Aku Kembali Untuk Membalaskan Sakit Hatiku.

Aku Kembali Untuk Membalaskan Sakit Hatiku.
203


__ADS_3

Oliv bangun dari tidurnya dan gegas ke kamar mandi untuk mandi, karena Oliv berniat untuk jembali ketemu dengan Devan, Oliv belum menyentu hpnya sama sekali jadi dia tidak tahu ada telpon dari siapa, atau ada kiriman pesan dari siapa, Oliv sama sekali sudah melupakan semalam tiba-tiba foto sang ibu jatuh dasar Oliv tidak merasa jika sang ibu sudah meninggal.


Hanya karena suami orang Oliv jadi anak durhaka lupa dengan perjuangan orang tuanya, sekaran ibunya meninggal saja Oliv tidak tahu karena memang tidak ada yang mengabari Oliv.


Didalam kamar mandi Oliv mengelus perutnya yang masih rata belum kelihatan perutnya, jadi sementara waktu Oliv masih berpenampilan seksi mau tebar pesona dengan suami orang, dia tidak tahu kalau istri Devan sekarang lebih ganas dari singa. Oliv melupakan semalam mendapatkan amukan dari Alin sehingga dia mau datang untuk mencari masalah lagi dengan Alin jangan sampai melewati batas kesabaran Alin, terus Alin menghajarnya bisa keguguran nanti.


"Nak baik-baik disana ya jangan nakal- nakal, jangan membuat mama pusing kamu harus sehat biar ayah kamu tetap menyayangi kita. Pokoknya kamu jangan ngusain mama sayang sekarang mama berjuang untuk mendapatkan keadilan dari ayah kamu, dia mala sibuk dengan perempuan lain sedangkan kita di abaikan. Mama akan perjuangkan hak kita nak. Mama tidak mau kamu lahir tanpa ayah dan nanti kamu hidup sengsara karena kamu tidak di akui.


Kamu ya mas Deva, kamu lebih perhatikan perempuan itu ketibang kamu perhatikam istri dan anak kamu, dimana hati nurani mu jangan kamu pikir aku berhenti sampai disini mengejar kamu, jika aku tidak berhasil disini mendapatkan kamu, setelah kita kembali ke kota B aku akan datang ke perusahaan kamu untuk meminta pertanggung jawaban. Aku tidak akan terimah kamu dan keluarga kamu memperlakukan aku seperti ini" Gumam Oliv dalam hati.


Setelah selesai mandi Oliv keluar dari kamar mandi dan mulai merias wajahnya dengan make up tebal, memang dari dulu Oliv suka make tipis tapi semenjak Oliv hamil Oliv suka pakek make up tebal, mungkin biar bisa menutup muka tebalnya.


Urat malu Oliv sudah putus semua jadi tidak ada lagi yang tersisa makanya apapun yang di katakan orang di dekatnya dia sama sekali tidak mau mendengarnya sama sekali. Justru dia anggap itu masalah bagi dirinya dan memusuhi sahabatnya sendiri.


Oliv make up wajahnya setelah selesai Oliv kembali mengambil pakiannya untuk di pakek nanti, Oliv juga rencana setelah selesai ketemu dengan Devan Oliv ingin ke mall untuk beli keperluannya juga, ternyata pak Kim hanya ngancam aja untuk menarik semua uang yang ada di atm Oliv tapi ternyata setelah Oliv cek semua uang itu masih ada.


Tapi kalau untuk uang bulanan dari pak Kim untuk Oliv sudah di hentikan jadi Oliv memang sudah tidak dapat apa-apa lagi dari pak Kim, sekarang Oliv pakek uang tabungannya selama ini Oliv tabung.


"Untung papi tidak jadi memblokir atm ku jadi aku masih bisa pake uang ini, kalau tidak aku tidak bisa melakukan apa-apa lagi karena uang ku terbatas..aku mall aja deh setelah ketemu dengan Devan biar aku suruh Devan antar aku, kami berdua pergi berbelanja pasti dia mau, sebenarnya Devan itu dari dulu dia pria yang baik dan tidak perna berlaku kasar pada seorang perempuan apalagi sama aku Devan itu sangat menyayangiku tapi setelah dia ketemu dengan perempuan sialan itu dia berubah drastis.


