
" semalem lo habis dari bar ya? aku meletakkan sendok dan garpu di atas piring, aku menatap makanan di depanku dengan tidak berselera. aku memundurkan kursi berdiri dengan membawa piring sisa makanan ku untuk dibuang.
setelah mencuci piring ku sendiri aku mengelap tanganku dengan lap yang bergantung tepat disamping cuci piring. aku
membuka kulkas untuk mengambil air putih dingin untuk menghilangkan haus karena tenggorokan yang kering.
" jadi Lo marah sama gue " Rex mengikuti dibelakang ku. aku merasakan bahwa gerak gerik ku ditatap olehnya. aku menghiraukan nya dan tetap menghindarinya. aku kembali keruang makan untuk mengambil tas ranselku lalu aku sampir kan di bahuku.
" apa salah gue hingga Lo semarah ini? " aku menghentikan langkahku saat hendak pergi. aku mengigit bibir bawah ku kuat kuat. dia masih bertanya apa yang membuat gue marah.
gue ngak suka lo jalan sama Risa
ingin ku mengatakan itu tapi lidah ku kelu untuk mengucapkan itu. bibirku terbuka dan menutup lagi. aku menghela nafas meratapi nasib sial ku pagi ini.
mulai dari pembantu rumah sakit sehingga membuatku membuat sarapan sendiri
mama Rex pergi keluar kota
buku tugas ku hilang yang mana hari ini waktu pengumpulan
__ADS_1
dan sial nya lagi aku harus di hadapkan berdebat dengan Rex yang tidak tau apa salahnya. Harini mood ku benar benar hancur, aku benar benar benci hari ini
aku benci Rex bohong padaku hanya demi jalan sama Risa
aku benci perhatian Rex teralihkan
aku benci Risa
Benci benci benci
" gue ngak berani ! " setelah mengatur mimik ekspresi ku, aku berbalik menatap Rex yang ada dibelakang ku. dia memandang ku dengan pandangan tak bersalah.
aku takut Rex jatuh cinta pada Risa
aku takut Rex meninggalkanku
karena aku butuh Rex, aku butuh Rex selalu disamping ku, mensupport ku. aku tidak peduli nenek tua itu tidak menyukai ku, aku tidak peduli ditinggalkan orang tua ku, aku tidak peduli banyak yang memusuhi ku, karena aku nggak butuh semua itu. satu yang selalu ku minta tuhan
Tuhan jangan ambil Rex dariku
__ADS_1
hanya itu harapan ku
tapi tiba-tiba suatu pagi datang Risa ambil Rex dari ku. Risa renggut perhatian rex. Rex lupa bahwa aku aku slalu disampingnya, menyukainya, mencintainya. duniaku mulai terkikis habis dicabut paksa dariku.
" ngak berani...... ngak berani buat marah sama Lo " aku melangkah kan kakiku meninggalkan Rex yang masih terdiam ditempatnya.
aku berjalan menuju bagasi mobilku yang tak pernah ku pakai, karena biasanya aku memang selalu berangkat sekolah bersama Rex. membuka pintu mobil duduk di kursi pengemudi lalu menaruh tas ranselku disamping kursi pengemudi.
aku menghela nafas untuk kesekian kalinya, menoleh pada pintu rumah barang kali Rex mengejar ku untuk menjelaskan apa yang terjadi antara Rex dan Risa.
tapi hingga sepuluh menit berlalu tidak ada tanda tanda Rex mengejar ku dan meluruskan kesalahpahaman antara kami. aku menatap nanar gelang mahal pemberian Rex, melepaskan secara paksa hingga membuat pergelangan tanganku terluka. lalu melemparnya keluar mobil
apa yang kuharap kan...
dari dulu aku yang terlalu mencintainya...
cinta Rex untukku tak sebesar cintaku padanya
" BODOH..... benar benar bodoh "
__ADS_1