
"Jadi, kalian menikah muda?" tanya Eleanor disela-sela makan siang mereka.
Hanna tampak berpikir bagaimana harus menjelaskannya kepada Eleanor. Terlebih mereka baru saling mengenal, dan Hanna tidak mungkin menceritakan semuanya kepada Eleanor.
"Maaf, bukan maksudku ingin tahu-menahu soal kehidupan pribadimu. Tapi, aku sungguh tidak menyangka kau telah memutuskan untuk menikah diusiamu yang belum genap delapan belas tahun, Hanna. Kau tau, menikah adalah keputusan yang besar." imbuh Eleanor.
"Ya, kau benar, El. Menikah memang suatu keputusan yang besar, dan aku pun tidak percaya jika aku dengan begitu mudahnya mengambil keputusan itu."
"Tapi kau melakukannya, itu berarti kau hebat, Hanna." Eleanor memuji Hanna dengan tulus. Bahkan mengacungkan kedua ibu jarinya ke arah Hanna.
"Suamiku... berusia enam tahun diatasku."
"What? Aku kira... kalian seumuran! Kau benar-benar penuh kejutan, Hanna."
Hanna tersenyum ke arah Eleanor. "Ya, dia berusia dua puluh empat tahun. Dan dia juga sedang melanjutkan studinya disini."
"Jadi, kalian menikah karena untuk berkuliah disini?"
__ADS_1
Hanna menganggukkan kepalanya. "Kau tau, El, budaya kami agak... berbeda dengan kebudayaan barat. Dan... orangtua kami... khawatir jika sesuatu itu... terjadi sebelum pernikahan."
"Ah iya, aku memahaminya, Hanna. Kalau begitu ceritanya, berarti kalian juga menunda untuk memiliki momongan ya?"
Hanna begitu saja tersedak. Eleanor yang mengetahui jika pertanyaannya barusan adalah penyebab Hanna tersedak langsung tertawa dan menyodorkan minuman Hanna ke arahnya.
"Jangan terlalu serius, Hanna. Aku hanya bercanda hahaha...."
Setelah meminum minumannya dan selesai dengan acara tersedaknya, Hanna langsung membela dirinya. "Tentu saja kami menundanya, El. Aku telah jauh-jauh datang kesini, dan aku tidak ingin terlalu banyak cuti kuliah karena lebih mementingkan memiliki anak."
"Kau benar, Hanna. Dan tentu saja kau harus menikmati masa mudamu dulu. Karena jika memiliki anak maka sebagian besar waktumu akan banyak tersita untuk terfokus padanya."
Hanna menganggukkan kepalanya. Dia tentu saja tidak ingin melanjutkan topik pembicaraan ini sebelum akhirnya melebar ke arah pembicaraan lainnya. Meskipun Hanna tahu jika Eleanor tidak akan membahasnya lebih mendalam.
Hanna menikmati waktunya bersama Eleanor. Setelah menyelesaikan makan siang mereka, Eleanor kembali mengajak Hanna berjalan-jalan santai di sekitar St. Michael's Hill dan menunjukkan beberapa tempat makan dan yang lainnya kepada Hanna.
Hanna berharap jika persahabatannya dengan Eleanor akan terus berjalan dengan baik. Setidaknya dia tidak akan merasa sendiri saat keluar dari rumahnya, karena Eleanor akan selalu ada untuk menemaninya berjalan-jalan selama dia berkuliah di Bristol.
__ADS_1
......................
Rafa memang bangun lebih awal pagi ini. Ia memang telah berencana untuk pergi ke Glasgow lebih awal. Kepergiannya setelah bertengkar dengan Hanna kemarin bukan hanya untuk menenangkan diri, tetapi juga mencari informasi tentang rute menuju Glasgow dan juga mencari tempat untuk persewaan mobil atau semacamnya.
Rafa memilih untuk menyewa mobil beserta jasa sopir pribadi karena ia ingin sekaligus menghafal jalan yang harus ia lewati jika ingin ke Glasgow. Nantinya saat mobil yang dijanjikan papanya telah tiba, Rafa akan berkendara sendiri menuju Glasgow. Jadi menurutnya, tidak masalah jika sekarang ia merogoh kocek yang cukup dalam untuk menyewa mobil beserta sopirnya.
Perjalanan menuju Glasgow ternyata cukup lama. Butuh waktu enam jam lebih untuk akhirnya sampai di kota terbesar di Skotlandia ini. Sesampainya di Glasgow, Rafa kembali dipusingkan dengan tujuannya mengunjungi kota ini. Ia memang ingin mencari keberadaan Alita, tapi ia tidak tahu harus mulai dari mana. Karena ia sama sekali tidak mendapat informasi tentang dimanakah Alita tinggal bersama keluarga kakaknya.
Setelah berpikir sejenak dan mengajak sopirnya untuk makan siang, Rafa akhirnya memutuskan untuk pergi ke Kelvingrove Art Gallery and Museum. Rafa memang tidak yakin jika Alita akan berada disana, tapi siapa tahu kebaikan author akan mempertemukan mereka disana bukan?
Dibuka kembali pada tahun dua ribu enam setelah perbaikan selama tiga tahun, galeri dan museum ini menjadi salah satu tempat wisata paling populer di Skotlandia. Museum ini memiliki dua puluh dua galeri, yang menampung berbagai pameran. Termasuk seni Renaisans, taxidermy, dan artefak dari Mesir kuno. Koleksinya cukup bervariasi, yang antara lain terdiri atas sejarah alam, persenjataan perang dan baju besi, dan berbagai karya seni yang lahir dari beragam aliran dan periode sejarah.
Selain benda bersejarah, museum Kelvingrove juga sering melakukan pameran karya seni kontemporer hasil pertukaran dengan museum lainnya. Museum ini telah menjadi salah satu destinasi wisata paling populer di Glasgow sejak dibuka pada tahun seribu sembilan ratus satu.
Menghabiskan waktu cukup lama untuk berkeliling, Rafa tidak hanya melihat-lihat benda yang dipamerkan di museum tersebut. Tetapi juga untuk mengamati para pengunjung yang datang ke museum pada hari itu. Tidak ada wajah Alita yang tertangkap oleh matanya, dan itu membuat kepala Rafa mejadi pusing.
Entah bagaimana caranya nanti dapat menemukan keberadaan Alita. Entah bagaimana cara yang akan ia gunakan nanti dalam misinya mencari Alita. Karena sampai sekarang pun Rafa tidak memiliki ide yang bisa membantunya untuk menemukan Alita dengan segera.
__ADS_1