Back To You

Back To You
Chapter 73


__ADS_3

Tibalah hari dimana Alita harus pergi ke Glasgow. Alita pergi seorang diri, karena keluarga kakaknya sudah lebih dulu pindah ke Glasgow beberapa bulan yang lalu.


Rafa memutuskan untuk datang ke bandara, mengantar kepergian Alita sekaligus melihat wajah cantik Alita sebelum harus terpisah jauh. Rafa tidak datang sendiri, ia sengaja mengajak Hanna untuk menghindari kecanggungan dengan orangtua Alita.


Beruntung pagi itu Theo tidak datang ke bandara karena harus ke luar kota untuk mengurusi pekerjaan. Setidaknya Rafa bisa bernafas lega karena tidak harus berhadapan dengan saingannya itu.


Rafa hanya diam. Lelaki itu bahkan hanya mengucapkan kata 'hati-hati' saat Alita berpamitan tadi. Entah kenapa lidahnya terlalu kelu untuk berucap panjang lebar. Ia tidak menginginkan perpisahan, karena Alita akan kembali bersamanya meski kini jarak mereka akan terbentang jauh.


"Mau sampai kapan disini, Kak?" Pertanyaan Hanna barusan menyadarkan Rafa dari lamunannya.


Rafa masih berdiri di tempat yang sama, sambil menatap ke arah dimana Alita-nya melambaikan tangan dan tersenyum untuk terakhir kalinya tadi. Sedangkan keluarga Alita telah pulang sejak beberapa menit yang lalu.


Rafa menoleh ke arah Hanna yang tengah mendongak ke arahnya, menanti jawabannya. "Kita pulang sekarang." Jawab Rafa sembari mengusak rambut Hanna.


Hanna mengekori langkah Rafa yang sudah lebih dulu melangkah pergi. Dirinya sedikit berlari kecil karena langkah kaki Rafa terbilang besar dan cepat. Namun akhirnya, langkah Rafa terhenti tiba-tiba saja, membuat Hanna ikutan berhenti dan mengerutkan keningnya.


"Gue kehilangan Alita lagi, Han." ucap Rafa dengan lirih yang kepala yang tertunduk. "Gue enggak bisa dapetin Alita lagi."


Hanna menghela nafasnya, lalu maju beberapa langkah dan mengusap pungggung Rafa. "Kak Alita tuh cuma pindah ke Glasgow, masih sama-sama berada di bumi dan kak Rafa masih punya kesempatan buat ngejar kak Alita lagi. Masa cuma ditinggal gini doang udah langsung mewek? Mending kak Rafa kerja yang rajin, nabung yang banyak, ntar pindah deh ke Inggris buat nyusulin kak Alita. Hidup jangan dibikin ribet, semuanya pasti ada jalan, Kak."

__ADS_1


"Lo tau apa sih, Han?" Rafa menggerutu, merasa tidak senang kembali mendengar ceramahan Hanna yang masih ia anggap anak kecil itu.


"Aku emang enggak ngerti soal percintaan, tapi aku enggak bodoh-bodoh amat kayak kak Rafa. Cuma ditinggal pergi doang aja udah kayak ditinggal nikah. Udah balik aja yuk, kak Rafa bakal galau mulu kalo kelamaan di bandara " Hanna menarik tangan Rafa untuk berjalan menuju parkiran mobil mereka.


...****************...


Beberapa bulan kemudian....


Memang sungguh sial sekali nasib percintaan Rafa sekarang ini. Mungkin ini adalah doa dari para mantan kekasihnya terdahulu yang ia putuskan begitu saja tanpa alasan yang jelas. Karena kini Rafa kembali menikmati kesendiriannya yang tidak jelas kapan akan berakhir.


Berbulan-bulan ini Rafa menyibukkan dirinya dengan pekerjaannya. Ia hanya keluar untuk berkumpul dengan William dan teman-temannya, atau sesekali mengajak Hanna makan. Karena kini Hanna telah kembali tinggal bersama orangtuanya dan Wildan mengambil alih tugas mengantar jemput Hanna.


