Back To You

Back To You
Chapter 137


__ADS_3

"Berdoa biar aku enggak nyamperin kesini?" Bisik Rafa tepat ditelinga kiri Hanna.


Lelaki itu bahkan memindahkan minuman dan kue red velvet yang dipesannya tadi. Hanna pura-pura tidak merespon. Ia justru malah mulai memberesi barang-barangnya, berniat untuk meninggalkan kafe ini.


"Mau sampai kapan sih Han kamu menghindar dari aku mulu?"


Hanna mendongakkan kepalanya, menatap wajah melas Rafa yang menatap penuh harap padanya.


"A-aku enggak menghindar." Kilah Hanna, tapi dijawab oleh senyuman cemooh dari Rafa.


"Kalo ga ngehindar, terus beberapa bulan ini tuh maksudnya apa? Dari nikahannya Alita loh kamu selalu nolak buat ketemu sama aku."


"Aku kan udah kasih tau alasannya." Jawab Hanna dengan lirih.


Rafa menghela nafasnya, entah cara bagaimana lagi yang harus dia lakukan untuk menghadapi mantan istrinya ini.


"Aku masih belum terima alasannya, Han. Tiba-tiba aja kamu ngomong untuk kita enggak saling ketemu, bahkan enggak saling kenal sama sekali. Maksud kamu sebenernya apaan sih?"


"Aku...." Hanna merasa bingung harus menjawab apa. Selama ini dia tidak mempersiapkan diri jika harus berhadapan dengan Rafa seperti ini.


"Aku udah punya pacar!" Jawab Hanna dengan lantang.


Rafa terkejut. Bukan karena Hanna menjawabnya dengan keras, sehingga membuat beberapa pengunjung kafe menengok ke arah mereka. Melainkan jawaban yang diberikan Hanna.


"Bohong!"

__ADS_1


Hanna menggelengkan kepalanya. "Dia teman Eleanor, dan sedang berkuliah di York. Kami akan bertemu di liburan akhir tahun ini."


"Secepat itu?"


Rafa tidak bisa mempercayai perkataan Hanna. Dia tahu Hanna tidak memiliki pengalaman percintaan selain dengannya. Yah, meskipun cerita percintaan itu sangat rumit dan tidak jelas.


"Hm. Emangnya kenapa?"


"Itu cuma pelarianmu aja, Han. Kalo pun iya kalian pacaran, kamu enggak sepenuhnya cinta sama dia."


"Tidak sepenuhnya cinta berarti masih ada perasaan cintaku ke dia, kan? Yang terpenting dia memperlakukanku dengan baik, dia juga mencintaiku dengan sepenuh hatinya."


Hanna tidak mengerti mengapa dirinya begitu lancar berbohong sekarang.


"Jangan main-main, Han. Kamu tau kan gaya pacaran orang barat itu kayak apa? Itu...."


Hanna meraih tasnya, lalu keluar dari kafe meninggalkan Rafa. Tentu saja Rafa tidak menyerah. Rafa mengejar Hanna hingga keluar kafe dan menggandenganya untuk duduk di sebuah bangku panjang tak jauh dari kafe.


"Beritau aku alasan yang sebenernya apa, Han. Kalo aku memang ada salah, kamu harus kasih tau aku. Jangan tiba-tiba kamu ninggalin aku kayak gini, tanpa mikirin perasaanku gimana."


"Kak Rafa juga dulu ninggalin gitu aja buat pergi jauh-jauh ke Wales tanpa mikirin perasaanku gimana, kenapa sekarang kak Rafa minta diperlakukan berbeda?"


Rafa terdiam, ingatannya seolah tertarik mundur kebelakang. Disaat ia dengan semangatnya mencari Alita dan sering meninggalkan Hanna sendirian di rumah.


"Sekarang udah paham gimana rasanya?" Hanna menarik tangannya yang sejak tadi masih digenggam oleh Rafa agar tidak melarikan diri.

__ADS_1


"Karena sekarang kita tidak memiliki status apapun, jadi aku bebas untuk menjalin hubungan dengan siapa pun. Jadi kak Rafa enggak perlu repot-repot ikut campur untuk segala urusanku sekarang."


Hanna kembali beranjak pergi meninggalkan Rafa seorang diri. Rafa masih mematung disana, meratapi kemalangan pada dirinya yang sekarang ini untuk urusan percintaan.


Rafa juga tidak mengerti mengapa sekarang dirinya tidak bisa berpaling dari Hanna. Padahal dulu, ia dapat berpindah dengan mudahnya. Bahkan sebelum hubungannya dengan sang kekasih berakhir. Hidup memang seperti roda yang berputar, ya?


Lamunan Rafa terbuyarkan oleh beberapa pesan yang memberondong masuk ke ponselnya. Entah siapa yang mengirimkan pesan, tapi dilihat dari banyaknya pesan yang masuk, sepertinya seseorang itu sedang dalam kondisi darurat atau ada hal yang penting.


Rafa tidak mengerti kenapa hari hari ini ada begitu banyak kejutan untuknya. Pesan-pesan yang masuk barusan bahkan membuat matanya terbelalak tak terpercaya. Ia menggosok kelopak matanya, siapa tahu ia hanya salah membaca. Tapi ternyata tidak, pesan-pesan itu memang dikirim olehnya.


...(Anggap saja ada nomernya ya, lagi males ngarang nomer 🤣🤣)...


📩 Nomer tidak dikenal


Kamu dimana?


Lagi enggak sibuk kan?


Aku baru aja sampai di Bristol


Bisa ke Yakinori?


Itu deket kampusmu kan?


Cepetan kesini!

__ADS_1


Aku traktir makan sushi 😁


Tau kan ya siapa yang kirim pesan ke Rafa? 🤭


__ADS_2