Back To You

Back To You
13


__ADS_3

" om dangan macan nugget nya cu " ujar sambil merebut nugget pembelian ku tadi. Ray menatap Rex dengan sebal. meskipun begitu Rex tetap mengabaikan tatapan tersebut dan tetap makan makanannya.


ya setelah membeli makanan spaghetti dan kentang ditambah nugget Rex tetap mengikutiku ia memaksa makan bersama. padahal aku sudah melarangnya hingga membuat kami berdebat didepan pintu kamar hotel ku menginap. karena malu ditatap lalu lalang orang yang lewat jadi terpaksa membuka pintu kamarku untuknya.


dan lihat saat kami pertama masuk kami disuguhi Ray yang menangis kencang dengan muka bangun tidurnya, hidung dan pipinya merah seperti tomat. tapi aki juga disuguhi dengan pemandangan Rey yang mencoba menenangkan adiknya dengan memeluk Ray dan menepuk nepuk punggung Ray.


melihat itu aku terharu melihat putra kembar ku sudah tumbuh dewasa dan mulai beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya. seketika aku berhambur memeluk mereka dan mencoba menenangkan Ray masih menangis. aku pun menghirup bau harum baby dalam tubuh putra kembar merasa mendapat kekuatan.


" calau ujah macan olong om war " aku menatap Rex yang mendapat tatapan pengusiran dari Rey. meskipun aku menyadari bahwa tindakan Rey sedikit tidak sopan aku mengabaikan nya karena memang Rex masuk dari kamar pribadi orang.


" om belum selesai makan... Rey tau kan kalau om nggak makan om bisa sakit " aku menatap Rex yang mengeluarkan wajah yang memelas didepan Rey.

__ADS_1


" ya ucah makan dulu iar ndak akit "


" Ndak ucah ley, iar om rej uyang " sahut Ray seolah tidak menyetujui perkataan Rey.


" kalau pulang om sakit siapa yang mau ngerawat ? " ujar Rex dengan wajah bingung dicampur sedih. melihat itu aku memalingkan muka dari nya karena tau yang ia lakukan sekarang hanyalah akting belaka.


" anti intak awat mommy " aku menatap Rey yang sudah berubah haluan. yang awalnya ia ingin mengusir Rex keluar tetapi karena akting palsu Rex membuat jiwa kemanusiaan Rey ter goyah. melihat itu aku merasa kehilangan kubu pendukung mengusir Rex dari sini.


" ndak oleh " jawab Rey dengan yakin. melihat tanggapan Rey yang begitu bahu Rex merosot turun merasa kalah.


" Pi antik cecini aja " lanjut Rey. dan aku dapat melihat ekspresi kebahagiaan dari wajah Rex. bagaimana bisa Rey begitu plin plan nya mengahadapi tipu muslihat Rex.

__ADS_1


lalu aku membereskan sisa sisa makanan untuk dibersihkan. tapi sebelum itu aku memberikan susu kotak coklat kepada putra kembar ku. yang mana hal ini sudah menjadi kebiasaan mereka.


" aku suka susu " ucap Rex sambil menatap ku. aku pun memalingkan wajah merahku karena merasa kata kata Rex sedikit ambigu.


" maksudnya aku suka susu putih " lanjut Rex memalingkan kan wajahnya dan menggaruk garuk telinga nya yang tidak gatal.


" aku ngak punya susu putih, kalau mau susu strawberry "


" itu juga boleh " lalu aku memberikan ia susu kotak strawberry yang mana menjadi minuman favoritku.


aku menatap Rex yang sedang minum susu pemberianku. aku tidak tau motif apa Rex mulai mendekatiku. terakhir kabar yang kutahu tentangnya ia memiliki seorang putri, dimana putrinya. dimana juga istrinya. aku tidak ingin ada kesalahpahaman antara aku dan Risa. aku tidak ingin mengulang kesalahan di masa lalu. karena sekarang aku sudah mampu hidup tanpa Rex.

__ADS_1


__ADS_2