Back To You

Back To You
04


__ADS_3

 


setelah sampai rumah aku memutuskan untuk membersihkan diri sebelum bertemu si kembar. waktu hampir menunjukkan pukul 20:00 mungkin si kembar sudah tertidur pulas. lalu aku memasuki kamar si kembar ternyata benar mereka tertidur dengan pulas dan imutnya, pipi chubby kemerahan membuat tak tahan untuk menciumnya. takut membangunkan si kembar aku memutuskan untuk keluar kamar si kembar.


aku menghela nafas memikirkan bahwa waktuku dengan si kembar sangat terbatas. jadwal kerja yang padat membuatku lebih sering menghabiskan waktu di kantor dari pada dirumah. bisnis keluarga yang diwariskan nenek tua itu kepadaku membuat ku tidak bisa bergerak bebas, mau bagaimana lagi aku tidak bisa mengorbankan ribuan pekerja hanya untuk kepentingan pribadi.


" nyonya...! " aku melirik asisten pribadi ku yang baru saja datang dengan membawa tablet serta berkas berkas ditangannya.


" tuan Rexal telah melahirkan seorang anak perempuan " lanjut asisten pribadiku sambil memperlihatkan foto Rexal mengendong seorang bayi. aku tersenyum melihat foto tersebut.


" mulai sekarang kamu tidak perlu mengawasi kegiatan Rex, karena kurasa ini sudah cukup " ujarku sambil menerawang jauh ini hal yang bagus. Rex sudah menemukan kebahagiaan nya dan aku bahagia untuk itu.


kalau kalian pikir aku aku mengawasi Rex karena masih mencintainya kalian salah, ini kulakukan untuk menebus dosa. kurasa dosaku hari ini sudah selesai.


" nyonya selain itu ada kabar buruk " ucap asistenku dengan khawatir. dia seolah ragu untuk mengatakannya.

__ADS_1


" nyonya besar baru saja masuk rumah sakit !" lanjutnya.


...................


aku memasuki kamar rumah sakit, didepan kamar banyak yang bodyguard yang menjaga kamar VIP ini. aku menghela nafas pembicaraan dengan nenek pasti tidak akan mudah.


" aku ingin kamu membuka bisnis baru di beberapa negara, ini permintaan terakhir ku " belum sempat duduk nenek sudah menyodorkan pertanyaan. aku menatap nenek meski sudah tua, nenek masih terlihat arogan. nenek orang yang kaku, sejak dini dia sudah menjalankan beberapa bisnis.


" aku tidak bisa " ucapku tegas. jika aku membuka bisnis dibeberapa negara, waktuku bersama si kembar akan sangat terbatas. aku tidak mungkin meninggalkan si kembar.


" membangun bisnis baru membutuhkan waktu yang lama, aku bisa saja kembali kesini sampai 2-4 tahun lagi "


" melihat kamu yang semakin angkuh kurasa aku bisa memberimu solusi, aku sudah putuskan cicitku akan aku kirim ke salah satu negara yang akan kau datangi nanti ! "


" aku peringatkan jangan sentuh anakku !!! "

__ADS_1


" sejak kapan kamu bisa mengertak ku " melihat senyum jahat nenek firasat ku mulai tidak enak. nenek pasti melakukan sesuatu hal yang besar.


" dan untuk masalah Rafi, berani sekali dia meminta cerai dengan cucuku. hanya untuk menikah dengan wanita rendahan yang tidak sebanding dengan kamu " setelah mengucapkan itu aku melihat raut muka nenek yang dipenuhi amarah karena merasa terhina.


" nenek tidak berhak menyalahkan Rafi, ini keputusan kami ! " aku berusaha membela Rafi dari amarah nenek.


" dari awal kalian berdua tidak memiliki keputusan, aku akan kirim seseorang untuk membunuh wanita rendahan yang berani merusak nama baik ku... hahahaha"


melihat sikap nenek yang seperti itu aku memutuskan untuk keluar dari kamar tersebut dengan membanting pintu. aku mencoba menahan amarah dan berusaha menjernihkan pikiran ku.


aku mengeluarkan handphone untuk menghubungi asisten ku. aku akan menghubungi Rafi bahwa Rela dalam bahaya.


tapi sebelum itu ada panggilan masuk dari asistenku. aku langsung mengangkat panggilan tersebut.


" nyonya ada kabar buruk...! Nona Rela telah meninggal dalam kecelakaan dan si kembar telah diculik "

__ADS_1


__ADS_2