Back To You

Back To You
Chapter 91


__ADS_3

Dengan adanya bantuan dari Hanna pun ternyata tidak membuat Rafa dapat menemukan Alita secepat kilat. Terhitung sudah lima kali Hanna ikut ke Glasgow, tapi masih juga tiada hasil. Hanna bahkan berulang kali mengatakan jika mungkin saja Alita tidak pindah ke Glasgow, tetapi ke kota lain.


Berulang kali Rafa menanyakan keberadaan Alita kepada William, tapi temannya itu pun juga tidak tahu dimana keberadaannya. Alita seperti hilang ditelan bumi, bahkan akun media sosialnya pun tidak menunjukkan adanya aktifitas sejak beberapa bulan yang lalu.


"Kak Rafa yakin mau pulang sekarang?" tanya Hanna saat keduanya berjalan ke parkiran mobil.


Keduanya baru saja menikmati makan siangnya yang tertunda dua jam. Saat tiba di Glasgow, keduanya memilih untuk langsung melakukan pencarian dan mengandalkan cemilan yang Hanna bawa untuk mengganjal perut.


"Iya. Kalo kita balik sekarang, berarti kita bisa sampai rumah setelat-telatnya jam sepuluh. Jadi gue bisa langsung istirahat, dan besoknya gue mau ke Glasgow lagi." Rafa menjawab sembari memasang seatbelt untuk Hanna dan juga dirinya sendiri.


"Ah, besok lo enggak perlu ikut. Lo istirahat di rumah, jadwal kuliah lo hari Senin cukup padat kan?"


Hanna mengangguk. "Kak Rafa enggak apa-apa ke Glasgow sendirian?"


"Sebelum sama elo, gue pergi ke Glasgow sendirian, Han. Elo lupa?" jawab Rafa sambil terkekeh.


"Kenapa kita enggak nyoba untuk nginep di Glasgow aja? Jadi kan kita enggak diburu waktu."


Rafa mengurungkan niatannya untuk menginjak pedal gas dan meninggalkan Glasgow. Ia malah menolehkan kepalanya, menatap Hanna yang tampak menggebu-gebu menolak untuk tidak pulang ke rumah sekarang.


"Kita belum pernah cari kak Alita disini pada malam hari kan?" imbuh Hanna.

__ADS_1


"Menurutmu begitu?" Rafa masih kurang yakin dengan apa yang baru saja diusulkan Hanna kepadanya.


Hanna menganggukkan kepalanya dengan yakin, lalu mengeluarkan ponselnya. "Aku tadi motoin ini di banner depan Glasgow Royal Concert Hall."


Hanna menyerahkan ponselnya kepada Rafa, menunjukkan foto spanduk yang sempat dia potret tadi.


"Nanti malam akan ada pertunjukan The Music of James Bond, kak Alita suka James Bond kan? Pasti kak Alita akan datang kesini, kak. Jadi kita harus memesan tiketnya sekarang melalui online, terus kita bisa cari penginapan istirahat sebentar. Gimana?"


Rafa masih menatap lekat Hanna, tidak percaya jika Hanna memiliki ide yang begitu tertata. Ia bahkan sampai tidak memperhatikan spanduk konser yang Hanna maksud, mungkin karena ia memang fokus menyetir dan ingin segera bertemu dengan Alita.


"Nah, ada penginapan bagus di dekat Glasgow Royal Concert Hall. Jarak dari CitizenM ke tempat konser juga enggak jauh, jadi mungkin kita bisa jalan kaki aja untuk menuju kesana." sambung Hanna dengan menunjukkan sebuah hotel yang baru saja dicarinya secara online.


"Lo yakin Alita bakal dateng ke acara itu? Gimana kalo ternyata Alita enggak berada di Glasgow?" Lagi-lagi Rafa tampak putus asa dengan usahanya mencari keberadaan Alita.


"Taruhan apa?"


"Hmm... apa ya?" Hanna tampak memikirkan sesuatu yang dia inginkan untuk diwujudkan oleh Rafa. "Kalo kita beneran ketemu kak Alita malam ini, kak Rafa harus ajak aku jalan-jalan ke London. Sampe puas!"


"Cih, ke London doang sih gampang, Han. Gue kira apaan. Lo mau minta jalan-jalan ke Irlandia ke rumah Eleanor juga bakal gue turutin, Han." Rafa menyombongkan diri.


"Gaya-gayaan sampai Irlandia. Birmingham, Manchester, Edinburgh aja kita belum pernah kesana. Cuma dilewatin aja tiap mau ke Glasgow."

__ADS_1


"Hahahahaha... yaudah, nanti gue ajak jalan-jalan keliling Inggris kalo kita beneran ketemu Alita malam ini."


"Oke, tapi jalan-jalannya cuma berdua. Enggak pake ngajak kak Alita."


Rafa terdiam sejenak, memikirkan jawaban apa yang harus ia katakan untuk permintaan Hanna yang barusan.


"Oke, deal!"


......................


Hanna dan Rafa akan bermalam di Glasgow dan menginap di hotel CitizenM, sesuai rencana Hanna siang tadi. Kali ini, Rafa dan Hanna memilih untuk menyewa dua kamar, tentu saja karena keduanya tidak ingin tidur sekamar meskipun status mereka suami istri.


Sore tadi mereka juga sempat berbelanja pakaian yang mereka perlukan selama menginap semalam di Glasgow. Ya, mereka harus membeli pakaian karena tidak membawa pakaian ganti. Lagipula sejak awal pencarian Rafa tidak pernah menginap di Glasgow.


Acara konser akan dimulai pada pukul delapan, tapi Hanna dan Rafa telah stand by di depan tempat konser satu jam lebih awal. Keduanya bahkan memutuskan untuk menikmati makan malam mereka di restoran yang jaraknya tak jauh dari lokasi konser.


Melirik ke arah jam tangannya, Rafa merasa semakin tidak tenang. Sepuluh menit lagi konser akan dimulai, dan dari banyaknya orang yang telah masuk ke gedung melalui pintu utama, tidak satu pun ada wajah Alita diantara mereka. Hingga akhirnya remasan tangan Hanna pada lengannya membuat Rafa menoleh ke arah Hanna yang berdiri disampingnya.


Gadis itu menunjuk ke arah yang tak jauh dari mereka, tampak beberapa orang yang baru saja datang sambil bersenda gurau. Itu Alita! Ya, Alita benar-benar datang ke acara konser ini. Dia datang bersama empat orang temannya yang mungkin dikenalnya sejak tinggal di Glasgow.


Tanpa mau membuang waktu lagi, Rafa segera melapaskan tangan Hanna yang masih meremas lengannya. Dengan langkah besarnya, Rafa berjalan ke arah Alita. Dan tentu saja membuat Alita dan teman-temannya langsung menghentikan langkahnya.

__ADS_1


"Alita!" gumam Rafa dengan lirih sebelum akhirnya memeluk Alita dengan eratnya. Mengabaikan pandangan teman-teman Alita dan pengunjung lainnya, bahkan Hanna yang berdiri tak jauh dari tempat Rafa memeluk Alita.


__ADS_2