
Jhovan merutuki kebodohannya yang tidak meminta alamat Oliv saat mereka bertemu, lagian waktu itu Jhovan juga pikirannya lagi kalut banget memikirkan bagaimana nanti kalau benaran Alin jadi menikah dengan Devan...hanya memikirkan itu saja Jhovan sudah tidak iklas apalagi benar terjadi.
Jhovan masih merendam didalam bathtub tapi pikirannya melayang kemana-mana, memikirkan cari Oliv dimana agar cepat ketemu.
"Ah dari pada aku suntuk diriumah lebih baik aku pergi saja main-main ke alun-alun siapa tahu saja ketemu dengan perempuan itu disana. Hampir satu jam Jhovan berendam didalam bathtub akhirnya dia keluar dari kamar mandi dengan wajah lebih segar dan fres.
"Hummm segar banget rasanya setelah selesai mandi, tadi malas kali mandi makanya badan lemas banget tapi setelah selesai mandi badan ini terasa rigan dan enak." Jhovan mengerutu dalam hati.
Setelah Jhovan selesai ganti pakian dan merasa sudah pas ia keluar dari kamar dan hendak keluar dari rumah, namun langkahnya terhenti saat suara bariton memanggilnya. Jhovan menoleh kebelakang dan ternyata pak Rio sudah berdiri dibelakangnya menatap Jhovan dengan tajam.
"Jhovan, mau kemana kamu? Kerjaan kamu setiap hari hanya keluyuran gak jelas bukannya bantu ayah untuk urus restoran kamu hanya pergi gak jelas kemana" bentak sang ayah
"Ayah Jhovan juga pusing lagi cari cara untuk mendapatkan uang, nanti lah Jhovan pikirkan lagi kalau mau bantu ayah di restoran. Jhovan mau keluar dulu siapa tahu ada teman punya lowogan kerja di perusahaannya."
Pak Rio hanya gelengkan kepala dengan tingkah laku Jhovan yang tidak mau bantu orang tuannya.
Jhovan bergegas pergi meninggalkan sang ayah masih berdiri mematung di ruang tengah.
"Pah...ada apa berdiri disitu sambil melihat keluar begitu ada yang papa cari", datang bu Anita mendekati sang suami.
__ADS_1
"Lihat itu mah...ini lah hasil didikan mama selama ini membuat Jhovan makin tidak bisa di atur, keluar malam pulang pagi entah keluyuran kemana binggung, setelah perempuan itu masuk penjara hidup anak itu tidak menentuh." bentak pak Rio marahi bu Anita.
"Pah...sabar namanya juga anak muda jaman sekarang pah....yang penting dia tidak melakukan hal jahat di luar sana, selagi dia masih melakukan hal baik dan bisa mengontrol diri tidak apa-apa pah, dari pada dia dirumah juga tidak melakukan apa-apa nanti papa marah lagi." biasanya bu Anita juga keras kepala susa dibilang, tapi sekarang setelah perusahaan dibuat bangkrut oleh Devan semuanya beruba bu Anita sering sekali menghabiskan waktunya di rumah kadang kalau bosan baru bu Anita sekali-sekali ikut ke restoran bantu pak Rio.
"Memangnya mama yakin anak itu tidak melakukan hal jahat diluaran sana? Awas saja kalau berani dia lakukan kesalahan lagi papa benaran usir dia dari rumah ini tanpa bawah apapun" bu Anita menelan salivanya dengan kasar. Jangan sampai itu terjadi karena selama ini Jhovan tidak perna mandiri apa-apa selalu meminta kepada orang tua.
Sedangkan Jhovan sudah masuk kedalam mobil dan berlalu pergi meninggalkan halaman rumahnya.
"Awas saja Devan hidup keluarga aku kayak gini karena ulah kamu, aku akan membuat perhitungan denganmu dan aku akan merebut kembali Alin dari kamu enak saja kamu menikah dengannya dia itu tunanganku dulu, seandainya dulu aku tidak termakan rayuan iblis sih Saras mungkin sekarang aku sudah bahagia dengan Alin dan dia bukan calon istri kamu tapi dia istriku. Jadi jangan harap kamu memilikinya."
Ternyata Jhovan rencana merebut kembali Alin dari Devan hehehe silahkan saja kalau bisa, lagian Alin juga sudah buang dirimu jadi saat ini calon suami Alin itu Devan bukan kamu Jhovan kamu harus tahu diri.
