Back To You

Back To You
Chapter 118


__ADS_3

Hanna masih bertahan. Disaat mertua dan kakak iparnya telah pergi meninggalkan rumah, Hanna masih bertahan di rumah itu. Apalagi kalau bukan untuk merawat luka yang baru saja diperoleh Rafa.


"Pelan-pelan sih, Han. Lo kasar banget ngolesinnya." Rafa menggerutu, tapi tidak dihiraukan oleh Hanna.


Luka disudut bibir Rafa cukup besar, mungkin karena dua pukulan yang mendarat disana tadi sangat keras. Tentu saja keras, buktinya sampai membuat Rafa jatuh tersungkur. Belum lagi luka akibat pukulan membabi buta papa Adit. Beberapa luka ditangan Rafa mungkin akibat terkena kuku atau alas kaki papa Adit.


"Jadi, abang yang telpon kamu?" Tanya Rafa saat sesi pengobatannya telah selesai.


Hanna menggelengkan kepalanya. "Bibi May yang telpon. Dia bilang keluarga kita datang, papa langsung marah ketika mama liat kamarku udah kosong, dan...."


"Dan apa?"


"Dan bibi May ngaku kalo udah lama aku enggak tinggal disini."


Rafa hanya diam. Ia lalu beranjak dari duduknya dan mengambil sebotol minuman dingin dari kulkas. Rafa mengaduh kesakitan saat ia tidak bisa meneguk minuman itu dengan benar.


"Mungkin kak Rafa harus tinggal di rumah sampai luka di wajah kak Rafa sembuh." Hanna mengulurkan sedotan ke arah Rafa. "Enggak mungkin juga kan kak Rafa bakal ke kampus dengan wajah bonyok kayak gini?"


"Hm, gue bakal ijin beberapa hari."


"Kasian juga nanti pacar-pacarnya pada panik." Imbuh Hanna dengan santai sambil menyimpan kotak obat yang digunakannya tadi.


"Jangan mulai deh, Han."


Hanna hanya tersenyum untuk menanggapi Rafa. Dia kemudian beralih menuju sofa untuk mengambil tas ranselnya. "Haahhh... apa yang kita takutkan akhirnya terjadi juga. Semuanya udah terbongkar, dan hubungan kita tampaknya emang harus berakhir sekarang."


"Papa enggak bisa ngelakuin itu, Han. Papa bahkan enggak nanya ke kamu soal keputusan ini."

__ADS_1


"Meskipun ditanya pun, aku juga akan setuju dengan keputusan Papa."


"Gue serius buat pertahanin elo, Han."


"Dan aku serius dengan keputusan bercerai, kak."


Rafa melongo atas jawaban yang Hanna berikan padanya. Ia meletakkan botol minuman yang sedari tadi digenggamnya dan berjalan menuju ke tempat Hanna berdiri sekarang.


"Enggak bisa gini dong, Han! Elo bilang sendiri ke gue kalo elo suka sama gue. Kenapa elo enggak ngasih kesempatan ke gue untuk pelan-pelan belajar membalas perasaan elo?"


Hanna melepaskan kedua tangan Rafa yang memegangi lengannya. "Kenapa baru sekarang? Kenapa kak Rafa enggak coba dari dulu? Sekarang... setelah kak Rafa ditolak sama kak Alita, sandiwara kita juga ketahuan, kak Rafa baru minta dikasih kesempatan. Aku bukan pemain cadangan yang harus siap sedia menggantikan pemain utama yang udah lelah."


"Han...." Rafa mencekal pergelangan Hanna yang akan pergi meninggalkannya itu. "Gue minta maaf atas semua kesalahan gue ke elo selama ini. Tolong kasih gue kesempatan, Han. Please...."


"Keputusan ini tepat, kak." Hanna melepaskan cekalan tangan Rafa. "Kak Rafa bahkan enggak ngerti gimana perasaan Rafa ke aku. Bisa jadi perasaan itu hanya perasaan takut karena masalah kita ini melibatkan keluarga besar kita, bukan perasaan cinta. Kita enggak bisa hidup bersama, Kak. Kak Rafa pasti akan lebih bahagia setelah kita berpisah."


