
# flasback #
aku suka kamu juga suka
tapi kita diam saja tak suara
karna biasanya semua pria pria
kalau suka bilang suka
bukannya wanita yang ngomong duluan
yang ngomong duluan a.....
malu dong malu..
kalau aku yang ngomong duluan
sama kamu...
__ADS_1
jangan biarkan ku lama menunggu
kalau bosan nanti aku cari i....
yang lain...
" Rex lo ngerasa ngasih lagu ini kayak kita banget " lagu malu dong milik pochi ini menurut ku mengambarkan kisah ku dengan Rex. meski belum ada kata cinta yang dikeluarkan Rex untukku tapi aku yakin Rex memiliki perasaan untukku. bukannya GR an atau gimana emang faktanya begitu kok
saat ini aku sedang berada di kafe dekat sekolah kami. seperti siswa siswi lainnya kami nongkrong disini buat segelas kopi favorit kaum pria. tentu saja aku disini mengikuti Rex dengan teman temannya.
aku duduk bersandar di lengan Rex tanganku di genggam Rex dengan mesra nyaman sekali. di cafe ini bukan cafe sembarangan kami memesan room VIP jadi duduk sini lama tidak akan bosan.
" kamu suka kan sama aku? " lanjut ku lagi sambil aku menggoyang goyangkan lengannya agar ia menanggapi ku.
aku tau saat ini pasti teman teman Rex menatap ku sinis ingin muntah melihat kelakuanku. bukan pertama kalinya aku bertanya pada Rex seperti ini didepan mereka. aku membalas mereka dengan lirikan mata sengit.
" suka " Rex menjawab dengan singkat masih sibuk dengan game di genggaman nya.
mendengar jawaban Rex seperti itu aku tersenyum senang lalu aku mencondongkan wajah ku, ku kecup singkat pipi Rex. lalu aku menatap teman teman Rex yang masih menatap ku, ku julurkan lidah bahwa saat ini aku menang dari mereka.
__ADS_1
waktu hampir menunjukkan puku jam 6 sore waktunya kami pulang. aku berjalan di sambung Rex sambil tetap bergelayut manja dilengan nya. sampai diparkiran aku melihat motor sport merah. itu adalah motor favorit Rex.
Rex pun dengan telaten memasang kan helm ke kepalaku. ia lalu naik ke motornya. lama menunggu karena aku tak kunjung naik dalam boncengan nya ia menolehkan kepalanya
" kenapa? "
" gue pake rok pendek " ujar ku sambil menunjukkan rok pendek sekolah ku yang panjangnya hanya selutut.
melihat itu Rex turun dari motornya lalu melepaskan jaket kulitnya. ia pun mengikat jaket tersebut pada pinggang ku. aku tersenyum melihat tingkah manisnya itu.
Rex pun naik ke motornya lagi. aku pun mengikuti nya, tanganku melingkari perutnya. badanku memeluk nya dengan mesra. bau badan Rex adalah parfum favorit ku.
.................
aku mencari Rex entah pergi entah kemana. ini sudah masuk jam istirahat sekolah. karena lelah mencari Rex aku duduk ditaman yang disediakan sekolah.
" ini buat Lo " tiba tiba Rex datang dari arah belakang dengan membawa keresek hitam. ia menggaruk telinganya yang aku yakin tidak gatal.
" pembalut? " aku bertanya dengan nada suaraku pelan kan, aku menoleh kanan kiri khawatir siswa lain akan melihat apa yang didalam kresek tersebut.
__ADS_1
" kata Hera Lo lagi butuh itu! " mendengar itu aku mengigit bibir bawahku agar menahan tawa yang tak bisa ku tahan lagi.