
selesai memandikan anak anak pagi ini aku berencana berkunjung ke makam orang tua ku. berhubung aku masih di Indonesia aku ingin mengenakan anak anak kakek nenek mereka.
sebelum berangkat ke makam aku mampir ke rumah Hera. aku mau memberikan dia hadiah pernikahan, kado yang mana dulu menjadi impiannya. sambil menyetir aku menolehkan kepala ke kursi belakang putra kembar ku lagi asyik makan biskuit yang slalu aku sediakan.
" jangan lupa air putihnya diminum " ujarku sambil memberikan dua botol air putih.
" mommy ley au inum cucu aga " ucap Rey dengan suara cadelnya ia mengayunkan tangannya seolah olah menunggu susu pemberianku.
" lay uga " lanjut si bungsu sambil menirukan gaya saudaranya itu.
" stock susunya habis sayang, nanti mommy belikan " aku menatap anakku dengan pandangan minta maaf. aku selalu menuruti apa mau putra kembarku ini.
semenjak mereka diculik dulu aku lebih protektif dengan mereka. dari mulai asupan makanan, susu, sayuran dll. aku selalu mengutamakan mereka di atas keinginan ku. apalagi sejak kecil mereka tidak mengenal ayah mereka, meski begitu aku tetap menunjukkan foto Rafi kepada putra kembar. bagaimana pun Rafi tetap ayah kandung mereka.
__ADS_1
dan juga aku tidak ingin putraku merasakan apa yang kurasakan saat kehilangan orang tua waktu kecil. aku akan memberikan mereka banyak cinta sehingga mereka tak kekurangan kasih sayang.
" ley au inum cucu " Rey menatap wajahku dengan memelas. mungkin karena aku sering memanjakan mereka, mereka jadi sering begitu jika tidak di turuti kemauannya.
" ya ini Mommy cari super market terdekat dulu ya " begitulah jika aku melihat tatapan anakku, aku tak kan bisa mengecewakan mereka. karena aku sesayang itu.
sesampai diparkiran supermarket, aku menurunkan Rey dan Ray dari dalam mobil. lalu aku mengendong Ray dan mengandeng Rey.
aku menekan bel rumah Hera. tidak lama Hera membukakan pintu rumah nya untukku.
" apa sejauh itu hotel Lo sama tempat tinggal gue " ujar Hera sebal karena lama menggungku datang. ya mau bagaimana lagi putra kembar di supermarket tadi ribut dengan jajanan yang mereka beli. ya mereka mengambil semua jajaran yang mereka sukai tanpa sepengetahuan ku. mereka aku dudukan dalam troli belanjaku dengan mengapai makan makanan kesukaan mereka.
mendengar protestan Hera aku hanya menunjuk putra kembar ku yang dengan santainya melepaskan genggaman ku lalu masuk rumah Hera tanpa permisi.
__ADS_1
" bagaimana gue bisa marah kalau mereka selucu ini " lanjut Hera sambil menghampiri Ray lalu mencium kedua pipi gembul Ray dengan gemas. merasa diperlakukan semena mena Ray pun menatap ku meminta pertolongan, tangan nya yang kecil terulur meminta gendonganku.
" Ra lepasin anak gue, loe gak lihat wajah nya semenderita itu " aku menghampiri Hera yang masih asyik menguyel nguyel Ray dengan gemas. lalu aku mengendong dan memberikan pelukanku sambil mengelus ngelus punggungnya.
tak kehilangan akal karena Ray ku ambil Hera pun ganti menghampiri Rey yang saat ini sedang asyik minum susu pembelian ku tadi. Rey yang merasa di hampiri bahaya berusaha berdiri dan lari dengan mengunakan kaki kaki nya yang kecil. meskipun begitu Rey pun kalah cepat dengan Hera, Hera langsung memeluknya dan menciuminya dengan membabi buta.
merasa dianiaya Rey pun memberikan perlawanan dengan berusaha mengigit dan menarik rambut Hera dengan kencangnya karena merasakan kesakitan.
" gangan nacal agi ya " nasihat Rey dengan dewasa sambil menatap Hera dengan muka sebalnya.
###########
halo maaf ya dua hari ini saya belum update karena sibuk dengan aktivitas dunia nyata. apalagi libur lebaran sudah habis, kuliah online tetap jalan dan masih tetap harus bekerja. dengan aktivitas yang padat itu juga diharuskan sehat dan hidup bersih itu membuat jadwal ku benar benar padat. apalagi kemarin di tempat kerjaku ada problem jadi itu bikin mood ku dawn. karena itu aku mutusin kalau updatenya mau dua hari sekali tidak setiap hari... gimana menurut kalian setuju apa tidak... aku tunggu balasa. kalian ya....
__ADS_1