
"Karena lo posting foto itu, Alita jadi ninggalin gue. Karena lo posting foto itu, Alita jadi ngehindarin gue. Ini semua salah lo, Han!"
"Kenapa semuanya salahku?!" Gantian kini Hanna yang membentak Rafa.
Hanna bahkan sekuat tenaga mendorong tubuh Rafa untuk menjauh darinya, dan menarik tangannya. Hanna mengusap pergelengan tangannya yang terasa sakit akibat cekalan tangan Rafa yang begitu kencang.
"Kalo aku emang pengen ngerusak hubungan kak Rafa dan kak Alita, pasti udah aku lakuin dari awal. Tuduhan kak Rafa ini ngasal banget! Kalo memang sekarang kak Alita udah tau yang sebenarnya, itu berarti udah saatnya dia buat tau segala kebohongan kak Rafa."
"Alita enggak akan tau kalo enggak ada pemicunya!"
Rafa masih berbicara dengan nada bicara yang tinggi. Selain karena meluapkan kekesalan dan emosinya, ia juga tidak ingin kalah dengan Hanna yang membentaknya barusan.
"Dan pasti foto yang lo posting itu yang ngebuat Alita jadi tau semuanya!"
Rafa mengarahkan jari telunjuknya tepat di depan wajah Hanna, yang kemudian ditangkis oleh Hanna.
"Kalo emang itu penyebab kak Alita jadi nolak kak Rafa, bukankah seharusnya emang kak Rafa harus berhenti sekarang? Sampai kapan kebohongan ini akan berlanjut, hah? Kak Rafa bilang pilihan kak Rafa pasti jatuh pada kak Alita. Yaudah, kita udahi aja permainan konyol ini. Ayah udah meninggal, dan enggak ada lagi yang ngelarang aku buat ngelanjutin kuliah disini. Apalagi dengan syarat harus nikah sama seseorang buat ngejaga aku."
"Lo pikir semudah itu? Alasan apa yang bakal lo kasih ke keluarga lo dan juga keluarga gue?"
"Tinggal jelasin aja semuanya kan, enggak ada yang sulit. Toh juga selama beberapa bulan aku disini aku juga ngerasa sendiri. Kemana-mana aku sendirian, aku bisa jaga diriku sendiri. Adanya kak Rafa disini juga enggak berpengaruh besar terhadapku. Kak Rafa lebih memilih untuk hangout sama temen-temen, cewek-cewek genit lainnya, dan juga sama kak Alita. Jadi-"
__ADS_1
"Oh, jadi lo ngerasa kayak gitu? Terus mau lo gue harus gimana, Han?"
Rafa melangkah maju, kembali mendekat pada Hanna dan membuat Hanna terpojok kembali karena punggungnya membentur dinding.
"Seenggaknya kak Rafa bisa ngertiin aku juga! Aku ini istrinya kak Rafa! Meskipun cuma status, tapi aku ngelakuin semua layaknya aku istri kak Rafa beneran. Kak Rafa inget kan soal pertanyaan mana yang harus dipilih antara aku atau kak Alita? Harusnya dari situ kak Rafa mulai peka kalau aku itu ada rasa ke kak Rafa. Tapi sayangnya perhatian kak Rafa cuma tertuju ke kak Alita doang."
Rafa tersenyum sinis, terlihat sedang mencemooh Hanna yang baru saja mengakui perasaannya padanya.
"Jadi ternyata selama ini elo bertindak sebagai istri beneran ya?" Cibir Rafa sembari membelai rambut Hanna.
"Gue enggak tau kalo ajakan nikah itu bakalan ngebuat lo jatuh cinta sama gue? Sejak kapan? Apa sebegitu menariknya gue dimata elo?"
Hanna mengibaskan tangan Rafa yang asik bermain dengan rambutnya.
Nada bicara Rafa yang tengah mencibir itu membuat Hanna tak kuasa menahan laju air matanya. Kini dia bahkan merasa bodo amat untuk menangis di depan Rafa.
"Alita bilang... gue mungkin aja udah suka sama elo sejak lama, Han. Pas dinikahan abang dulu, gue diem-diem ngefotoin elo yang emang cantik banget waktu itu. Dari situ gue sering ngefotoin elo secara diam-diam, dan ternyata Alita tau kalo gue nyimpen foto-foto elo. Jadi... setelah gue ngomong begini, elo seneng enggak?"
Mungkin jika kondisinya sedang tidak dalam kondisi bertengkar, bisa jadi Hanna merasa tersipu malu dengan hati yang berbunga-bunga. Tapi karena sekarang sedang bertengkar, Hanna hanya diam saja. Apalagi sejak tadi Rafa terlalu banyak bicara dan mencibirnya.
"Tapi gue enggak setuju sama pernyataan Alita yang bilang katanya gue jatuh cinta sama elo, dan ada elo dihati gue. Hahahaha... omong kosong banget ya, kan? Sekali pun lo udah menyatakan perasaan lo ke gue kayak barusan, untuk sekarang ini pilihan gue tetep enggak akan berubah, Han."
__ADS_1
"Aku enggak peduli! Selama kita berdua masih dalam status pernikahan, aku akan tetap memperjuangkannya."
"Hahahaha... elo seyakin itu kalo gue bakal berubah dan jatuh cinta sama elo?"
"Dan saat kak Rafa mulai cinta sama aku nanti, aku pastikan kak Rafa akan ngerasain apa yang aku rasain sekarang."
Rafa menahan tawanya. Sikap Hanna yang seolah sedang menggertaknya malah dirasa lucu oleh Rafa. Tangannya kemudian terulur untuk menggandeng tangan Hanna dan membawanya masuk ke dalam kamarnya.
Dengan sengaja Rafa mendorong tubuh Hanna untuk berbaring di ranjangnya, yang sontak membuat Hanna menjadi ketakutan.
"Kak Rafa mau apa?" Tanyanya dengan suara bergetar.
Rafa begitu saja naik ke atas ranjang dan mengungkung Hanna dibawahnya. "Elo bilang selama ini elo ngelakuin semua tugas istri layaknya istri beneran kan? Gue cuma mau ngingetin aja, kalo tugas lo masih ada yang kurang."
"Kak...." Suara Hanna melemah dan ketakutan saat Rafa mulai mencekal kedua tangannya diatas kepalanya.
"Enggak usah teriak kalo elo emang paham tugas sebagai seorang istri." Bisik Rafa tepat disebelah telingan Hanna, sebelum akhirnya mulai mengecupi leher jenjang milik Hanna.
...****************...
Eeeeeaaaaaaaaa.... nanggung ya? Sengaja kok 😂🙏🏻
__ADS_1
Habis buka puasa, minum yang dingin-dingin seger, eh baca novelnya si Rafa malah jadi panas lagi. Emang si Rafa ini bener-bener dah! Nakalnya keterlaluan ya. Kira-kira habis ini adegannya bakal kayak gimana ya? Duuhhh... eike salah perhitungan waktu karena harus posting adegan beginian pas lagi bulan puasa. Astagfirullah... kalo gitu ditunda aja sampai habis lebaran deh ya? 🤭🤣