
2 tahun kemudian....
" aku ingin harta Gono gini yang kamu berikan untuk penceraian kita di atas namakan anak kita " ujar ku membahas pembagian harta Gono gini. setelah menikah setahun setengah pernikahan kami, maksud ku aku dan Rafi memutuskan bercerai.
pernikahan ku dan Rafi termasuk pernikahan politik. yah meski ini pernikahan politik kami diharuskan harus memiliki anak. anak yang mewarisi harta dan kekayaan bisnis keluarga kami. bukan berarti diantara kami tidak sayang akan akan buah hati kami. kami sangat mencintai anak kembar kami. meskipun antara aku dan Rafi tidak ada cinta.
dan kenapa kami bercerai ? karena sebelum kami menikah kami memiliki perjanjian dan isi kontraknya jika diantara kami memiliki atau sudah menemukan cinta atau kebahagiaan masing masing, mari bercerai. kontrak ini tidak termasuk bisnis. kontrak ini dibuat antara aku dan Rafi.
seperti yang kalian prediksi Rafi telah menemukan kebahagiaannya tersebut, dan aku bahagia untuk itu. Rafi sangat beruntung bisa bertemu dengan Rela gadis manis yang sangat baik. aku cukup mengenal Rela, dia bekerja dibawah kepemimpinan ku.
" aku berikan harta tersebut untuk kamu, bukan berarti aku tidak memberi bagian untuk anak kita ? lagian aku tidak se miskin itu !!! " ucap Rafi tidak setuju atas usulan ku. dahinya berkerut tajam membuat dia semakin terlihat berkarisma. melihatnya seperti itu membuat ingin bertemu putra ku. ya gen putra ku kebanyakan di ambil dari gen ayahnya. putraku hanya mewarisi warna rambutku yang hitam lebat.
__ADS_1
" mereka masih berumur empat bulan jangan mewarisi bisnis terlalu banyak. aku tidak ingin anakku tumbuh kaku seperti kamu ? "
" kalau kamu lupa mereka juga anakku... kamu tidak sendirian waktu proses pembuatan nya, lagi pula aku melakukan ini untuk masa depan mereka, bisa saja dimasa depan, aku memiliki anak lagi dengan Rela ? " yap perkataan itu sudah sering ku dengar. Rafi selain orang yang kaku tapi dia juga orang yang black blak an, dia tidak suka memendam sesuatu untuk dirinya sendiri.
" dan aku yakin kamu tidak akan membedakan antara anak kita dengan anak kamu dan Rela di masa depan nanti ? " ucapku cukup lelah dengan perdebatan alot ini. kami sudah membahas ini beberapa kali, tapi kami belum menemukan solusi yang sama sama menguntungkan. aku hanya ingin bayi kembar ku hidup sebagai orang biasa dan penuh kebahagiaan.
" aku sudah menyetujui hak asuh anak kita diberikan ke kamu. apakah aku juga tidak bisa melakukan ini untuk anakku !!!" sial... Rafi menggunakan jurus ini membuat ku sudah untuk menolak keinginan nya.
" baik baiklah, tapi dengan satu syarat, saat mereka memulai bisnis, saat usia mereka beranjak dewasa " ucapku setengah terpaksa. aku tidak rela anakku mewarisi hal tersebut. mereka harus melakukan hal yang mereka sukai.
" ok pulanglah hati hati... aku akan pulang bersama Rela "
__ADS_1
" oh iya sering main main dengan si kembar, takutnya si kembar tidak tau siapa bapaknya " ujarku sambil berlalu. aku sengaja mengerjainya karena masih kesal dengan kekalahan perdebatan yang tadi.
sekilas aku melihat raut muka nya yang merah madam, ditambah lagi wajah uang terlihat sangat khawatir dicampur panik.
lucu sekali jika kalian lihat sendiri raut wajahnya...
hahaha Rafi Rafi kita 2-1
halo teman teman yang baca cerita pertama aku, terimakasih banget buat baca ini... dan aku sangat bersyukur dengan kalian baca cerita ini membuat ku lebih senang melanjutkan cerita ini...
__ADS_1
see you next time guys....