...****************...


"Ssstttt... kau berteriak kencang sekali, El! Kita sedang ada di perpustakaan, El." Hanna menutup mulut Eleanor agar tidak kembali berteriak. Sementara di depannya, Arthur yang masih memandanginya untuk mendengar penjelasan lebih lanjut.


"Tapi... papa mertuamu memutuskan itu seorang diri, Hanna. Papa mertuamu bahkan tidak menanyakan pendapatmu, mereka pasti tidak tau kan kalo kamu begitu mencintai anaknya?"


"Aku sudah memutuskan, El. Aku rasa... perpisahan ini memang jalan yang terbaik. Kami tidak bisa terus-terusan hidup dalam sandiwara pernikahan ini. Apalagi... cintaku juga bertepuk sebelah tangan kan?"


"Tapi dia meminta kesempatan padamu, Hanna. Harusnya kamu memberikannya, dia mungkin akan berusaha untuk membalas cintamu."


Hanna menggelengkan kepalanya. "Tidak semudah itu, El. Bahkan sampai sekarang dia masih belum bisa melupakan mantan kekasihnya, bagaimana bisa dia belajar untuk mencintaiku?"

__ADS_1


"Kau hanya belum mencobanya, Hanna. Seharusnya kamu-"


"El! Hanna telah memutuskan, dan kita tidak boleh mencampuri keputusannya saat ini." Arthur menyela perkataan Eleanor.


"Tapi Arthur, ini akan jadi kesempatan Hanna untuk mendapatkan cintanya. Dia mengatakan hal itu pada Hanna, dia hanya minta kesempatan." Eleanor masih kukuh dengan pendapatnya.


"Bagaimana jika itu hanya alasan saja? Kita tidak mengenal lelaki itu dengan baik, bisa saja Hanna akan semakin terluka setelah dia memberikan kesempatan kepadanya."


"Arthur, kamu itu enggak paham sama hubungan mereka. Hanna dan suaminya sudah dekat sejak dia SMP. Lelaki itu bahkan rela mengantar jemput Hanna ke sekolah dan pergi ke tempat lain, lelaki bahkan menikahi Hanna karena tidak ingin Hanna menikah dengan lelaki lain yang enggak Hanna kenal. Dia pasti juga merasakan sesuatu, Arthur."


"Itu hanya penilaianmu, El. Kita tidak tahu-"


"Cukup!" Hanna menghentikan perdebatan kedua sahabatnya tentang hubungannya dengan Rafa. "Aku malah semakin pusing mendengar kalian berdebat seperti ini."


"Maaf, Hanna. Aku dan Arthur tidak bermaksud demikian." Eleanor memeluk Hanna yang duduk disebelahnya. "Kau pasti kuat, aku dan Arthur akan selalu ada buat kamu."


"Terima kasih, El."


"Jadi, apa rencanamu sekarang?" Tanya Arthur pada Hanna.


"Hmm... beberapa menit lagi aku akan ke hotel untuk menemui mertua dan kakak iparku. Mereka bilang ada sesuatu yang harus dibicarakan denganku. Dan juga... mungkin aku akan ijin kuliah selama beberapa hari ke depan, aku... butuh waktu untuk menenangkan diri."


...****************...


Halo gaeeeesssss.... Maapkeun kemarin enggak bisa up karena seharian rempong di dapur. Ini juga ngeditnya dadakan banget karena maghrib baru bisa mulai ngeditnya. Gapapa, yang penting bisa up deh ya 😅


Selamat Idul Fitri 1442 H ya 🤗 Maafin kalo daku ada banyak salah, suka males up, suka bikin kalian jengkel dan kesalahan lainnya. Maafin Rafa juga kalo udah ngecewain kalian ya 🤭

__ADS_1


Tetep jaga kesehatan ya, semoga sehat selalu. Selamat berlebaran dan selamat mblenger makan ketupat dan kawan-kawannya... 😆😘


__ADS_2