
Oliv tidak terimah Cinta membela Alin ketimbang membela dirinya sehingga Oliv marah kepada Cinta padahal maksud cinta bukan begitu.
"Lo tega banget sih Cin bicara begitu sama gua, sebenarnya gua teman lo atau perempuan sinting itu sih seharusnya lo belain gua bukan dia Cin." ujar Oliv marah
Cinta yang mendengar perkataan Oliv agak sedikit tidak enak hati, mau menjelaskan seperti apa dulu sehingga si Oliv bisa paham...padahal maksud Cinta biar Oliv tidak terlalu jauh terjerumus kedalam masalah itu lebih baik cepat mencengahnya. Karena Oliv orangnya masih belum dewasa berpikir.
"Liv, lo itu kenapa sih bicara begitu, justru gua sayang sama lo, gua kuatir nanti lo kenapa-kenapa disana karena ula lo sendiri...lo sadar tidak Liv, apa yang lo lakuin sekarang sangat membahayakan diri lo dan bahkan akan merugikan diri lo. Dan orang tua lo Liv percaya ama gua kalau lo tidak mau mendengar nasihat gua tidak masalah Liv yang penting lo ingat orang tua lo disini, jangan egois Liv jadi orang... justru gua tidak mau kehilangan sahabat baik gua Liv makanya gua ngingatin lo tapi justru lo salah paham.
Ingat ya Liv, lo dan gua sudah lama berteman lo tahu jelas siapa gua dan gua tahu jelas siap lo...tapi sekarang lo sangat beruba Liv lo bukan Oliv yang dulu gua kenal...yang selalu mendengarkan nasihat gua memangnya selama lo berteman ama gua, gua perna melakukan kesalahan sama lo Liv? tidak perna ada. Jadi sekarang terserah lo deh parcuma Liv gua bicara panjang lebar mah lo tidak ada gunanya...maaf ya gua udah ngangguin lo...tadi gua talpon hanya mau bilang mah lo kalau James mau nyusul lo ke kota B. Ok ya gua matiin dulu."
Cinta langsung matikan hpnya tanpa menunggu jawaban dari Oliv membuat Oliv terkejut dengan perubahan sikap Cinta tadi, karena Cinta bukan tipe orang seperti itu. Padahal tadi Oliv baru mau nanya soal perkataan terakhir Cinta yang mengatakan kalau James mantan pacarnya datang mencarinya di kota B.
Bagaimana Cinta tidak kecewa dengan Sikap Oliv mereka sudah berteman lama tapi Oliv justru menuding Cinta lebih membela Alin ketimbang dirinya padahal Cinta karena sayang sama Oliv jadi mau menyadarkannya.
"Kenapa Cinta langsung matikan gitu ya, apa perkataanku barusan menyakiti hatinya dia tidak biasa seperti itu tapi kali ini dia matikan tanpa menunggu jawabanku. Dan apa tadi dibilang laki-laki bajingan itu ngapain pakek nyusul kesini segala lagi, jangan sampai dengan kedatangannya membuat rencanaku jadi berantakan karena ula dia...aduh bagaimana ini jangan sampai Cinta benaran marah sama aku. Lagian mulut ini kenapa lancang banget sih belum dengar juga penjelasan Cinta langsung marah akhirnya Cinta yang balik marahin aku."
__ADS_1
Sih Oliv makin pusing mikirin semua masalah yang menimpahnya satu masalah belum selesai satu masalah datang lagi, masalah dengan Alin belum kelar sekarang muncul masalah baru Cinta marah dan James justru mau datang ke kota B.
"Argh...... kenapa hidupku begini tidak perna bahagia...sedangkan perempuan gila itu bahagia...ah aku punya ide aku tidak perlu minta tolong sama pria itu, biar aku sendiri saja yang melakukannya...karena kalau minta tolong sama dia justru karena Cintanya kepada perempuan itu membuat semua rencana gagal." silahkan lakuksn sendiri biar masuk penjara juga sendiri Liv jangan ngajak-ngajak.
