamu datang makanya aku nitip ke kamu makasih ya sudah datang jenguk aku" ujar bu Ratna tumbwn sangat lembut padahal tadi garang banget.


"Baiklah aku akan antar nanti ke rumahnya besok , itu pun kalau mereka sudah pulang dari hotel dan ada di rumah karen kemarin waktu resepsi mereka semua nginap di hotel jadi belum tahum mereka sudah pulang apa belum, semoga mereka sudah pulang biar surat ini sampaj di tangannya ya, kamu harus sabar segala sesuatu itu ada waktunya, mungkin dengan cara seperti ini kamu mulai intropeksi diri dan berubah jangan melakukan kejahatan lagi karena masih ada sesuatu yang ingin aku sampaikan kepada kamu Ratna, tapi sebelumnya aku tanya dulu, selama kamu disini perna tidak kamu ketemu dengan Saras." tanya bu Anita.


"Mau kasih tahu apalagi Anita....bagaimana aku ketemu dengannya kami tidak satu sel dan setiap kali ada kerja bakti katanya dia sakit dan tidak perna ikut memangnya ada apa dengan Saras Anita" tanya bu Ratna.


"Saras hamil Ratna perutnya sudah mau masuk enam bulan..dan tadi aku datang katanya anak Jhovan" ujar Bu Anita....

__ADS_1


Bu Rarta memang terkejut tapi tidak begitu karena bu Ratna yakin kalau Jhovan akan bertanggung jawab dengan kehamilan Saras.


"Kalau Saraa sudah hamil mau bagaimana lagi Anita, aku yakin anak itu memang anak Jhovan jadi aku tidak terkejut walaupun sebenarnya aku kasian karena hamil didalam penjara." ujar bu Ratna


__ADS_2