Rafa kembali mendesah, mengamati pantulan dirinya yang hanya berbalut handuk sepinggang di depan cermin. Ia lalu beranjak mengambil setelan jas yang telah disiapkan oleh mamanya dan kembali berjalan menuju kamar mandi untuk berganti baju.


Dua tahun lalu ketika Rayyan menikah, ia juga harus sendirian lantaran Alita memiliki acara keluarga sendiri. Dan kini saat Eowyn menikah, harapannya untuk memiliki gandengan di acara pernikahan itu sirna sudah. Alita telah meninggalkannya beberapa bulan yang lalu. Komunikasi diantara mereka pun cenderung minim lantaran perbedaan waktu dan kesibukan masing-masing.


"Fa...." panggilan abangnya yang baru saja masuk ke kamarnya tanpa ijin itu membuat Rafa buru-buru menyelesaikan ganti bajunya.


Rafa yang tadinya marah karena Rayyan yang nyelonong begitu saja masuk ke kamarnya, tiba-tiba saja amarahnya mereda saat mendapati Abby kini telah duduk di ranjangnya bersama abangnya.

__ADS_1


"Tolong jagain Abby dulu ya. Zahra sama mama masih pada dimake up, gue mau bantu papa dulu bentar. Abby bilang maunya sama om ganteng aja." ucap Rayyan yang telah berpakaian rapi itu.


"Halah, bilang aja bapaknya yang mau nyuruh gue jagain anaknya."


Meski mengomel, namun Rafa tetap saja tak bisa menolak keponakan cantiknya itu. Ia begitu saja mengusir Rayyan untuk menyingkir dari kasurnya dan segera keluar dari kamarnya. Sementara Rafa langsung menghujani Abby dengan banyak ciuman dipipi Abby yang gembul itu.


Kegemasan Rafa tak berhenti disitu saja, ia bahkan tersenyum lebar saat melihat dress yang dikenakan Abby tidak jauh berbeda dengan dress yang akan dikenakan oleh mama dan kakak iparnya. Belum lagi rambutnya yang dikucir dua bagai air mancur mini itu, membuat Rafa semakin gemas pada keponakannya.


"Hahahaha... salah kamu sendiri punya oma yang gatel pula buat ngedandanin anak cewek, jadinya jadi lucu begini kan?"


Rafa lantas buru-buru untuk merapikan penampilannya. Memakai minyak rambut dan menyisirnya dengan rapi, dan tak lupa menyemprotkan parfum. Ia kemudian kembali menghampiri Abby yang terlihat asik dengan mainannya lalu mengajaknya untuk mengambil beberapa foto bersama.


Abby selalu Rafa jadikan senjata untuk menarik perhatian Alita. Jika Rafa memasang foto kebersamaannya dengan Abby, Alita pasti akan mengomentarinya. Dengan begitulah ia mendapatkan alasan untuk menanyakan kabar dan melanjutkan percakapan mereka.


Tapi tak jarang juga Alita tidak mengomentarinya, bahkan tidak melihat statusnya. Mungkin karena Alita sibuk atau bisa jadi bosan dengan statusnya yang selalu saja menampilkan Abby. Hanna-lah yang tak pernah absen mengomentari fotonya, bahkan sering mengomel dan mengatakan jika Abby sudah seperti anaknya sendiri.


'Duh... cantiknya Abby! 😍'


Hanna mengomentari foto yang baru saja Rafa pasang. Rafa hanya tersenyum saat membaca pesan dari Hanna dan tidak berniat membalasnya. Ia hanya ingin segera turun, mungkin saja Hanna dan keluarganya telah tiba di ballroom.

__ADS_1


"Ayo kita turun ke bawah." Rafa menggendong Abby dan membawa mainannya.


Rafa penasaran bagaimana penampilan Hanna kali ini, karena gadis itu selalu nampak berbeda tiap kali mengenakan make up.


__ADS_2