
"Jadi karena Alita nikah makanya kamu jadi demam tinggi begini?" Tanya mama Salma saat membawakan baki berisi sarapan untuk anak bungsunya itu.
Rafa yang baru saja bangun tidur langsung menyandarkan punggungnya pada headboard, sembari mengamati mamanya yang sedang membuka tirai jendela kamarnya.
"Acaranya kan sampai sore doang, terus kamu pergi kemana setelah itu? Mama aja sampai enggak tau kamu semalem balik jam berapa?"
Mama Salma masih saja mengoceh layaknya burung berkicau dipagi hari. Kini kedua tangannya bahkan sibuk, satu tangan untuk mengecek seberapa panas tubuh anaknya itu, dan satu tangannya lagi mengarahkan thermogun ke dahi Rafa.
"Kenapa diem aja sih? Sebegitu patah hatinya kamu karena ditinggal Alita nikah?"
Rafa menggelengkan kepalanya. Bukan karena tidak ingin menjawab segala pertanyaan mamanya, tapi karena kepalanya terasa begitu pusing dan ingin melanjutkan tidurnya kembali.
"Kenapa bajumu ini kayak... basah?" Mama Salma bertanya kembali saat memungut setelan jas yang dikenakan Rafa kemarin teronggok di lantai. "Kamu semalem ujan-ujanan?"
Kali ini Rafa menjawabnya dengan anggukkan kepala, lalu menundukkan kepalanya untuk menghindari tatapan mata ibunya.
"Kok bisa sih, Fa?" Mama Salma kembali duduk dipinggiran ranjang setelah meletakkan pakaian Rafa pada keranjang baju kotor. "Apa sih yang ada dipikiran kamu? Patah hati kok malah ujan-ujanan? Sekarang demam tinggi pula, emang kalo udah sakit gini terus Alita bakal balik gitu sama kamu?"
"Bukan gitu, Ma. Pusing kepala Rafa tuh."
"Ya kalo pusing ngapain malah ujan-ujanan? Coba kemarin kamu langsung balik, terus duduk tuh dibawah shower pake air anget. Ada-ada aja kamu nih! Udahlah, Alita biar bahagia sama orang lain. Kamu kan juga katanya mau balikan lagi sama Hanna."
Rafa menghela nafasnya. "Nah, itu, Ma. Masalahnya bukan cuma karena Alita, jadi sama Hanna juga."
"Hanna kenapa?"
"Dia bilang enggak mau balikan sama Rafa." Jawab Rafa sambil memijat pangkal hidungnya, yang seketika membuat mamanya itu tercengang sekaligus menahan tawa.
__ADS_1
"Duuhhh, mama kenapa sih masih pagi gini udah berisik aja? Aku lagi nyusuin Zayn sampai enggak konsen." Ucap Eowyn yang begitu saja masuk ke kamar Rafa yang tidak tertutup itu.
"Emang nyusuin harus konsentrasi?" Gumam Rafa.
"Ini, si Rafa patah hati malah sengaja ujan-ujanan. Makanya dia demam sekarang."
"Oh, pantesan semalam Zach bilang katanya liat Rafa kok acak-acakan gitu penampilannya. Padahal berangkatnya aja rapi bener, eh taunya patah hati ditinggal kawin hahahahaha...."
"Bukan cuma karena ditinggal kawin sama Alita, tapi juga ditolak Hanna." Imbuh mama Salma sembari menahan tawanya, sedangkan Eowyn tentu saja tertawa dengan lepasnya.
"Hahahahaha... gue bilang juga apa, mau Hanna, mau Alita, enggak akan ada yang mau balikan sama elo lagi. Kecuali kalo lo santet tuh mereka."
"Diem lo! Keluar sana! Makin pusing gue kalo elo ikutan ngomong."
"Husshhh! Kamu udah tau Rafa anaknya nekat malah ngomong yang enggak-enggak. Udah sana balik ke kamar, kasian Zach lagi siap-siap mau kerja bukannya dibantuin malah godain Rafa."
