
" mommy epa ayang ingal cini " ucap Ray berbicara dengan terbata bata.
aku pun tetap melakukan aktivitas ku membereskan barang barang ku yang aku pindah dari hotel ke rumah mama.
kamar ini adalah kamar dimana dulu aku tinggal disini, dari sekolah dasar hingga menengah atas aku slalu menempati tempat ini. tidak yang banyak berubah dari kamar ini, sepertinya mama sengaja tidak ingin merubah bentuk kamarku.
karena sekarang aku kembali ke kamar ini dengan membawa buntut putra kembar ku. jadi aku mengubah sedikit dengan menambah lemari dan kasur bawah tambahan.
setelah perdebatan panjang dengan mama akhirnya aku memutuskan untuk tinggal di Indonesia. padahal aku sudah merencanakan untuk tinggal di London. tapi karena permintaan mama yang sudah ku tolak tapi tidak bisa, aku menyerah dan menuruti permintaan mama.
lagi pula Rex juga tidak tinggal disinj, ia tinggal dirumah yang dulu pernah menjadi tempat tinggal setelah pernikahan kami. jadi kemungkinan kecil bertemu dengan Rex.
" mama ingin tinggal dengan nenek sayang " aku menanggapi pertanyaan Ray. sambil tetap memasukkan baju putra kembar ku ke dalam lemari.
__ADS_1
" ley ndak uka cini " aku menatap Rey yang sekarang ini menunjukkan muka cemberut nya yang mengemaskan.
" loh ngak suka kenapa sayang " aku menghampiri Rey yang sedang cemberut, jarang jarang Rey melakukan tindakan yang seperti ini. lalu aku memangku nya dalam pelukan hangat ku sambil menciumi pipi cemberut nya.
" umah nya e lek, cecil uga "
" Rey gak boleh bilang begitu, ini tempat tinggal waktu mama kecil, dulu waktu mama sekecil Rey tinggal disini sayang " aku memberikan pengertian pada Rey, karena ku biasakan di manja Rey jadi seperti ini. ia slalu memandang rendah barang kumuh dll.
rumah mama ini termasuk rumah yang besar dan sederhana dengan empat kamar, masing masing lantai ada dua kamar. tapi rumah ini bukan termasuk rumah yang jelek kog, mungkin karena bangunan model kuno hingga membuat Rey berpikir bahwa rumah ini jelek.
" pi Ley Ndak unyah camar ain "
" ya besok mommy buatkan kamar main Rey dan Ray di seberang kamar mama " ujarku sedikit tidak yakin, karena kamar seberang sana adalah kamar Rex dulu waktu tinggal disini. aku harus bertanya pada mama apa boleh kamar Rex aku ganti jadi ruang main putra kembar ku.
__ADS_1
" camar ain ma atu " ujar Rey sambil menunjuk kan jarinya dengan angka satu.
" untuk sementara kamar mainnya buat bersama ya sama Ray "
" Ndak au " ucap Rey sambil melipat tangannya
" kalau masih gak mau ya ngak papa, Rey ngak punya ruangan main " mendengar itu Rey pun semakin cemberut, ia tidak mau menatapku.
" ayo sini mommy tanya ke nenek dulu" ujarku sambil menggendong Rey, aku pun tetapenyuruh Ray untuk tetap tinggal dalam kamar.
lalu aku menghampiri mama yang sedang merapikan tanaman ditaman
" mama boleh ngak kamar Rex aku rubah jadi kamar bermainnya anak anak "
__ADS_1
" boleh
" tidak boleh, kamar itu mau aku tempati " ucap Rex yang tiba tiba muncul dan mengintrubsi pembicaraan antara mama dan aku.