Aku Kembali Untuk Membalaskan Sakit Hatiku.

Aku Kembali Untuk Membalaskan Sakit Hatiku.
112


__ADS_3

Leo yang mendengar dari bibik kalau pak Donal lagi sakit parah dan saat ini kritis di UGD terkejut apalagi melihat air mata Alin tidak berhenti mengalir membuat hati Leo juga ikut sedih. Bagaimans Leo gak sedih Leo sangat menyayangi Alin jadi ia tidak suka melihat Alin menangis .


"Baiklah bik, saat bibik tetap disitu ya jangan kemana siapa tahu ada hal penting yang ingin disampaikan oleh dokter. Dan kalau ada apa-apa tapi kami belum sampai bibik tolong hubungi ya bik" ujar Leo


"Baik Den bibik akan menunggu disini sampai Den dan nona Alin datang, semoga setelah nona Alin sampai dan melihat kondisi Tuan Donal nona Alin membuka pintu maaf untuk Tuan kasian Tuan Den selama ini bibik selalu perhatikan Tuan kadang menangis sendiri"


" Amin doakan saja ya bibik semoga apa yang kita inginkan terjadikarena saya juga sangat berharap begitu bik. Kalau begitu makasih ya bik tolong sampaikan ke dokter untuk berikan perawatan yang terbaik kepada Tuan Donal berapapun biayanya tidak perlu kuwatir nanti saya yang akan membayar semuanya, sebentar lagi kami segerah kesana" ujar Leo


"Baik Den, bibik menunggu kedatangan Den dan nona Alin hati-hati dijalan Den" ujar bibik.


Leo segerah mengakhiri panggilannya dengan bibik dan menarik nafas dalam-dalam Leo juga binggung mau memulai dari mana aoa lagi melihat kondisi Alin begitu. Tapi Leo juga tidak mau lama-lama takutnya waktu Tuan Donal tidak banyak dan saat mereka sampai justru sudah meninggal. Akhirnya Leo gegas mendekati Alin Leo langsung memeluk Alin yang hanya air matanya saja yang mengalir tapi tidak ada suara sama sekali.


"Dek yuk kamu mau ikut kakak gak ke rumah sakit, soalnya kakak mau kerumah sakit mau bagaimana pun juga dulu ayah kamu itu adalah bos kakak, dan sekarang kakak sudah jadi kakak kamu itu artinya Tuan Donal juga adalah ayahku jadi kakak harus datang kesana siapa tahu ini hari terakhir kali untuk kita ketemu dengannya. Walaupun harapan kakak jangan sampai hal itu terjadi kalau harapa kakak jangan sampai itu terjadi" ujar Leo

__ADS_1


Devan yang belum tahu apa-apa terkejut mendengar perkataan Leo karena memang dari tadi Alin belum bicara apapun dengan Devan.


"Ha papa Donal sakit kakak ipar? Sejak kapan dan dirumah sakit mana kok kita baru diberitahu kalau papa Donal sakit?" tanya Devan.


"Iya Devan aku juga baru tahuvdari bibik kalau saat ini papa Donal lagi kritis di rumah sakit jadi, baru saja dilarikan kerumah sakit karena terjatuh dari tempat tindu kata bibik. Bibik yang menelpon tadi tapi karena aku gak tahu kalau itu nomor bibik makanya aku tidak mau angkat. Ternyata bibik menyampaikan kalau papa Donal ingin bertemu dengan adik untuk terakhir kalinya karena penyakitnya sudah sangat parah." jelas Leo


Penuturan Leo membuat Devan terkejut dan langsung menatap Alin, Devan berharap Alin memiliki kebesaran hati untuk datang menjenguk ayahnya selepas apa yang terjadinya itu terserah Tuhan yang ngatur yang penting papa Donal dapat maaf dari calon istrinya pikir Devan.