Padahal tadi katanya kerja sama dengan Jhovan, sekarang beruba pikiran kira-kira Oliv punya rencana apa ya jangan sampai Oliv masuk kedalam lubang yang dia sendiri yang mengalinya, kamu akan menyesal Oliv tidak mau mendengarkan perkataan Cinta.
Akhirnya Oliv kembali menjalankan mobilnya dan menuju ke sebua kaffe yang buka 1x24 jam Oliv mau menenangkan dirinya dan menghilangkan stresnya dengan minum..minuman beralkohol...
Sedangkan di perusahaan Alin duduk di kursi kebesarannya sambil menunggu Yora, karena rencana sore nanti mereka mau pergi jenguk pak Donal di rumah sakit. Harapan Alin semoga saat Alin datang sudah ada perkembangan dengan kondisi sang ayah.
Devan juga sudah menghubungi Alin mengabari kalau sebentar lagi Devan akan ke perusaha'an Alin...Alin hanya jawab iya saja tapi tidak membritahukan kepada Devan kalau Oliv datang ke perusaha'annya.
Alin tidak habis pikir dengan kelakukan bar-bar Oliv..pantas saja Devan tidak mau dengannya karena sifatnya buruk sekalinya.
Setelah Oliv pergi Leo masih didalam ruang Alin karena ada yang mau Leo sampaikan kepada Alin. Hari ini Leo mau bongkar rahasia selama ini yang Leo sembunyikan.
__ADS_1
"Dik maafin kakak ya soalnya ada yang mau kakak bicarakan sama kamu soal perempuan itu dik.." Alin menoleh dan manatap Leo.
"Soal apa kakak perempuam itu kenapa"? Tanya Alin.
"Sebenarnya diam-diam perempuan itu membayar orang untuk membunuh kamu deh dengan cara tabrak lari." Sontak Alin yang tadi duduk santai Alin bangkit dari duduknya dan menghadap ke Leo minta penjelasan.
"Maksud kakak apa? Perempuan gila itu mau membunuh Alin begitu? kakak tahu dari mana dan siapa orang yang dia bayar kakak."?
"Kamu tidak perlu takut dik karena orang yang dia bayar itu adalah kakak sendiri" ujar Leo
"Ha....kok bisa sih kakak bagaimana ceritanya dia bayar kakak terus kenapa tadi seolah tidak mengenal kakak sama sekali buktinya dia saja tidak bicara apa-apa tadi soal kakak."
"Iya dik ceritanya agak panjang sih...suatu waktu pas malam hari, perempuan itu sepertinya dia baru datang tidak sengaja kakak mendengar pembicaraannya dengan seseorang, entah kenapa kakak penasaran sehingga kakak duduk didekatnya tenyata dia mencari seseorang untuk dia bayar berapapun orang itu minta asal dia mau membunuh seorang wanita bernama Alin. Awalnya kakak pikir Alin itu kan banyak tidak mungkin adik kan namun ternyata dia lanjut lagi perkataannya kalau dia tidak akan membiarkan Alin itu merebut calon suaminya yang bernama Devan.
Jelas kakak terkejut akhirnya kakak cari ide...kakak pakek topeng dan pura-pura mendekatinya kakak mengaku sebagai seorang pembunuh bayaran, dan kakak baru keluar dari penjara kakak mau cari uang makan... dan kakak mau melakukannya asal dia mau membayar dua miliyar."
__ADS_1
"Ha...terus kakak..." tanya Alin astaga bukannya takut justru penasaran dengan cerita Leo.
"Bodohnya dia tidak bertanya nama kakak terus penasaran dengan wajah kakak bagaimana tapi langsung di setujui akhirnya kami janjian di sebuah taman dan ia memberikan kakak uang sebesar satu koma lima miliyar." Leo ceritakan semuanya sampai tadi Oliv telpon Leo marah-marah terus Leo alasan ada di kampung karena ayahnya sakit akhirnya Oliv kembali kirim satu miliyar lagi seketikan mata Oliv membulat sempurna menyayangkan kebodohan Oliv.