Aku Kembali Untuk Membalaskan Sakit Hatiku.

Aku Kembali Untuk Membalaskan Sakit Hatiku.
179


__ADS_3

Karena pak Roy tidak mau membuka pintu untuk bu Anita, terpaksa bu Anita malam ini tidur di kamar tamu, dengan kesal bu Anita menujuh ke kamar tamu untung kamar tamu juga bersih kalau tidak harus bersihkan tengah malam.


"Hmmm jadi kesal banget sama anak ini gara-gara dia papa marah sama aku sampai mengunci pintu kamar, apa sih hebatnya si Alin sampai Jhovan begitu tergila-gila padanya memang si kalau di lihat dari kekayaan dia sangat kaya setelah mendapati ibu angkatnya yang sangat kaya setelah di usir dari rumah. Seharusnya dia berterimah kasih sama aku dan Jhovan karena kami berdua dia bisa bertemu dengan orang kaya dan hidupnya menjadi sukses, tapi kenapa dia membenci Jhovan dan membuat perusahaan bangkrut dasar perempuan tidak tahu diri setelah dia meninggalkan Jhovan dan ketemu dengan pria yang lebih kaya raya dia merasa seolah dia sangat tersakiti.


Lihat aja kamu Alin akan aku buat perhitungan sama kamu! ini semua gara-gara kamu terpaksa aku tidur di kamar tamu, suami dan anak ku justru menyalakanku dan membela mu aku tidak terimah di perlakukan begini, dan kamu juga perempuan sinting ini gara-gara kamu dan ibu kamu aku memaksa Jhovan memilih mu dan meninggalkan Alin sekarang justru kamu yang masuk penjara, anak ku frustasi Alin bahagia menguasai harta ibu angkatnya dan ayahnya astaga menyesal aku deh. Pokoknya aku harus istirahat karena besaok aku akan ke lapas ketemu dengan kedua wanita licik itu." Ujar bu Anita mengundel di kamar.


******


Keesokan harinya pagi-pagi bu Anita sudah bangun dan bersiap awalnya bu Anita hendak pergi, tapi masih pagi bu Anita berpikir kalau masih pagi tahanan pada melakukan aktfitas jadi bu Anita tunggu jam sembilan baru berangkat ke lapas tanpa pengetahuan Jhovan dan pak Roy. Karena masih pagi-pagi pak Roy sudah berangkat ke restoran tanpa bicara apapun dengan bu Anita, mungkin pak Roy masih kesal dengan istrirmnya sedangkan Jhovan yang rencana hari ini akan pergi survei teman untuk bagun rumah makan di urung karena tangannya masih sakit.


Jam segini Jhovan belum bagun tapi pak Roy sengaja tidak membangunkan Jhovan pak Roy tahu kondisi anaknya, sebenarnya pak Roy juga kasian dengan Jhovan tapi pak Roy biarkan saja berikan pelajaran juga pada Jhovan agar tidak semena-mena terhadap pak Roy.


Sekita jam setengah sembilan bu Anita sudah selesai siap dan sangat rapih keluar dari rumah dan masuk kedalam mobil, bu Anita pesan kepada bibi di rumah kalau nanti Jhovan atau pak tanya bilang saja ada keperluan.


"Bi...nanti kalau bapak dan Jhovan tanya bilang aja ibu ada keperluan ya, sebentar saja kok" ujar bu Anita.

__ADS_1


"Baik bu"


Bu Anita langsung keluar dari rumah dan masuk kedalam mobil berlalu pergi, sekarang bu Anita dalam perjalanan meneju ke lapas tujuan utamanya adalah untuk memarahi Saras dan bu Ratna.