Karena Devan pengen setelah mereka selesai menikah Devan gsk mau ada permusuhan dan jaga jarak antara anak dan orang tua dan mertua dengan nenantu, kalau hubungan Tuan Donal dengan Alin belum membaik justru membuat hubungan kekeluargaan menjadi regang jadi Devan gak mau itu terjadi.


"Sayang apakah kamu tidak ingin menjenguk papa Donal ingat sayang sejahat apapun papa Donal dia tetap orang Tua sayang, lagian papa Donal tidak sepenuhnya bersalah yang salah itu adalah Saras dan bu Ratna sekarang mereka sudah mendekam di penjara kamu harus tahu sayang, waktu itu papa Donal juga binggung siapa yang harus ia percaya karena kalian semua orang-orang sama-sama yang terpenting dalam hidupnya, jadi tolonglah sayang yuk kita ke rumah sakit jangan sampai kamu menyesal sayang."


"Iya kakak, mas aku mau ketemu dengan papa aku sudah maafkan papa kok biarpun dulu papa Donal berbuat kesalah tapi aku baru sadar semua itu sudah diatur oleh Tuhan, karena dengan aku keluar dari rumah aku mendapatkan seorang bunda yang sangat baik dan kaya raya membuat hidupku sejatera."

__ADS_1


Alin bangkit dari duduknya dan menghapus air matanya Alin gegas ke kamar dan langsung merampas tasnya di atas meja dan keluar menemui kedua orang itu Leo dan Devan.


"Ayuk...mas, kakak. Kita segerah ke rumah sakit jangan sampai papa kenapa-kenapa memang dia sudah banyak berbuat salah kepadaku tapi tinggal dia jadi aku tidak mau kehilangan dia lagi, cukup kehilangan ibu saja aku sudah memaafkannya selepas dari semua perbuatannya terhadapku selama ini ." ujar Alin


Alin sudah duluan keluar dari aperteman dan di susul Leo dan Devan mereka gegas keluar dari apertemen dan menuju ke parkiran, mereka bertiga dengan satu mobil saja karena rencana mereka hanya ke rumah sakit terus langsungbpulang ke apertemen karena Yora pergi tadi pagi dengan membawah mobil jadi Leo tidak perlu menjemputnya.


"Kakak kalau nanti terjadi apa-apa sama papa bagaimana aku tidak mau kehilangan papa, biarkan papa menjadi wali di pernikahan aku nanti, aku tahu papa memang banyak melakukan kesalahan terhadap aku dan ibu karena lebih mendengar kedua perempuan ular itu, tapi sekarang aku sadar bahwa kita manusia tidak luput dari dosa dan kesalahan jadi kita harus saling memaafkan satu sama lain"


"Kita berdoa saja deh semoga papa Donal melewati masa kritisnya sekarang ini kita hanya berserah kepada Tuhan meminta pengampunan, agar Tuhan mengampuni segala dosa dan kesalahan papa Dobal, kamu sabar ya dik jangan sedih agar nanti saat papa Donal sadar dia bisa melihat kamu tenang" ujar Leo menyemangati Alin.


"Iya sayang kakak ipar benar kamu harus sabar dan kuat percayalah semua akan baik-baik saja, nanti saat kita sampai di rumah sakit suruh dokter pindakan papa Donal ke ruang vip, soal biaya biar aku yang menanggung semuanya"


Devan dan Leo terus Alin sampai di rumah sakit dan mereka langsung menuju ke resepsionis untuk menanyakan di mana ruangan pak Donal. Setelah mereka mendapatkan jawaban mereka langsung gegas pergi melalui koridor rumah sakit dan menuju keruangan pak Donal di rawat, dari kejauhan mereka bertiga sudah melihat bibik yang gak tenang sampai mondar-Mandir kayak cacing kepanasan sedangkan pak satpam masih duduk termenung di kursi ruang tunggu.

__ADS_1


"Bibik....."?


__ADS_2