Back To You

Back To You
18


__ADS_3

aku menatap kedua putra kembar ku yang sekarang ini memperebutkan wilayah bermain. kamar Rex sudah berubah menjadi kamar bermain anak laki laki.


setelah seribu macam cara rayuan Rex pada Rey, akhirnya Rey luluh juga dengan tipu muslihat Rex. dan seketika Rex langsung memanggil orang untuk membantunya memindahkan barang barang nya ke kamar bawah.


dan akhirnya kamar ini sudah terbagi menjadi dua sekat. ada selambu di tengah tengah ruangan ini. tapi hal yang dari tadi yang mereka perebutkan adalah mereka melarang masing masing untuk lewat diwilayah masing-masing.


tapi bisa kalian bayangkan bagaimana bisa mereka tidak melanggar peraturan tersebut jika pintu masuk kamar ini masuk wilayah Rey, sedangkan kamar mandi masuk wilayah Ray.


kalian tahu maksud ku kan ?


sebab yang menyebabkan mereka tidak mau berbagi kamar bermain karena dulu Ray anak yang aktif dan termasuk tidak bisa diam. yang membuatnya banyak merusak mainan dan salah satu mainan yang iya rusak adalah mobil kecil merah yang mana itu adalah hadiah dariku untuk Rey.


karena hal itu Rey sampai marah pada Ray berhari hari. sedangkan Ray meskipun ia merasa bersalah tapi karena ia sudah meminta maaf jadi ia mengabaikan nya.


aku menghela nafas untuk kesekian kalinya melihat tingkah mereka yang mengemaskan. mereka sudah besar, mau masuk sekolah dasar. ngomongin sekolah dasar aku belum mencari sekolah yang cocok dengan mereka berdua.

__ADS_1


mungkin aku harus mensurvei beberapa sekolah untuk mereka. aku harus masukkan ini dalam jadwalku minggu depan.


" kalian kalau berantem terus, mommy pisahkan sekolah mau ? " aku mengucapkan itu sambil membuka jendela agar udaranya masuk kedalam.


saat aku menatap bawah ke halaman depan rumah aku melihat Rex berdebat dengan seorang wanita. dari suara yang samar samar terdengar aku yakin bahwa di sana mereka sedang bertengkar. lalu ketika Rex meninggalkan wanita tersebut, aku baru bisa melihat jelas siapa wanita didepan sana.


Risa ?


benar dugaan ku pasti Risa dan anaknya akan juga pindah kesini. lalu mengapa mereka bertengkar disini.


mencoba tak mengambil pusing hal tersebut. aku kembali menatap putra kembar yang sekarang ini mulai tempur lempar lempar mainan.


" mommy mau beli ice cream, siapa yang mau ikut ? " aku bertanya pada mereka yang seketika menghentikan pertengkaran nya.


" ley dah nya e clem di ulkas " Rey mengucap itu tandanya ia tak mau ikut dengan ku beli ice cream.

__ADS_1


ya Rey memang mempunyai ice cream pemberian dari Rex. itu merupakan salah satu rayuan Rex agar mau tetap tinggal disini.


" Ray gimana ? mau ikut mama ? " gantian bertanya pada si bungsu yang sekarang mulai mengemasi mainannya untuk ikut dengan ku.


" mau mommy " Ray pun lari kearah ku meminta di gendong. melihat itu aku langsung mengendong Ray.


" Rey ikut mommy turun kebawah juga " Rey yang asik main mainan nya menoleh kepada ku dan menggeleng.


" ngak takut disini sendiri " aku tau memang Rey anak yang tidak takut hal hal mistis.


" no mommy " mendengar itu aku memutuskan meninggalkan Rey dan turun ke bawah.


sebelum berangkat aku berpamitan pada mama agar ia tak khawatir saat aku tak ada dirumah.


" ma aku sama Ray mau keluar beli ice cream, mama mau dibelikan sesuatu ngak ?

__ADS_1


__ADS_2