
" emmm... boleh titip pesanan belanja Minggu ini ? ujar mama sambil memberikan catatan belanja. aku membaca catatan tersebut karena kurasa tidak ada yang mau ku tanyakan aku mengangguk menyetujui permintaan mama.
lalu aku menurunkan Ray dalam gendongan ku untuk mengambil kunci mobilku yang di kamarku lantai dua.
" mommy lay kut "
" Ray disini dulu sama nenek, mommy mau ke atas sebentar " Ray pun menganggukkan kepalanya tanda iya mengerti apa maksudku. lalu aku pergi meninggalkan Ray dan mama.
setelah mengambil kunci dalam kamarku aku menghampiri kamar bermain, aku ingin melihat apa yang sedang dilakukan Rey.
" Rey yakin gak ikut mommy " aku bertanya untuk yang kedua kalinya.
Rey pun hanya menolehkan kepalanya padaku, lalu ia menggeleng kan kepalanya tanda bahwa ia tidak mau ikut denganku.
lalu aku meninggalkan Rey dalam kamar sendiri dan turun kebawah.
aku langsung menghampiri mama dan Ray. Ray pun seketika aku gendong untuk bersiap pergi.
" mama ini Rey di atas ngak mau ikut, Sasya titip Rey ya, kalau ada apa apa hubungin aku aja "
__ADS_1
" sudah kamu berangkat aja ngak usah khawatir "
mendengar itu aku sedikit lega lalu aku bergegas ke parkiran mobil tempatku berada.
tapi sebelum itu aku berpapasan dengan Rex yang sedang akan masuk dalam rumah
" mau ke mana Sya ? "
" mau keluar bentar "
" ini sudah malam " aku menatap langit setelah mendengar pernyataannya lalu aku melihat jam tangan yang melingkar di tanganku.
masih jam 5 kurang ?
" masih jam lima kurang belum terlalu malam " balasku sambil berjalan menuju mobilku parkir. lalu aku membuka pintu samping pengemudi untuk mendudukkan Ray disana.
lalu aku memutar ke arah pengemudi.
" aku bisa menemani mu " Rex menahan tanganku yang sedang membuka pintu pengemudi. aku menatap Rex jenggah sambil memutar bola mataku.
__ADS_1
aku tidak butuh diantar !
" tidak perlu " aku lalu menghempaskan tangan Rex yang lagi memegang pintu mobilku.
" dirumah ini ada peraturan tidak boleh pulang larut malam " mendengar itu aku seketika berhenti untuk masuk mobil dan menatapnya sengit.
" ya kalau mau pulang malam harus izin dulu pada yang punya rumah " lanjutnya lagi.
izin yang punya rumah ?
maksudnya izin sama dia ?
dan aku yakin meskipun aku izin, aku yakin Rex tidak mengizinkan ku untuk keluar rumah ini. merasa kalah akhirnya aku menutup pintu pengemudi lalu memutar untuk duduk di samping pengemudi. aku memangku Ray yang saat ini bergelayut manja denganku. kepalanya di sandarkan kepadaku dan tangannya memainkan rambutku yang saat ini ku gerai.
Rex pun seketika duduk di pengemudi, dapat aku lihat di bibirnya tersenyum tipis tanda bahwa saat ini ia senang. meskipun ia berusaha menutupi senyum itu aku masih dapat bisa melihat senyum tipisnya.
aku menatap sengit Rex yang saat ini menatap ku dengan tatapan nakalnya.
" ke...kenapa " aku sedikit khawatir dengan tatapan nya. bagaimana tidak khawatir kali aku melihat sendiri bola matanya sempat melirik ke arah dadaku. lalu seketika aku langsung merangkul Ray yang masih bersandar padaku dan menutupi objek tatapan Rex.
__ADS_1
lalu ia mendekatkan kepalanya padaku, dekat semakin dekat sampai aku sendiri tidak bisa memundurkan kepalaku lagi untuk menghindari nya.
" kenapa ? takut ? " ucapnya sambil masih mencondongkan badannya ke arahku. aku seketika panik karena didepan ku seperti ada ular yang mau memangsa ku.