Jhovan mengendarai mobilnya membelah jalan raya yang agak macet apalagi ini sudah mau sore jadi semua orang berbondong-bodong pulang kerja karena ingin ketemu istri dan anak dirumah ada juga yang ingin cepat istirahat.
Jhovan yang sedang kesal karena macet tiba-tiba hpnya berdering. Ia melihat dan ternyata temannya yang dulu sering ke klub awalnya Jhovan malas angkat karena Jhovan yakin pasti dia di ajak ke club, sedangkan sekarang dia tidak cukup punya banyak uang untuk nanti bayar minum. Jhovan tidak angkat akhirnya mati kirain sudah tidak telpon lagi ternyata hp kembali berdering dengan nama kontak yang sama dengan kesal Jhovan mengangkat telponnya.
"Hallo bro ada apa telpon mulu dari tadi, kayak ada hal penting saja, aku lagi nyetir jadi apa perlu apa" tanya Jhovan dengan sedikit mengeras suaranya.
"Hallo Van kamu jangan marah begitu dong santai bro, aku telpon mau ajak kamu nanti malam kita ke klub yuk, kamu ada waktu kan, kalau soal pembayaran tidak perlu pikirkan karena kita makan dan minum gratis. Karena ada teman yang ulang tahun jadi dia rayain di club makanya dia undang kita semua, datang ya ini gratis loh kapan lagi kita mendapat gratisan selagi ada"
__ADS_1
Jhovan berpikir kalau pulang kerumah suntuk, terus kalau ke alun-alun belum tentu ketemu orang yang ia cari justru habiskan uang untuk sekedar beli minun, lebih baik ikut saja sekali-sekali selagi gratis pikirnya. Dengan antusias Jhovan mengiyakan untuk ikut bergabung kesana.
"Ya, sudah tunggu ya aku segerah kesana kebetulan aku di jalan juga jadi aku langsung kesana saja, kalian sudah disana belum kalau belu nanti saja aku datang tapi kalau sudah aku sengerah kesana" tanya Jhovan
"Oh, datang aja sekarang kalau begitu karena kami juga sudah dalan perjalanan mau ke clup sebentar juga sudah sampak kok, kami tunggu ya"
Ternyata semua temannya Jhovan rencana menjebak Jhovan dan biarkan tidur dengan perempuan yang sudah mereka sewa.
"Eh kalian sudah dengarkan Jhovan katanya mau datang bagaimana rencana kita buat dia mabuk, baru kita jebak dia dengan seorang cewek di hotel aku yakin dia pasti akan malu sekarang dia sudah jatuh miskin siapa juga yang mau berteman lagi dengannya ogah ah" mereka semua tertawa bersama
Tapi bodohnya teman itu saat dia bicara begitu telponnya belum di matikan dia pikir kalau Jhovan sudah matikan telpon itu, tapi ternyata belum jadi Jhovan mendengar semua pembicaraan mereka membuat hati Jhovan sakit.
Ternyata begini teman-temannya bermuka dua, saat dia punya banyak uang mereka minjam tanpa ganti tapi giliran sekarang hidup Jhovan susa mereka ternyata begitu.
Jhovan langsung matikan hpnya dan menepikan mobil di pingir jalan langsung memukul setir mobilnya dan berteriak kencang.
"Argh......kurang ajar kalian semua katanya teman ternyata teman bermuka dua...baiklah aku akan mengikuti permainan kalian kita lihat saja nanti aku yang akan di permalukan atau kalian semua dan besok semua orang tua kalian akan malu kita lihat saja" sunyum licik terpancar di bibir Jhovan
Setelah ia menenangkan diri akhirnya Jhovan kembali menjakankan mobilnya dan menuju ke klub dimana temannya mengadahkan pesta, Jhovan menenangakan diri agar saat sampai disana jangan sampai kehilangan kendali.
__ADS_1
Akhinya Jhovan sampai di tempat tujuan dan langsung disambut oleh semua teman bermuka dua, sebenarnya Jhovan muak tapi demi mencapai tujuan jadi dia santai seolah tidak terjadi apa-apa.
"Hay bro...akhirnya kamu datang juga makasih ya sudah datang kami dari tadi sudah menunggu, yuk minum dulu sedikit saja masa sampai disini gak minum." Jhovan menerimanya dan langsung meminumnya.