"Aku beli makanan nggak ya, kalau aku tidak bawah apa-apa nanti mala aku di cueigai lagi kenapa aku datang jenguk orang tidak bawah makanan, sedangkan aku paling tidak suka bawah makanan untuk mereka. Ya terpaksa aja bawah agar bisa di ijinkan masuk karena bawah makanan, lebih baik aku singgah rumah makan aja deh biar ku beli seadanya saja yang penting bawah." ujar bu Anita


Dengan berat hati bu Anita turun dari mobil dan membeli beberapa bungkus nasi isi ayah penyet, setelah selesai beli bu Anita kembali masuk kedalam mobil dan berlalu pergi. Tidak lama kemudia mobil bu Anita berbelok masuk ke parkiran lapas, bu Anita parkir mobil dengan sempurna setelah itu bu Anita keluar dari mobil dan gegas menghadap petugas lapas.


"Selamat pagi bu ada yang bisa saya bantu." tanya seorang petugas.


"Oh boleh saya minta KTP ibu? dan apa yang ibu bawah bisa di cobak?" pinta petugas, bu Anita lamgsung menyerahkan KTP dan makanan yang di bawah untuk di periksa.


"Mari ikut saya bu, ibu duduk disini saja dulu nanti ibu Saras di panggil.


Bu Anita duduk santai di ruang pengunjung, sedangkan di sebuah ruangan berukuran kecil seorang ibu hamil susa paya duduk di lantai hanya beralasksn kasur tipis penampilannya sangat prihatin wajahnya kusut sekali bahkan rambutnya saja tidak di sisir lagi duduk termenung sambil mengelus perutnya.

__ADS_1


"Sayang kamu baik-baik saja di dalam ya, papa kamu berjanji akan datang menjenguk kita dan membawahkan kita susu sayang, tapi sampai sekarang kenapa belum datang juga, apakah papa kamu begitu sibuk sayang sampai lupa kalau kita menunggunya, semoga orang tua dari papa kamu mau menerimah kamu sayang, maafin mama ya mama yang sudah membuat kamu menderita padahal masih di dala. Perut mama kamu sudah merasakan seperti ini.


"Mama yang berdosa, mama yang terkutuk bukan kamu nak jadi kamu tidak boleh ikut menderita kamu harus hidup bahagia setelah kamu lahir kamu harus tinggal saya papa kamu." ujar Saras namun tiba-tiba ada seorang sipir memanggilnya.


"Ibu Saras silahkan keluar ada kunjungan untuk anda" ujar seorang sipir. Membuat Saras terkejut tapi juga senang karena Saras pikir yang datang adalah Jhovan.


"Ha....siapa bu...?" tanya Saras.


"Keluar saja dulu nanti lihat sendiri" ujar sipir.


Pintu tahanan langsung di buka dan kedua tangan Saras kembali di borgol baru Saras melangkah ke ruang tunggu, namun awalnya Saras melangkah dengan senyum mengembang seketika berhenti dan senyumnya itu hilang saat melihat siapa yang datang.


"Kenapa yang datang tante Anita ya, aduh jangan sampai dia marah lagi sama aku, ketemu nggak ya aku kembali lagi kedalan kali ya, tapi ya sudah aku harus ketemu dengannya biar aku bisa jelaskan semua ini aku jangan menghindar begini terus, mau bagaimana pun anak ini akan jadi cucu pertamanya" Saras melangkah mendekati bu Anita dengan senyuman manis, namun justru bu Anita sangat jutek.


"Pagi tante, ada apa tante datang kesini" tanya Saras.

__ADS_1


"Memangnya kalau aku kesini kenapa? Suka-suka ku lah, aku kesini ingin bicara sama kamu karena gara-gara kamu sekarang Jhovan frustasi di rumah, gara-gara kamu dañ ibu kamu yang pembunuh itu membuat anak ku hancur, kalau seandainya dulu aku tidak di perdaya oleh kamu dan ibu kamu mungkin Jhovan sudah menikah dengan Alin dan tidak frustasi kayak gini, akhirnya aku di salahkan sama suami dan Jhovan, memang kamu dan ibu kamu pembawah sial nyesal aku kerja sama dengan kalian berdua" ujat bu Anita membuat Saras terkejut


__ADS_2