Kalau aku ingin mendapatkan kembali Devan aku harus sabar menghadapi sikap devan sekarang, aku yakin jika aku sabar Devan pasti kembali memilih aku dan meninggalkan perempuan itu. Sekarang aku harus segerah menemui Devan karena aku yakin Devan pasti sudsh bagun dan lagi sarapan" gumam dalam hati.


Oliv mengambil hpnya dan mengecek siapa saja yang menghubunginya, dan ternyata ada balasan pesan dari Cinta karena Oliv kirim pesan menanyakan kondisin maminya tapi Cinta tidak langsung balas sehingga Oliv ketiduran. Dan saat Oliv bavun ternyata sudah siang jadi Oliv baru sempat baca pesan dari Cinta.


"Eh...ini pesan dari Cinta, sejak japan Cinta balas pesan ini ya aku baru baca, kenapa papi sama sekali tidak menghubungi aku ya padahal semalam jelas-jelas telponku masuk tapi justru di toalak dan setelah itu tidak aktif


(" Lo nggak perlu nanyai ibu lo lagi ama gue, karena gua ama lo nggak ada hubungan apa-apa lagi dan satu hal yang perlu lo inggat bahwa lo pasti nyesal karena nggak mau mendengar nasihat gua, soal perkembangan ibu lo nanti lo tanya saja sama hati lo apakah ibu lo masih sehat atau sudah di panggil Allah, inggat lo jangan hubungi gua lagi, gua nggak punya sahabat seegois lo demi suami orang lo lupa diri kalau lo keluar dari mana ibu lo kritis rumah sakit tapi apa lo punya hati untuk pulang nggak ada bukan? Jadi lo nggak perlu nanya kabar mami lo lagi")


"Loh maksud Cinta apa ya, memangnya kenapa kalau aku nanyain kabar mami, justru di suruh nanya sama hati ku lagi, aku kan kuawatir dengan kondisi mami makanya aku tanya aku telpon papi tapi justru papi tidak angkat aku tahu pasti papi marah karena video yang viral itu tapi seharusnya mengerti perasaan anaknya seperti apa juga, papi kan tahu aku sangat mencintai Devan jadi seharusnya papi mengerti perasaan aku, bukannya papi bersikap seperti itu"gumam Oliv.


Kembali ke restoran Alin dan Devan sementara sarapan pagi, tiba-tiba hp Alin berdering saat Alin melihatnya ternyata Yora yang telpon.


Dretttt....dreeettt.


"Sayang itu hp kamu bunyi cobal cek dulu siapa tahu penting" ujar Devan.


"Siapa sih orang lagi sarapan juga telpon" gerutu Alin sambil mengambil hp dari sama tas.


"Siapa sayang" tanya Devan.

__ADS_1


"Mbak Yora mas mungkin mau tanya keadaan kita disini bagaimana." Ujar Alin.


"Ya sudah angkat sayang mungkin lagi sama mama dan bunda disitu"


Alin langsung angkat video call dari Yora.


"Hay mbak.."


"Hay Lin, kamu ngapain udah sarapan belum, tadi mama dan bunda mau bicara tapi mereka ada keluar katanya ada pergi ketemu dengan teman-tsmannya, kalian berdua baik-baik aja kan?"


"Iya mbak ini sementara sarapan kakak Leo mana mbak, salam buat mama dan bunda ya nanti Alin telpon mama sama bunda" ujar Alin.


"Hallo adik, bagaimana kabar kalian disana baik-baik aja bukan, oh kakak hanya mau ngasih tahu saja hati-hati kalian ya soalnya kami dengar perempuan licik itu sudah datang kesana menyusul kalian kalau berani terjadi apa-apa sama kalian kakak habisi dia nanti" ujar Leo


Kebetulan Leo dan Yora di apertemen sehingga pas Yora telpon Leo juga ikut nimbrung karena lihat adik kesayangannya.


"Hallo kakak, kami baik-baik aja kok disini ini lagi makan, kalau soal perempuan itu kakak tidak perlu kuatir karena Alin sudah hajar dia, jadi ternyata dia itu nginap di hotel yang ada di depan kami kakak jadi semalam saat kamu makan malam di restoran dia datang kesini membuat ula jadi Alin menamparnya jam segini dia belum tunjung batang hidungnya jangan-jangan dia sudah tidak bernafas."


