
hari ini aku mendatangi pernikahan sahabat ku Hera. setelah pacaran hampir 8 tahun Hera akhirnya memutuskan untuk menikah dengan pacarnya. Hera menikah dengan seorang pelukis terkenal yang mana lukisan dijual saat lelang saja. aku memandang Hera bersanding dengan suaminya. ia terlihat sangat bahagia.
" aku tidak tau kalau kamu akan datang kesini ? " mendengar suara itu aku menoleh kan kepalaku dan melihat Rex. setelah pertemuanku dengannya di pantai Spanyol 3 minggu lalu. kami putus kontak, karena kurasa kami tidak perlu bertemu secara sengaja.
" aku tidak mungkin tidak datang ke pernikahan sahabat ku sendiri " ujar ku sambil minum jus jeruk yang di sediakan di pesta pernikahan ini.
" tiga minggu lalu kita bertemu di Spanyol, dan sekarang di Indonesia, sebenarnya sekarang kamu menetap dimana ? "
" mungkin di London Paris ? " ujar ku santai
" mungkin ??? "
__ADS_1
" karena sebenernya selama 5 tahun ini aku tidak pernah tinggal menetap "
" dan sekarang kamu memutuskan untuk menetap ? " Rex melihat ku dengan penasaran
" Yap... karena anakku sudah mulai memasuki sekolah dasar aku memutuskan untuk menetap " sesuai wasiat nenek tua itu aku lima tahun lalu aku membuka bisnis gila gilaan untuk menemukan putra putra ku. dan setelah setahun aku bekerja keras akhirnya aku menemukan anakku di negara Swedia. mereka dirawat oleh baby sister di rumah kediaman nenek tua itu.
meskipun begitu ada satu hal yang ku sesalkan dari lima tahun lalu. aku terlambat menyelamatkan Rela, dia meninggal ditempat saat kecelakaan terjadi. akibat tragedi itu hubungan ku dengan Rafi mulai merenggang. Rafi mengabaikan anak anak kami dan tidak peduli dengan sekitar. Rafi seolah kehilangan bagian dari dirinya yang membuatnya kehilangan jati dirinya. sungguh beruntung Rela dicintai Rafi seluar biasa itu.
aku menatap Rex teringat dengan pernikahan singkat kami. walau dalam pernikahan kami ada perselisihan dan terkadang cekcok tapi itu terasa manis saat hanya sama Rex. Rex dulu sangat suka memarahiku karena aku suka menaruh baju kotor tidak pada tempatnya. melakukan malam nikmat yang panjang dengannya dan sial nya kenapa aku ingat itu. tapi tepat setelah melakukannya malam itu besok paginya Rex menceraikan ku. sungguh ironis.
# flasback #
__ADS_1
" Rex kata bunda ingin cucu " ucap ku malu mengakui hal ini.
" terus aku ingin anak kita laki laki yang harus persis sama kamu, aku suka lihat kamu kalau lagi ngambek " sebenernya bukan bunda yang ingin meminta untuk memiliki anak. tetapi ini inisiatif ku sendiri.
" iya " jawab singkat Rex sambil mengerjakan tugas perkuliahan nya.
" iya apa " aku menuntut jawaban yang pasti darinya.
" ya kalau memang di kasih "
" gimana mau dikasih kalau kita belum melakukan itu " aku menunduk malu mengatakan itu. aku menatap Rex yang masih sibuk dengan tugas perkuliahan nya membuat ku sebal. lalu aku berantakan berkas berkas yang ada di ranjang kami.
__ADS_1
melihat itu Rex baru menatapku dengan kening yang berkerut. meski begitu aku tetap mengabaikan tatapannya dan malah memeluknya sambil menyandarkan kepalaku di dada bidangnya. memang paling nyaman tidur dalam pelukan Rex.