
Bu Asta mulai menjaili bu Neska, karena memang dari awal bu Asta pengen bu Neska menikah dengan pak Donal saja agar Alin bisa balik ke kota A kalau sudah menikah dengan Devan. Namun bu Neska belum berikan jawaban sama sekali. Sekarang ini bu Neska hanya fokus dengan pernikahan Alin dulu soal hubungan dengan pak Donal itu soal belakang, lagian Alin juga belum tentu setujuh bu Neska menikah dengan pak Donal.
"Ya begitu lah besan kita kan sama-sama sudah tua jadi pasti mengerti lah kebutuhan mereka, apalagi baru selesai sah di mata Tuhan dan semua tamu yang hadir hari ini, saya sebagai ayahnya Alin saya menyerahkan putry saya seutuhnya untuk kamu menjaganya nak, saya juga sangat berterimah kasih kepada bundanya Alin nyonya Neska yang sudah menjadi bunda yang baik buat Alin selama ini, saya sebagai ayah sangat menyesal dan merasa gagal menjadi seorang ayah yang baik." ujar pak Donal
" Besan lupakanlah semua masa lalu itu, sekarang ini hari bahagia putra putry kita jadi kita harus bahagia bersama, tidak ada manusia sempurna di dunia ini semua punya dosa dan salah tapi bagaimana kita bisa mengubah itu semua, jadi besan lupakan semua itu sekarang belajar melangkah ke depan mari kita sama-sama menjaga dan mengajari anak-anak kita" ujar Tuan Davin.
"Iya benar besan, saya juga berterimah kasih kepada putra saya Leo yang sudah menjaga adiknya selama ini, kasih sayangnya terhadap adiknya membuatnya lebih memilih meninggalkan saya demi adiknya, persiapkan diri kalian ya nak karena setelah selesai acara adik kamu, kamu juga akan nyusul"
Leo yang berdiri di samping pak Donal langsung memeluk pak Donal, suasana haru seketika menyelimuti mereka semua. Yora juga berdiri tidak jauh dari situ meneteskan air mata.
"Hummm hari ini hari bahagia tapi justru kita menangis bagaimana sih, sana nak Devan ganti pakian aja kalian dan istirahat" ujar pak Donal
"Iya pah, mah, bunda. Kita istirahat dulu ya" ujar Devab namun tiba-tiba Leo datang mendekati Devan baru membisikan sesuatu ke telinga Devan membuat Devan tertawa geli.
"Ingat jangan dulu menyentuh adikku dulu, memang dia sudah sah menjadi istrimu tapi ingat acara puncaknya nanti malam jadi jangan sampai kalian berdua kelelahan sebelum acara selesai adik ku sudah lelah malam kamu bebas tidak dapat jatah hahaha" ujar Leo.
Devan tidak menghiraukan perkataan Leo dan langsung mengendong Alin di bawah masuk kekamar untuk menganti baju. Devan merutuki Leo didalam hatinya karena kejailan Leo membuat yang lain ikut tertawa karena parcuma Leo berbisik sama aja kedengaran juga.
Setelah sampai di dalam kamar Alin hendak ganti ganti kebayanya sekalian mandi untuk membersihkan make up nya. Namun Alin kesusahan membukanya sehingga Devan menawarkan diri untuk membantu Alin membuka kebaya itu.
__ADS_1
"Mas, Alin yang duluan mandi atau mas? soalnya Alin mau ganti kebaya dulu rasanya berat banget rambut Alin dan kebayanya membuat Alin susa bernapas hehehe " ujar Alin.
"Bagaiamana kalau kita mandi sama-sama aja sayang kan kita sudah sah menikah, walaupun belum melakukan apa-apa tapi tidak masalah bukan kalau kita mandi sama, atau sayang takut sama mas? Tenang saja mas masih bisa tahan kok jadi masih tidak akan macam-macam walaupun macam-macam tidak masalah hehehe" ujar Devan membuat wajah Alin merah merona karena malu.
"Mas bisa tidak nanti malam aja soalnya Alin pengen cepat mandi gerah banget mas padahal ada Ac tapi tidak terasa dinginnya" ujar Alin.
