
" Mommy... Ley selalu menganggu ku " ujar anak lelaki meminta perlindungan ku. ia memeluk tubuh ku sambil menutup wajah nya, ia berusaha menyembunyikan air matanya dari saudara kembarnya. aku menghela nafas untuk kesekian kalinya, pertengkaran sesama saudara ini bukan pertama kalinya. entah apa lagi yang dipermasalahkan oleh kedua anak kembar ini.
" Rey...!!! " ujar ku sambil menatap anak pertamaku mencoba memperingatinya agar jangan selalu bertengkar dengan adiknya. seolah mengerti apa maksud ku, Rey pun menghampiri Ray yang masih memeluk ku dan mengulurkan tangannya.
" Ley minta maaf ya Lay... becok becok Lay yang menang " melihat saudaranya mengulurkan tangannya Lay pun mau menerima permintaan maaf dari saudaranya.
dan kembali kekamar Mereke.
aku membereskan barang barang yang berserakan akibat anak kembar tersebut. hal ini sudah menjadi kebiasaan ku semenjak mereka berumur 4 tahun aku memutuskan untuk tidak menggunakan jasa baby sister karena aku ingin lebih banyak mencurahkan perhatian ku kepada mereka berdua. tak lama Rey keluar dari kamarnya dan menghampiri ku.
" Mommy ley cidak cuka paman cadi "
__ADS_1
mendengar itu aku jadi teringat pertemuanku dengan Rex tadi.
- flasback -
karena hari memasuki jam makan siang aku dan Rex memutuskan makan di restoran hot pot dekat resort. sambil menunggu pesanan datang aku mengeluarkan susu kesukaan si kembar yang mana ini menjadi kebiasaan si kembar saat selesai makan akan di akhiri dengan susu murni.
aku sadar pergerakan ku diawasi oleh Rex, terlihat jelas di kepalanya banyak pertanyaan pertanyaan yang ingin ia lontarkan kepadaku.
" anak anak ku suka minum susu jika selesai makan " ujarku memecahkan keheningan mencoba memecahkan keheningan diantara kami.
" yah mau bagaimana lagi... mereka terlalu mirip dengan Daddy nya " ucapku sambil menatap anakku yang semakin hari semakin mirip dengan Rafi. karena hal itu aku suka marah marah sendiri.
__ADS_1
" lihat warna rambut ku ini... ini adalah bentuk protes karena aku ingin ada satu hal saja yang mirip denganku " kupikir saat bayi mereka dulu, mereka mewarisi warna rambutku ternyata semakin besar warna rambut mereka berubah menjadi hitam kecoklatan. ini yang membuat ku memutuskan mewarnai rambutku dengan warna yang sama dengan warna rambut anakku.
mendengar itu Rex sontak tertawa, menertawakan tingkah konyol ku yang dirasa cukup aneh. meski kurasa itu sedikit menyebalkan aku pun juga ikut tertawa dan menyadari sebenernya memang yang kulakukan sedikit konyol... yahh memang sedikit konyol.
" menurutku menurut ku juga begitu, kurasa mereka tidak mau menerima gen darimu " ungkap Rex sambil memperhatikan anak anakku yang duduk didepan kami.
" kama orang yang kesekian kalinya bilang begitu " ucapku sambil memalingkan muka karena sebal dengan kenyataan itu. sampai sekarang aku masih tidak bisa menerima kenyataan itu.
entah siapa yang memulai mengunakan kata aku kamu, padahal dulu kami saat mengobrol mengunakan kata Lo gue. mungkin karena usia yang sudah dewasa membuat pikiran kami menjadi dewasa dan lebih bijaksana.
" tapi sebenarnya ada kok satu hal dari kamu yang ada pada mereka " ucap Rex sambil menatapku
__ADS_1
" apa...? " ujar ku penasaran karena baru pertama kali ini ada orang bilang bahwa ada gen ku pada anakku.
" senyum mereka.......cantik kayak kamu "