"Nah mantap itu adik hajar dia jangan biarkan dia menganggu bulan madu kalian, dia kayak iblis aja dimana kalian pergi disitu dia aja, memang perempuan itu benar-benar anak durhaka dan egois, maminya baru saja meninggal loh, soalnya entah siapa yanf hubungi papa dan mama mereka tahu kalau ibunya baru saja meninggal , ibunya masuk rumah sakit setelah videonya viral di acara resepsi kalian itu, sekarang dia lebih mementingkan kejar suami kamu ketimbang dia pulang untuk urus ibunya."


"Astaga jadi maminya meninggal? Kasian orang tuanya meninggal gara-gara sikap egois dan durhaka anaknya, biarin saja nanti juga dia menyesal sudah pergi meninggalkan orang tuanya giliran pulang justru orang tuanya sudah meninggal." Ujar Alin


"Ya sudah adik kalau begitu lanjut sarapan lah kakak masih ada keperluan atau mau bicara dengan mbak kamu, salam ya buat adik ipar bilang kata kakak jaga baik-baik adiknya jangan sampai ada yang kurang sedikit pun dari dirinya ya hehehe" ujar Leo


Leo kembalikan hp kepada Yora karena ada yang ingin Leo kerjakan sedangkan ibu Neska dan ibu Asta lagi pergi, katanya pergi ketemu teman-teman dan juga sekalian ke mall, dua orang wanita parubaya itu suka sekali pergi ke mall padahal mereka juga bukannya tidak punya butik.


"Mbak Yora sudah makan belum"? Tanya Alin.


"Sudah dong Lin, sial banget tuh cewek hanya ingin mengejar Devan kesana sampai dia tidak peduli dengan ibu kandungnya yang meninggal di kota A tahu, sepertinya dia memang tidak di beritahu makanya dia benar-benar tidak tahu, siapa yang tidak emosi hanya dia anak satu-satunya tapi dia tidak bisa membuat orang tuanya bangga dan bahagia, justru membuat orang tuanya sedih bahkan sampai meninggal" ujar Yora.


"Iya mbak, perempuan tidak jelas itu ada disini biarkan saja berapa hari lagi kami akan pulang jadi biar dia tetap disini saja heran aja sih calon suaminya baik banget tapi kok bisa-bisanya dia menolak pria itu dan justru mengejar suamiku, kayak gini lah kalau suami kita kaya dan paling tanpan pasti di incar semua cewek, tapi tidak semua sih seorang cewek suka sama suami orang walaupun ada palingan hanya menganggumi aja kalau soal memiliki jangan karena sudah milik orang." Ujar Alin.


"Astaga Lin...mana ada lagi dia berpikir begitu, aku aja berpikir jika dia sudah trauma mendekati Devan setelah dia di permalukan di depan banyak orang, itu aja dis tidak trauma sama sekali sampai dia datang nyusul kalian kesana gila banget nggak sih. Kalau seandainya itu aku mungkin aku tidak akan keluar dari kamar satu bulang saking malunya" ujar Yora.


"Dia tidak punya urat malu lagi mbak sudah pada putus semua urat malunya, oh ya, mbak. Nena masih disitu atau sudah pada pulang semua" tanya Alin.


"Semua keluarga besar masih disini mereka belum yang pulang masih menunggu kepulangan kaluan katanya,karena kata mama kalian pulang terus buat syukuran dulu soalnya setelah buat syukuran kalian harus ikut ke kota A untuk perkenalan disana sama keluarga yang tidak sempat datang untuk buat acara lagi disana, kita semua ikut kok kesana nanti" ujar Yora


Jadi nanti setelah Alin dan Devan pulang dari dubay keluarga besar Devan ingin mengadakan syukuran kecil karena kedua anaknya sudah pulang, setelah itu mereka kembali ke kota A untuk buat acara lagi disana, baru lah kembali ke kota B untuk kerja.

__ADS_1


Kalau menurut kemauan ibu Asta ingin Alin dan Devan kembali lagi ke kota A untuk tinggal menetap disana tapi itu sangat sulit karena pekerjaan dan bisnis mereka berdua ada di kota B jadi mereka masih memikirkan.


Setelah mereka bicara panjang lebar akhirnya Alin mengakhiri panggilan telpon dengan Yora.


"Sayang apa kata kakak Leo tadi" tanya Devan karena dari tadi Devan lebih sibuk makan sambil suapin Alin jadi tidak fokus dengan pembicaraan Alin.


