Back To You

Back To You
Chapter 172


__ADS_3

"Udah ketemu?" Tanya Hanna saat Rafa baru saja masuk ke dalam kamar mereka.


Malam ini mereka menginap di kamar hotel yang telah disiapkan. Kamar yang kental dengan nuansa pengantin baru, yang membuat degup jantung Hanna tak karuan sejak tadi.


Sejak pukul sepuluh tadi, Rafa terpaksa harus meninggalkan kamar pengantinnya dan mencari kado dari Alita. Dalam hatinya mengumpat, kenapa pula Alita menyuruh mereka membuka kadonya sekarang.


"Ada, untungnya Alita kasih ucapannya di luar. Kalo enggak, aku harus bukain semua kado yang kita dapet." Rafa langsung menyerahkan kotak yang berukuran sedang dengan pita berwarna merah maroon itu kepada istrinya.


"Mau dibuka sekarang?"


"Hm, buka aja. Disuruh Alita dibuka sekarang kan? Kamu buka aja, aku mau ke kamar mandi dulu." Rafa mengecup kening Hanna sebelum berjalan menuju kamar mandi.


Hanna meraih kartu ucapan yang ditulis oleh Alita. Setelah selesai membacanya, Hanna menarik ikatan pita yang berada diluar box. Begitu Hanna membuka tutup kotak tersebut, Hanna mengerutkan dahinya. Tampak sebuah amplop yang berisi cek dengan nominal yang cukup besar, serta voucher-voucher seperti yang Theo ucapkan siang tadi.


Tangannya yang gemetar mengarah ke arah benda yang berada dibawah amplop merah tadi. Entah mengapa dadanya menjadi sesak, jantungnya bahkan berdetak semakin cepat.


Begitu terdengar suara pintu kamar mandi yang terbuka, Hanna langsung menutup kotak kado tersebut. Lalu buru-buru naik ke tempat tidur dan mengganti saluran televisi.


"Apaan isinya?" Tanya Rafa sambil melangkah menuju meja rias, tempat Hanna meletakkan kado dari Alita itu.


"Jangan dibuka!" Hanna melarang, tapi sudah terlambat. Kotak tersebut sudah terlanjur dibuka oleh Rafa.


Bukan cek dan kumpulan voucher yang menarik perhatian Rafa saat membuka box kadontersebut. Rafa langsung menyunggingkan senyumannya saat mengetahui hadiah dari Alita ada dua lingerie seksi dengan model bodysuit dan garter belt.

__ADS_1


Rafa kemudian menoleh ke arah Hanna, yang tampak malu sambil memeluk bantalnya. Pikiran Rafa bahkan langsung melayang kemana-mana, membayangkan bagaimana jika Hanna yang mengenakannya.


"Aku enggak mau pake." Ucap Hanna dengan lirih dan kepala yang tertunduk. Sebelum akhirnya membaringkan tubuhnya di kasur.


Rafa berdehem, lalu meletakkan kembali lingerie yang tadi ia pegang. Kemudian menaiki ranjang dan berbaring disebelah Hanna. Rafa langsung menarik tubuh Hanna agar menempel padanya, dan berbantalkan lengannya.


"Emang kenapa enggak mau pakai? Malu ya?"


"Ya bukan hanya malu. Badan aku kan enggak bagus dan seksi kayak kak Alita, mana bagus pake lingerie begitu."


"Ya kan belum dicoba."


"Pokoknya aku enggak mau pakai." Hanna mengerucutkan bibirnya.


"Oke, kamu enggak mau pakai sekarang enggak apa-apa. Tapi suatu saat nanti harus dipake ya, siapa tau nanti kamu jadi tertarik dan ngoleksi."


Rafa tidak merespon, dirinya hanya memejamkan mata sambil menghela nafasnya berulang kali. Sebelum akhirnya bangkit dan beralih menindih tubuh Hanna.


"Aku tau kamu dari tadi nyoba buat ngulur waktu untuk malam pertama kita. Kalo kamu emang belum siap, enggak masalah kalo malam ini kita enggak ngelakuin hal itu. Tapi please jangan mancing-mancing aku, sayang."


"A-aku... enggak mancing-mancing kak Rafa."


Rafa kembali menghela nafasnya. "Kamu keluar mandi cuma pakai jubah mandi aja udah nyiksa aku banget, Han. Sekarang kamu pake acara bahas soal lingerie dan... dada."

__ADS_1


Hanna mengerjapkan matanya, berada dibawah kungkungan Rafa seperti ini rasanya begitu... menyesakkan. Bahkan untuk menelan ludah pun terasa susah.


"A-aku enggak ngebahas, K-kak Rafa yang mancing duluan."


Rafa kembali memejamkan matanya, sebelum kemuadian memberanikan diri untuk mengajukan pertanyaan kepada Hanna.


"Jadi, kita mau ngelakuin itu malam ini atau kita tunda dulu?"


"M-mau malam ini atau besok... sama aja kan, Kak? Tetep aja kita harus ngelakuin itu sebagai suami istri."


Sebuah senyuman lebar langsung terbit dibibir Rafa. Tanpa mau menunggu dan membuang waktu lagi, Rafa langsung mel*mat bibir Hanna yang sejak siang tadi ingin dilahapnya.


Jemari Hanna yang mencengkeram ujung kaos Rafa semakin kuat, seiring dengan ciuman Rafa yang semakin dalam. Rafa lantas melepaskan kaosnya saat suasana malam itu benar-benar memanas.


Dilihatnya Hanna yang tampak tegang dan menghalangi tangannya saat hendak melepas kancing baju piyama Hanna.


"It's okay, sayang. Kali ini enggak akan semenakutkan kayak dulu." Rafa mengecup bibir Hanna dengan lembut, sebelum akhirnya mulai membuka kancing piyama yang dikenakan Hanna, mel*cutinya dan mulai bermain-main diatas sana.


Sebisa mungkin Hanna membungkam bibirnya, agar tidak menimbulkan suara. Tetapi apalah daya usahanya begitu sia-sia. *******-******* itu muncul begitu saja tanpa komando, yang malah membuat Rafa semakin bergairah untuk terus mengeksplor tubuhnya.


Hari ini benar-benar menjadi hari penyatuan bagi mereka. Penyatuan dua insan yang kini telah sah menyandang status suami istri, dan tentu juga penyatuan yang lainnya 🤭


Udah ya, untuk adegan ++ nya jangan terlalu banyak. Maghrib-maghrib, nanti malah pikirannya jadi traveling kemana-mana. Ya pokoknya Rafa sama Hanna udah buka puasa deh ya hehehehehe....

__ADS_1


Btw, Selamat Hari Raya Idul Fitri 1443 H. Maaf telat banget baru ngucapinnya, dan maaf juga karena sering suka-suka sendiri up-nya 😅🙏🏻


Sehat-sehat selalu ya semuanyaaaaaaa ❤️


__ADS_2