Back To You

Back To You
Chapter 53


__ADS_3

Alarm yang paling ampuh untuk Rafa adalah mamanya. Suara dan sentuhan mamanya bisa langsung membuat Rafa membuka matanya meskipun masih terasa berat. Seperti pagi ini dan pagi-pagi sebelumnya, mama Salma masuk ke dalam kamarnya yang masih gelap dan langsung membuka tirainya.


"Bangun, Fa!" ucap mama Salma saat menyibakkan korden kamar anak bungsunya itu. "Udah jam tujuh ini, kamu mau bangun jam berapa?"


Rafa langsung duduk sambil mengucek matanya. Pandangan matanya mengikuti pergerakan mamanya yang sibuk memunguti baju kotornya yang berserakan.


"Biarin aja, Ma. Nanti Rafa yang masukin ke keranjang." Rafa menutup mulutnya saat menguap.


"Udah dibilangin kalo habis ganti baju tuh langsung dimasukin ke keranjang. Padahal keranjangnya udah di deketin ke lemari, masih aja berantakan."


"Namanya juga anak cowok, Ma."


"Alasan! Abang kamu aja bisa kok rapi, malah keranjang baju kotor Abang letaknya di kamar mandi."


"Abang kan emang rajin, Ma. Enggak kayak Rafa hehehehe...."


Setelah selesai membereskan pakaian kotor Rafa, mama Salma berjalan mendekat dan duduk di dekat Rafa yang masih bertahan di ranjangnya.


"Gimana acaranya semalem? Alita seneng enggak?" tanya mama Salma penasaran.

__ADS_1


"Wooo... sukses dong, Ma! Sampai nangis dia saking so sweet-nya."


"Hmmm... kalo itu mama percaya. Kan kamu emang ahlinya Buruan mandi! Mama masak semur ayam tuh."


"Siap, Ma." Rafa mencuri satu kecupan dipipi mamanya, lalu beranjak turun dari kasur dan menuju kamar mandinya.


Sedangkan mama Salma bertahan di kamar anak bungsunya sebentar untuk membereskan tempat tidur Rafa. Lalu keluar saat suara papa Adit terdengar memanggil namanya.


......................


Alita masih bertahan di tempat tidurnya. Beberapa saat yang lalu, ia mengatakan kepada mamanya jika ia tidak akan ikut sarapan bersama. Alasannya karena ia masih mengantuk.


Memang pagi ini Alita sangat mengantuk, kepalanya juga terasa pusing dan berat lantaran semalaman ia tidak bisa tidur. Lampiran video yang dikirimkan oleh seseorang yang tidak dikenalnya itu begitu saja menghancurkan kebahagiaannya.


Semalaman Alita meyakinkan dirinya jika itu adalah video lama. Mungkin begitu gaya pacaran Rafa dan Jihan. Seperti kata Vera beberapa waktu yang lalu, Rafa memang sering berkunjung ke apartemen Jihan saat mereka berpacaran dulu.


Cuplikan video itu memang terkesan nanggung, Alita menjadi penasaran apakah kegiatan dua orang dalam video itu hanya sekedar ciuman panas saja? Ataukah ada kelanjutannya? Tapi rasa penasaran itu segera disingkirkan oleh Alita. Mengetahui lebih banyak apa yang pernah terjadi antara Rafa dan Jihan hanya akan semakin membuatnya sakit saja.


Alita telah menduga bahwa Jihanlah sosok pelaku yang mengirim email itu kepadanya. Ini video pribadi, tidak mungkin Jihan akan menyebarluaskannya begitu saja. Tapi Alita juga penasaran tujuan dan maksud video itu dikirimkan kepadanya. Apakah Jihan masih mengharapkan kekasihnya?

__ADS_1


Beberapa notifikasi pesan muncul. Ternyata bukan hanya pesan dari Rafa, melainkan juga dari nomer tak dikenal.


+6282111xxxxxx


Selamat pagi, Alita. Udah dilihat videonya? Fyi ya, itu bukan video lama. Untuk lebih jelas, kamu bisa tanya ke pacarmu kapan adegan itu terjadi. Dia pasti ingat :)


Setelah membaca pesan singkat itu, hati Alita terasa semakin sakit. Air matanya pun kembali jatuh dengan derasnya. Jika memang benar adegan dalam video itu belum lama terjadi, itu berarti Rafa telah berselingkuh dibelakangnya kan? Sejak kapan? Apakah selama ini Rafa membohonginya?


Alita benar-benar kacau. Dipandanginya selimut pemberian Rafa yang telah teronggok di lantai sejak semalam. Setelah melihat video itu, Alita langsung menendang selimut Rafa itu dari kasurnya.


Dan sekarang, dipandanginya cincin yang masih tersemat dijari manisnya. Cincin hadiah ulang tahun dari Rafa, yang katanya sebagai pertanda keseriusan Rafa dalam menjalin hubungan dengannya. Tapi sekarang apa? Alita justru mendapat petunjuk jika kekasihnya itu bermain dengan mantan kekasihnya tanpa sepengetahuan dirinya. Rafa bahkan bermain dengan begitu rapi sampai Alita tidak menangkap gelagat aneh dari Rafa.


Alita kembali menatap ponselnya, kali ini membaca pesan singkat yang dikirimkan oleh Rafa. Pesan yang berisi rentetan kalimat romantis yang seharusnya membuat Alita berbunga-bunga, tapi kini seakan meremas hati Alita dengan kuatnya.


Dilepasnya cincin pemberian Rafa dan dilempar dengan asal. Alita bukan hanya merasa kecewa, tapi juga merasa bodoh. Padahal dulu ia sudah tahu jika Rafa gemar bergonta-ganti pacar, tapi tetap saja dirinya jatuh ke dalam pesona lelaki tampan itu.


Alita menggerakkan jemarinya untuk membalas pesan singkat dari Rafa. Sebuah pesan yang mungkin akan membuat Rafa menjadi penasaran dan akan terus menghubunginya. Tapi Alita tidak punya pilihan lain, ia hanya butuh waktu untuk sendiri.


Sayang ❤️

__ADS_1


Kita akan bertemu nanti saat aku udah siap. Jangan hubungi aku dulu, dan jangan datang ke rumah. Aku butuh waktu.


Alita segera meletakkan ponselnya. Ia tidak peduli jika diseberang sana Rafa langsung memucat setelah membaca pesan balasan darinya.


__ADS_2