"Kata kakak Leo dan mbak Yora kalau maminya si Oliv meninggal tapi gila banget ya manusia itu tidak ada pikiran sama sekali" ujar Alin, Devan terkejut mendengarnya hanya saja, menurut Devan itu sudah takdir jadi mau gimana lagi.


"Itu sudah takdir sayang, biarkan saja nanti juga dia menyesal jarena sudah meninggalkan orang tuanya, yuk kalau sudah selesai makan kita langsung pergi saja" ujar Devan.


Alin dan Devan keluar dari restoran dan menujuh ke mobil karena sekretaris Dimas sudah menyiapkan mobil saat Devan dan Alin hendak masuk kedalam mobil ada suara cempreng memanggil Devan dan Devan kenal banget suara itu makanya Devan cepat-cepat masuk kedalam mobil.


"Devan....devan tunggu! Kamu mau kemana Devan aku mau bicara loh sama kamu, tolong buka dong pintu mobilnya aku juga mau ikut sama kamu Dev..." ujar Oliv.


"Tuan bagaiman buka pintu atau kita langsung berangkat saja" tanya sekretaris Dimas.


"Jalan saja sekretaris Dimad jangan menghiraukan dia, dia bukan siapa-siapa jadi untuk apa dia harus ikut sama kita" ujar Devan.


"Baik Tuan muda" ujar sekretaris Dimas langsung hidupkan mesin mobil dan menjalankan mobilnya tanpa menghiraukan teriakan dari Oliv.


"Devan!....Devan...tunggu aku juga mau ikut jangan tinggalkan aku Devan, kamu sangat keterlaluan sama aku, pak tolong ikuti rombongan mobil depan ya" ujar Oliv


"Waduh itukan mobil rombongan Tuan muda non apakah tidak apa-apa kita mengikuti mereka, saya takut non saya di marahin karena mengikuti mereka dari belakang." ujar pak sopir.


"Pak saya ini calon istrinya mana berani dia marah, pak tenang saja ikuti aja kemana mereka pergi" ujar Oliv bangga.


"Loh, memangnya benar non calon istrinya tapi setahu saya Tuan muda sudah punya istri cantik non...yang tadi saya lihat mesra sekali masa non calon istrinya, non saya hanya kasih saran saja non kan cantik lebih baik cari saja pria lain jangan nganggu hubungan rumah tangga orang itu tidak baik non" ujar pak sopir.


"Eh....brisik banget sih pak, suka-suka saya dong saya ini calon istrinya, sedangkan wanita yang bersama dia itu adalah pelakor yang sudah berhasil merebut calon suamiku. Jadi kalau bapak tidak tahu apa-apa lebih baik diam saja itu lebih baik dari pada bapak bicara bikin kepala saya makin pusing." ujar Oliv membuat pak sopir diam saja karena memang kalau soal berdebat Oliv jagonya.


Sedangkan Alin dan Devan sudah dalam perjalanan ke mall du beritahu oleh sekretaris Dimas jika Oliv mengikuti mereka dari belakang.


"Maaf Tuan muda sepertinya nona Oliv mengikuti kita dari belakang deh...apakah kita menghadang dia saja apa gimana"? Tanya sekretaris Dimas.


"Biarkan saja mungkin semalam belum cukup berbekas atau belum cukup sakit makanya dia mau minta tambah, jalan saja biarkan dia ikut sampai kemana kita pergi" ujar Alin


"Baik nona"


"Kamu benar-benar belum kapok ya perempuan sialan, kenapa kamu selalu memganggu kehidupan ku dari dulu sampai sekarang, mungkin kaki dan tangan kamu masih utuh semua makanya kamu selalu menganggu baiklah akan aku ladenin kamu, kamu masih beruntung karena kamu hamil mau gimana pun aku ini masih punya hati nurani jadi tidak mungkin aku berlebihan melakukan kekerasan terhadap kamu tapi kalau kamu tetap seperti ini aku akan tega untuk melakukannya" gumam Alin dalam hati.

__ADS_1


"Sayang biarkan saja Dimas menghentikan dia kan ada pengawal di belakang, dari pada kita ternganggu oleh karena dia memang kamu tidak emosi melihatnya? Mas aja emosi" ujar Devan.


Devan tidak mau Alin merasa ternganggu dengan kehadiran si Oliv terus mengikuti mereka sehingga Devan memberikan saran untuk menghentikan Oliv namun Alin tidak mau katanya biarkan saja.


__ADS_2