Back To You

Back To You
Chapter 90


__ADS_3

Baru saja mobil yang dikendarai Rafa dan Hanna meninggalkan halaman rumah mereka di Little Paul street, Rafa harus menepikan mobilnya untuk mengangkat panggilan video dari mamanya.


Dalam hati Rafa, ia merasa lega karena mamanya menelpon diwaktu yang tepat, saat dirinya dan juga Hanna tengah bersama. Jadi ia tidak perlu bingung untuk mencari-cari alasan yang masuk akal dan bisa diterima oleh mamanya.


"Halo, ma." Sapa Rafa saat panggilan video itu tersambung.


Tampak mama Salma yang tengah bermain dengan Abby dilayar ponselnya, yang kemudian juga menarik atensi Hanna untuk menyapa ibu mertuanya.


Menghabiskan waktu beberapa menit untuk bertelepon dan melepas kerinduan pada sang mama dan juga anggota keluarganya yang lain, Rafa akhirnya mengakhiri panggilan itu. Rafa kembali menginjak pedal gasnya dan melajukan mobilnya menuju Floating Harbour. Lokasi yang akhirnya dipilihnya untuk berjalan-jalan bersama Hanna.


......................


"Harusnya kita kesini pas bulan Juli kemarin." ucap Hanna saat menyusuri jalan di Floating Harbour.


"Emangnya kenapa? Sekarang pun juga rame kok."


"Eleanor bilang, setiap bulan juli akan selalu ada festival kapal-kapal klasik gitu."


"Oh, kan masih ada bulan Juli tahun depan." Jawab Rafa dengan santai.


Floating Harbour atau Bristol Harbour merupakan pelabuhan utama kota Bristol yang terletak di tepi sungai Avon. Dulu, pelabuhan ini bernama Port of Bristol karena digunakan sebagai bongkar muat kapal cargo, tetapi sekarang dijadikan sebagai tempat wisata. Disekitarnya terdapat museum galeri seni, kafe, restoran, hotel dan gudang cargo yang masih dilestarikan.

__ADS_1


"Gini doang, Han?" Rafa mengomentari tempat wisata tujuan mereka hari ini.


"Ya emang gini doang, kak. Tadi kan udah aku bilang, tapi kak Rafa yang ngotot mau kesini, sekarang protes."


"Hahahaha... gue bukannya protes, Han." Rafa mengusak rambut Hanna, merasa gemas karena sejak pagi tadi Hanna sensitif sekali.


"Gue cuma heran aja, tempatnya kan cuma begini tapi kenapa banyak turis yang kesini."


"Ya karena Floating Harbour punya daya tarik tersendiri bagi mereka." Hanna merapikan rambutnya yang sedikit berantakan karena Rafa. Dia kemudian duduk di sebuah kursi yang menghadap ke arah pelabuhan, diikuti oleh Rafa yang duduk di sebelahnya.


"Jadi elo udah jalan-jalan ke semua tempat di Bristol?"


Hanna menganggukkan kepalanya. "Bisa dibilang begitu. Aku, El, Gwen sama Patricia udah keliling Bristol selama dua bulan ini. Ke Taman Botanical punya universitas Bristol, kesini, terus ke Victoria park, banyaklah. Bahkan kami juga pergi ke kebun binatang Bristol."


"Ya emang ada larangan kalo udah gede enggak boleh pergi ke kebun binatang? Lagian seru tau jalan-jalan ke kebun binatang pas udah gede gini."


"Hahahahaha... kalo gue mah ogah, Han. Mending disini aja duduk-duduk daripada harus ke kebun binatang."


"Enggak bisa! Pokoknya next time kalo kak Rafa enggak pergi ke Glasgow, kita harus pergi ke kebun binatang. Biar kak Rafa tau gimana serunya jalan-jalan ke kebun binatang sekarang ini."


Rafa hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. Percuma saja menolak, karena pasti Hanna akan gencar memaksanya.

__ADS_1


"Oiya kak, aku punya ide. Udah aku pikirin dari tadi sih, tapi aku enggak tau kak Rafa bakalan setuju atau enggak."


"Ide apaan?"


"Hmm... gimana kalo... tiap kak Rafa pergi ke Glasgow, aku ikutan."


Rafa menautkan kedua alisnya, mencoba mencerna apa maksud dan tujuan dari ide yang dikemukakan oleh Hanna.


"Kalo lo mau jalan-jalan, gue bisa anterin, Han. Enggak perlu lo capek-capek ikut ke Glasgow buat bantuin nyari Alita." imbuh Rafa.


"Bukan soal jalan-jalannya, kak. Tapi... kalo aku ikut kak Rafa, aku bisa bantuin kak Rafa ngawasin orang-orang di sekitar, jadi kak Rafa bisa fokus nyetir mobil. Terua juga kalo keluarga kita ada yang telpon kayak tadi, kita enggak perlu pusing cari-cari alasan lagi."


Rafa mempertimbangkan ide yang Hanna berikan barusan. Mungkin dengan keikutsertaan Hanna bersamanya dapat membantunya mencari keberadaan Alita di Glasgow yang sangat luas itu. Lagi pula, ia juga tidak mungkin mengendarai mobilnya selambat keong hanya untuk memperhatikan orang-orang yang berada di jalanan Glasgow.


Dan soal kemungkinan keluarganya akan menelpon saat weekend, Hanna memang benar. Selama ini memang mereka selalu berbohong. Entah sudah berapa banyak dosa yang mereka tabung selama dua bulan berada di Bristol ini.


"Elo bisa kecapekan, Han."


Hanna menggelengkan kepalanya. "Enggak, kak. Justru kak Rafa tuh yang capek banget. Aku bisa tidur selama perjalanan menuju Glasgow ataupun Bristol, tapi kak Rafa harus tetep nyetir. Boleh ya aku ikut? Aku kan juga pengen ketemu kak Alita."


Hanna benar-benar memohon kepada Rafa. Tentu saja Hanna ingin membantu Rafa agar dapat segera menemukan keberadaan Alita, dan tentu saja Hanna ingin bertemu dengan Alita.

__ADS_1


"Tapi kalo lo ada banyak tugas, atau emang lagi enggak enak badan, jangan maksain buat ikut. Oke?" ujar Rafa yang segera diangguki oleh Hanna.


"Oke. Kalo begitu Sabtu depan kita ke Glasgow sama-sama."


__ADS_2