Back To You

Back To You
Chapter 59


__ADS_3

Saat berbaikan dulu, Alita telah mengatakan kepada Rafa jika kini hubungan mereka tidak akan semudah dulu. Dan setelah delapan bulan berbaikan, tentu banyak hal yang berubah dalam hubungan percintaan mereka. Kini Alita cenderung menutup diri dan membatasi dirinya untuk bertemu dan juga bersentuhan dengan Rafa.


Jika dulu Alita akan dengan senang hati diantar dan dijemput oleh Rafa, kini tidak lagi. Alita sering meminta Rafa pulang terlebih dulu dan tidak menunggunya. Alita bahkan sering meminta pak Maman untuk mengantar jemputnya atau bahkan pulang bersama temannya.


Banyak yang berubah dalam hubungan mereka. Malam Minggu pun gak pernah jadi hari dimana mereka melakukan kencan seperti pasangan kekasih lainnya. Bahkan saat Rafa magang di kantor papanya pun Alita malah menghabiskan waktunya untuk pergi berlibur bersama teman-temannya.


Rafa tidak mencegah, tidak bisa pula untuk melarang. Mungkin Alita memang butuh waktu untuk menenangkan diri. Mungkin Alita butuh waktu untuk menyenangkan diri tanpa dirinya.


Tidak hanya Alita saja yang berubah, Rafa pun juga sama. Jika biasanya ia akan banyak berbicara dan jahil, kini Rafa cenderung lebih pendiam. Baik keluarga Alita maupun Rafa tidak ada yang tahu jika keduanya baru saja melewati fase terendah dalam hubungan mereka. Bahkan keluarga Rafa pikir, berubahnya Rafa menjadi sosok pendiam itu karena Rafa terlalu fokus mempersiapkan skripsi dan sebagainya.


"Cepet banget udah mau libur lagi. Kita liburan yuk, Fa! Bareng anak-anak yang lain. Ntar kalo udah nyekripsi bisa susah kita kalo mau ngumpul, apalagi kalo udah kerja." bujuk William dengan menepuk pundak Rafa.


Rafa yang tengah sibuk dengan game diponselnya pun tidak begitu berminat dengan ajakan temannya itu.


"Gue mau magang lagi aja, cari uang. Misal gue mau liburan juga mending gue sama Alita daripada sama elo."


"Cih, emang Alitanya mau? Sekarang aja lo sering ditinggal hangout kan sama dia." cibir William.


"Biarin, dia juga butuh waktu buat seneng-seneng sama temennya."


"Gue denger, Alita kerja part time ya, Fa?"

__ADS_1


Kini topik pembicaraan William langsung menarik atensi Rafa. Lelaki itu segera menghentikan game-nya dan menoleh ke arah William.


"Kerja? Dimana?" tanya Rafa penasaran.


"Lah? Lo enggak tau?" seru William tanpa bisa menahan ekspresi terkejutnya. "Dia kan pacar lo, Fa. Gimana bisa sih lo enggak tau kalo Alita sekarang kerja? Kalian pacaran udah dua tahun lebih woi! Masih aja main rahasia-rahasiaan."


Rafa tidak menyahut. Setelah berperang dengan pikirannya sendiri untuk beberapa saat, Rafa kembali menatap layar ponselnya. Menampilkan pop up pesan dari Alita yang mengabarkan jika pertemuannya dengan teman-temannya sudah selesai dan minta dijemput.


"Gue balik duluan." Rafa meraih tas punggungnya dan beranjak meninggalkan William.


"Jangan berantem woi! Tanyain aja baik-baik." teriak William untuk memperingatkan Rafa.


......................


"Maaf, tadi nungguin Thalita dijemput dulu. Ini aku pesenin cold brew buat kamu." ucap Alita saat masuk ke dalam mobil Rafa. Gadis itu bahkan mengecup pipi kiri Rafa sebagai permintaan maafnya, lalu meletakkan minuman Rafa dicup holder.


Jika sudah begini, mana bisa Rafa marah. Pokoknya sejak berbaikan itu, Alita jarang melakukan kontak fisik seperti ini. Apalagi, kali ini Alita yang mulai duluan.


Rafa tersenyum, lalu mengucapkan terima kasih karena telah dipesankan minuman kesukaannya. Bertanya akan kemana tujuan Alita selanjutnya, kekasihnya itu meminta untuk diantar ke sebuah hotel yang lokasinya tak jauh dari kafe.


"Hotel? Ngapain?" tanya Rafa penasaran.

__ADS_1


"Ahh, maaf aku lupa cerita ke kamu." Alita membetulkan posisi duduknya untuk menghadap ke arah Rafa. "Beberapa bulan ini aku kerja part time gitu disebuah wedding planner and event organizer. Awalnya karena iseng sih, ada teman Thalita yang butuh bantuan disalah satu project-nya. Jadi ya aku bantuin."


"Beberapa bulan ini? Kok enggak cerita?" kini giliran Rafa yang mengubah posisi duduknya untuk menghadap Alita.


Alita tidak marah ditodong pertanyaan seperti itu oleh Rafa. Mungkin memang salah jika beberapa bulan ini merahasiakan kegiatannya itu dari Rafa.


"Maaf. Karena awalnya aku pikir cuma bantuin diproject itu doang. Ternyata pemiliknya nawarin aku untuk project yang lain, dan aku jadi ketagihan. Event yang lagi aku urus sekarang bukan event kayak sebelumnya, kali ini aku harus ngurusin pernikahan orang. Makanya aku minta anterin kamu ke hotel itu karena acaranya bakal digelar disana."


"Harusnya kamu bilang. Aku enggak suka jadi orang terakhir yang tau, William bahkan udah tau lebih dulu." Akhirnya Rafa memberanikan diri untuk protes juga.


"William? Dia tau ya?" Alita nampak berpikir, tapi akhirnya menemukan jawabannya setelah mengingat sesuatu.


"Ahh, mungkin dia tau dari Nadia. Waktu itu aku ketemu Nadia diacara yang aku handle, mungkin dia cerita ke William." sambung Alita.


Rafa hanya mengangguk, lalu mulai melajukan mobilnya menuju hotel tempat Alita akan bekerja. Lagi-lagi tidak banyak percakapan diantara mereka, karena Alita telah sibuk dengan tab-nya yang mungkin sedang mengecek detail wedding yang sedang ditanganinya.


"Kamu langsung balik aja ya, nanti aku akan minta papa Maman aja buat jemput." ucap Alita saat mobil itu baru saja berhenti di depan lobi hotel.


"Aku nunggu enggak apa-apa, sayang."


Alita menggelengkan kepalanya. "Ini bakal lama, mungkin bisa sampai malam banget karena acaranya besok pagi. Jadi kamu pulang aja, oke?"

__ADS_1


Alita begitu saja keluar dari mobil Rafa, berlari kecil masuk ke dalam lobi tanpa menoleh ke belakang dan melambaikan tangannya ke arah Rafa. Tanpa ada ucapan untuk hati-hati dijalan atau kalimat manis lainnya, apalagi pelukan dan kecupan seperti dulu. Alita dan kisah percintaan Rafa kali ini, telah berbeda.


__ADS_2