" Ya sudah sini mas bantu buka kebayanya, soalnya mas lihat kamu sangat kesusahan membukannya. Jangan takut mas hanya lihat sedikit saja hehehe." ujar Devan.
Karena Alin memang kesusahan membuka kebayanya terpaksa Alin membiarkan Devan membantu buka kebayanya, Alin langsung lari masuk kedalam kamar mandi membuat Devan terkekeh melihat tingkah istrinya itu.
" Wajah kamu lucu banget sayang kalau malu, bagaimana aku tidak ngemas melihat kamu wajah kamu imut dan mengemaskan apalagi kalau pasang wajah imut begitu. Siapa yang tidak ngemas cobak" gumam Devan dalam hati.
Alin merendam tubuhnya kedalam bathtub dan menutup matanya, sehingga Alin membiarkan air menusuk pori-porinya membuat Alin merilekskan pikirannya, sambil menikmati air yang sejuk.
Hampir tiga puluh menit Alin didalam kamar mandi akhirnya selesai mandi juga, saat Alin keluar dari kamar mandi mendapati Devan sudah nyenyak tidur di atas tempat tidur mungkin karena Devan kecapean dan kelamaan menunggu Alin mandi.
"Waduh mas Devan sudah tidur sepertinya kelamaan aku mandi deh makanya ketiduran, biarkan dulu tidur sebentar tunggu sampai aku selesai ganti baru bangunin mas Devan." Gumam Alin.
Alin langsung ganti pakiannya dan setelah selesai barulah Alin mendekati Devan dan membangunkan Devan dengan lembut. Namun Devan sama sekali tidak ada respon.
__ADS_1
"Mas, bagun mas biar mandi dulu baru istirahat atau tidak perlu lah lagian tadi mas mandi bukannya kena kotor, tadi tidak kemana juga kalau aku kan harus hapus make up makanya aku mandi. Ternyata kalau mas Devan tidur tanpan sekali baru kali ini aku lihat mas Devan tidur, sudah tanpan, penyayang dan kaya raya lagi, pantas aja perempuan Sinting itu ngotot menghancurkan hubungan kami berdua, oh ya. Ngomong-ngomong perempuan sinting itu kemana ya apa dia tidak tahu kalau aku dan mas Devan sudah menikah.
Tapi bagus juga kalau dia tidak tahu jadi tidak ada yang menganggu acara bahagia kami, aku yakin dia pasti tidak tahu makanya dia tidak datang membuat onar disini" ujar Alin
Karena Alin sibuk dengan pikirannya sambil menatap wajah Devan, Alin tidak tahu kalau ternyata Devan hanya pura-pura tidur sehingga Devan mendengar semua perkataan Alin. Hal itu membuat Devan senyum.
"Sayang sudah puas mentap wajah mas yang tanpan ini, ya mas tahu sih mas paling tanpan sehingga sayang tidak ingin jauh dari mas" ujar Devan sengaja mengodahAlin, hal itu membuat wajah Alin merah merona.
"Ah...mas sudah bangun kenapa diam saja dari tadi sih mas kirain mas tidur nyenyak ternyata sudah bagu. Yok mandi sana mas biar istirahat Alin sudah ngantuk banget pengen istirahat." ujar Alin.
"Kenapa buru-buru tidur sayang memangnya sudah puas menatap wajah ganteng mas, bukannya tadi sayang sangat menganggumi ya ketanpanan mas" ujar Devan.
"Ciehhhhh....Tuan muda jangan terlalu percaya diri lah, bangun biar mandi" ujar Alin sedangkan Devan terkekeh.
Alin langsung naik ke atas tempat tidur dan membaringkan tubuhnya sambil membungkus tubuhnya dengan selimut tebal. Hal itu membuat Devan makin gemas dan langsung memeluk Alin dari belakang membuat alin merasa geli.
"Mas...Alin geli tahu mandih gih sana mas Alin pengen istirahat."
"Sayang, mas tidak mandi lagi nanti sore aja tadi juga mas mandi tidak apa-apa bukan yuk istirahat lah biar mas temani" ujar Devan, Alin hanya menurut saja.
__ADS_1