"Kenapa sekarang jadi gini ya, Ma?" Rafa berpindah posisi menjadi merebahkan tubuhnya dan menyandarkan kepalanya dipangkuan mamanya. "Kayaknya dulu aku enggak pusing-pusing amat hidupnya."
Mama Salma tersenyum, lalu mengusap kepala anak bungsunya. Seolah memberikan pijatan agar pusing dikepala Rafa cepat menghilang.
"Kamu tau kan kalo hidup itu kayak roda. Kapan aja kita bisa diatas, kapan pun juga kita bisa dibawah. Nah, sekarang ini kamu lagi gantian ada dibawah. Dulu kamu mana pernah pusing mikirin soal pacar, hari ini putus eh besoknya udah dapet gantinya. Sekarang? Boro-boro pacar ya, Fa? Gebetan aja enggak ada ya hahahaha...."
"Mama ih, bukannya ngehibur anaknya malah ngeledekin." Rafa mendengus kesal.
"Hahahaha... habisnya baru kali ini mama liat kamu begini. Patah hati sama dua cewek terus ujan-ujanan. Coba kalo kamu masih jadi Rafa yang kayak dulu, mana pernah mikirin kamu diputusin atau ditinggal nikah."
"Jadi mama seneng Rafa yang dulu?"
__ADS_1
"Hmmm... senengnya karena dulu kamu ceria, kayak enggak punya beban hidup. Padahal jadi beban keluarga ya kan?"
"Tuh kan mama gitu!" Rafa merajuk. Ia langsung mendudukkan dirinya dan langsung memasang raut wajah kesalnya.
"Hahahaha... mama bercanda." Jawab mama Salma dengan tangan yang terulur untuk mengusap pipi Rafa.
"Sekarang kamu makan dulu, harus dihabisin. Terus minum obatnya, tapi jangan langsung tidur. Nonton TV kek atau ngapain gitu. Nanti habis mama ngurusin papa sama tanaman, mama kesini lagi ya."
"Mama nih akunya yang sakit malah papa sama tanaman yang diurusin. Lagian papa udah setiap hari diurusin mama, masa enggak mau ngalah sehari sama anaknya. Manja banget!"
"Coba ngomong kayak gitu di depan papa, berani enggak?"Tantang mama Salma yang kemudian dijawab Rafa dengan gelengan kepala dan senyuman dibibirnya.
"Buruan dimakan. Meskipun patah hati, biar hatinya aja yang sakit, badannya jangan."
Sesaat setelah mamanya keluar kamar, Rafa mengambil baki makanan yang dibawakan mamanya tadi. Memaksa dirinya untuk menghabiskan sarapan sesuai dengan perintah mamanya, lalu meminum obat yang telah disediakan.
Rafa melihat ke sekeliling untuk mencari ponselnya, yang ternyata tergeletak di meja belajarnya. Dengan sedikit sempoyongan Rafa mengambil ponselnya, dan kembali lagi ke ranjangnya. Berniat untuk 'ngepoin' Hanna, tapi nyatanya Rafa menemukan kenyataan yang lagi-lagi tidak sesuai dengan harapannya.
Foto profil Hanna tidak muncul dilayar ponselnya, yang kemungkinan besar nomernya telah diblokir oleh Hanna. Begitu pula diakun sosial media, Rafa tidak bisa mengaksesnya. Yang terpampang di berandanya malah akun Alita yang memposting foto-foto pernikahannya kemarin.
Ah, masih pagi begini tapi Rafa telah dibuat semakin tak karuan oleh dua gadis yang pernah mengisi hari-harinya. Rasanya Rafa ingin memuntahkan yang baru saja selesai dimakannya, biar tubuhnya tidak berdaya sekalian.
...****************...
Kaget enggak aku up pagi-pagi? Hahahahaha... Enggak usah kaget, dan jangan mengharap aku bakal up pagi-pagi mulu. Ini baru rajin aja, jadi begitu mikir bisa langsung kelar satu chapter 😆
Have a good day ya, stay safe & healthy 🤗
__ADS_1