
Rex menatap ku yang semakin bergelayut manja dengannya hanya bisa bisa membalas pelukanku. melihat itu aku tersenyum dan mendongak menatap Rex. merasa ditatap olehku Rex pun menundukkan kepalanya entah siapa yang memulai duluan bibir kami bertemu.
awalnya hanya menempelkan bibir saja lama lama kami terbuai suasana. aku mulai membuka bibirku, lidah kami saling bersautan. tanganku merangkul pundak Rex mencoba memperdalam ciuman kami. tangan Rex yang semula merangkul ku mulai bergerak untuk melepaskan bajuku.
" boleh kan " ujar Rex dengan wajah merah yang mulai menahan hasratnya.
mendengar itu aku hanya menatapnya sambil tersenyum dan tersipu malu. dan semakin mendekat kan diriku pada Rex. melihat persetujuan ku Rex mencium ku kembali dan memperdalam ciuman kami.
....................
aku terbangun tepat pukul 10.00 pagi. aku melihat sekitar kamar yang berantakan akibat ulah kami berdua membuatku tersenyum malu. aku mencoba berdiri dari ranjang untuk pergi ke kamar mandi meski sakit aku paksakan karena aku ingin mencari Rex. aku sudah merindukan Rex, ingin juga Rex ku simpan dalam kamar kami agar Rex jadi milikku seorang.
keluar dari kamar, aku melangkah mengelilingi rumah untuk mencari Rex dan ternyata Rex berada di ruang makan. ia sedang menyiapkan sarapan untuk kami berdua. dia sangat tampan sekali pagi ini. langka ku ku percepat untuk sampai ke Rex.
__ADS_1
" sarapan dulu " ujar Rex menyadari kehadiran ku, ia menyodorkan nasi goreng seafood yang mana itu adalah menu favorit ku.
melihat itu aku hanya tersenyum dan memulai makan masakan buatan Rex, aku tidak mengajak ngobrol karena aku tau Rex tidak suka mengobrol saat makan.
" aku ingin membahas sesuatu denganmu " mendengar itu aku mendongakkan kepala dan menatapnya heran. ekspresi Rex terlihat serius dan tajam. ia menyodorkan amplop coklat besar kepadaku. meski heran aku menerimanya dan membuka amplop coklat tersebut.
" aku gak tau kenapa kamu kasih ini ke aku ? " didalam amplop coklat tersebut ada surat penceraian yang mana disana sudah ditangani oleh Rex.
" sejak awal ini semua permainan kamu kan, aku hanya mengikuti alurnya... " ucap Rex dengan nada marah, ia menatap ku tajam seolah olah ingin menghakimi ku.
" tau kalau dari awal kamu yang menjebak ku untuk menikahi mu !" jawab Rex sarkas sambil membanting meja.
" Rex aku bisa jelasin... ini tidak seperti yang kamu pikir..." aku panik karena Rex tau hal ini. tapi meskipun begitu aku tidak ingin kehilangan Rex. aku sangat mencintainya.
__ADS_1
" Sindang nya terjadwal dua minggu lagi, aku harap kamu berkontribusi dengan baik "
" Rex seenggaknya kamu harus dengar penjelasan dariku " air mataku mulai berjatuhan aku menggenggam tanyanya mencoba meyakinkan nya bahwa ini semua tidak seperti yang Rex pikirkan.
Rex hanya memalingkan wajahnya dan berdiri dari meja hendak pergi meninggalkanku. melihat itu aku langsung memeluk erat Rex mencoba menahannya.
" aku sangat mencintaimu Rex... kamu harus percaya itu "
Rex hanya diam berusaha pergi dan melepaskan rangkulan ku dalam tubuhnya.
" Rex aku mohon jangan pergi, bahkan aku akan bersujud agar kamu menerima permintaan ku ini, aku sungguh sangat mencintai mu Rex " meski aku harus kehilangan harga diriku tapi tidak masalah Rex lebih berharga dari pada harga diriku.
Rex menatap ku benci dan melepaskan rangkulan ku dan menghentakkan diriku dengan keras. aku pun tersungkur ke lantai akibat dorongan nya.
__ADS_1
" yang kudapat dari cintamu hanyalah penderitaan " Rex pun melangkah pergi dan meninggalkan ku. aku menangis keras merutuki kebodohanku yang tidak bisa menahan Rex pergi.
# flasback off #