Back To You

Back To You
11


__ADS_3

aku hanya menertawakan kemalangan nasib Hera, di pipinya ada bekas gigitan kecil dan rambut kesayangannya yang suka ia blow sekarang ini berantakan dan menjadi lecek semua.


" gue gak mau punya anak cowok " ujar Hera sambil menyisir rambutnya, ia menatapku sebal marah akan kelakuan anakku yang mana ia berpikir kalau aku yang mengajarkan kepada mereka.


" gue bahkan baru ini melihat aksi brutal Rey " ucapku jujur. ini adalah hal baru perkembangan dari putraku Rey.


" Rey minta maaf dulu sama Tante Hera " mendengar perkataan ku, Rey hanya menatapku dengan wajah memelas enggan meminta maaf duluan kepada Hera.


" gak au " Rey membantah perkataan ku sambil siap berdiri pergi.


" Rey " ujarku dengan penekanan, Rey pun terpaksa menghampiri Hera dan mengulurkan tangannya.


" ley intak aaf ya ante "


" cium pipi Tante dulu " aku menatap ekspresi jahil Hera yang masih tersisa. aku hanya menggeleng kan kepala tanda menyerah.


" mommy " ujar Rey merengek menatapku enggan melakukan permintaan Hera.

__ADS_1


melihat itu aku hanya mengangguk mengisyaratkan Rey bahwa harus melakukan apa perkataan Hera. Rey pun terpaksa mencium pipi Hera cepat dan memalingkan wajahnya yang lucu dari Hera. merasa syaratnya sudah terpenuhi Hera pun menerima uluran tangan Rey lalu memaafkannya.


" ini kado pernikahan lo " ucapku sambil memberikan amplop coklat yang sedari tadi aku bawa.


" ini yang gue tunggu dari kemarin " aku menatap Hera yang membuka amplop coklat ku. tidak lama ia menatapku dengan tatapan takjub.


" Sya lo serius kasih ini ke gue " Hera menatap ku tidak yakin.


" gue tau lo emang kaya tapi gue gak nyangka loh sebodoh ini kasih gue yacht mewah "


" karena Lo sahabat baik gue jadi aku anggap itu pantas buat loe " aku tau dari dulu Hera ingin memiliki yacht. tapi meski ia dari keluarga mampu tapi keluarganya masih belum bisa untuk membeli barang mewah.


" pokoknya anak cewek gue harus gue nikahin sama Rey " ujar Hera jumawa.


" Lo bahkan belum hamil Ra "


" anak gue pasti suka punya mertua sebaik itu" lanjut Hera sambil membayangkan masa depan yang mana masih abu abu.

__ADS_1


" ya terserah Lo deh, btw Ra gue gak bisa lama lama di sini, gue mau ke makam ortu gue " ujarku mengemasi barang di tasku yang berantakan akibat ulah putra kembar ku.


" yah padahal masih masih banyak yang mau gue obrolin ke Lo "


" besok masih bisa lanjut kog "


" lo sampai kapan di Jakarta "


" belum tau sih, lagi pula sekarang kerja udah bisa di handle orang kepercayaan gue "


" kenapa ngak menetap aja stay on Indonesia "


" gue masih belum mutusin mau tinggal di mana, masih banyak pertimbangan pertimbangan yang harus gue pikirin juga "


" alasan ? "


" alasan apa Ra ? "

__ADS_1


" apa ada alasan khusus yang membuat Lo berat tinggal disini ? "


mendengar itu aku hanya bisa diam


__ADS_2