
aku menekan bel rumah mama Aya. mama Aya adalah ibu dari Rex. kemarin Rex yang memberi tahuku bahwa mama Aya ingin bertemu dengan ku.
tentu saja aku mengiyakan permintaan itu bagaimana pun juga mama Aya dulu yang menjagaku saat sekolah dasar hingga jenjang menengah atas. ia sudah menganggap ku seperti anak sendiri.
setelah pintu masuk dibuka oleh pembantu rumah tangga ia mempersilakan aku masuk. aku mengandeng kedua tangan putra ku lalu masuk ke ruang tamu. rumah ini belum banyak berubah, masih sama seperti dulu.
" mama ngak tau apa salah mama hingga kamu tidak pernah menghubungi mama " mendengar itu aku menatap mama dengan pandangan bersalah.
aku menatap mama yang sekarang sudah termakan usia. ia sekarang memakai kacamata dan kulit yang sudah keriput. rambutnya yang hitam sudah mulai memutih.
menyadari bahwa sudah lama sekali aku tidak bertemu mama sejak 7 tahun lalu. aku merasa bersalah, banyak waktu yang telah terlewat yang tak bisa diputar lagi.
mama menatap putra kembar ku dengan pandangan bertanya. meskipun begitu mama tetap tersenyum menatap anak ku. aku pun seketika menyuruh anakku untuk salim dengan mama.
" ma ini anakku Rey si sulung dan ini Ray si bungsu " aku memperkenalkan mereka pada mama.
__ADS_1
mama pun seketika mengelus rambut kepala putra kembar ku.
" panggil saya nenek ya sayang " putra kembar ku seketika menoleh kan kepalanya kepadaku seolah meminta persetujuanku. aku pun hanya mengangguk kan kepala bahwa aku menyetujuinya.
" iya enek " jawab putra kembar ku kompak
" nenek punya kolam ikan emas di halaman belakang, kalian mau lihat ? "
" au enek " ujar Ray, lalu mama memanggil pembantu rumah tangganya untuk mengantar putra kembar ku ke halaman belakang.
" banyak hal yang terjadi yang nggak mungkin aku jelas kan ma ! " aku menghindari menjawab pertanyaan mama.
" kalau gitu mama akan tunggu penjelasan kamu " mama menatap ku tegas, ia memberi peringatan kepadaku bahwa ia sebagai orang tua berhak tau apa yang terjadi.
" ma !!!" aku menatap mama dengan pandangan bersalah. aku tidak mau membuka kisah masa lalu lagi. lagi pula hidupku sekarang jauh lebih baik.
__ADS_1
" lalu bagaimana penjelasan kamu yang tiba tiba menggugat cerai Rex " mendengar itu aku memandang mama tak percaya. penjelasan dari mana bahwa aku yang meminta cerai Rex. disini aku yang di ceraikan.
aku seketika tertawa penuh kesakitan dan kekecewaan menyadari bahwa pasti Rex yang memberi tahu kebohongan ini. aku tidak tau motif apa Rex melakukan ini. apa Rex takut menyakiti hati mamanya jika ia yang melakukan gugatan itu.
ia takut menyakiti mamanya, tapi ia lupa bahwa tindakannya menyakiti hatiku.
hatiku sakit ???? Rex bahkan gak peduli
air mata ku mengenang ingin keluar tetapi aku menahannya, aku tak ingin mama menyadari kesakitan ku.
" mama bahkan nggak mengerti sekarang kamu anggap mama apa ? " aku hanya mampu menundukkan kepala ku bahwa tindakan ku selama ini sangat keterlaluan.
" apa mama boleh minta permintaan dengan kamu " aku menatap mama dan mengangguk tegas bahwa aku akan mengabulkan apapun permintaan mama. mama memandang ku menggenggam kedua tanganku.
" mama minta sekarang kamu tinggal sama mama "
__ADS_1