
" ini undangan pernikahan gue " ujar ku kepada Rex saat aku memintanya bertemu hari ini. hari ini Rex kelihatan tampan dia menggunakan kemeja navy yang pas ditubuhnya dipadukan dengan celana hitam kain. Rex semakin terlihat berkarisma saat di pancaran matanya ada kebahagiaan yang terpancar.
mungkin kalian heran, seharusnya Rex yang akan menikah tapi aku yang menyebarkan undangan pernikahan.
dan meski heran Rex tetap menerima udanggan pernikahan yang aku berikan. sambil membaca undangan ku, mungkin Rex mau memastikan siapa yang mau menikahiku yang menurutnya aku ini Monster.
" permainan apalagi yang kamu mainkan ? " ujar Rex seolah tidak percaya apa yang aku lakukan. yah mau bagaimana lagi kepercayaan Rex padaku telah kandas.
" tenang aja, kali ini serius kok... ya mau gimana lagi kalau gue nggak menikah sekarang takutnya makin berantakan " aku menghela nafas setelah mengucapkan itu. sambil meminum ice yang ada didepan ku.
" bukan nya Lo yang buat semua ini berantakan...!!!" sarkas Rex sambil menatap ku tajam.
aku yang di tatap seolah terbiasa dengan tatapan yang menyakitkan itu, hanya bisa menghela nafas untuk kedua kalinya.
__ADS_1
" ini yang terakhir...lagi pula setelah menikah nanti gue gak tinggal di Indonesia lagi. "
" dan gue sudah transfer uang perjanjian di rekening Lo, meski sulit gue harap uang itu cukup buat memperbaiki usaha lo-- yang gue hancurin. " lanjut ku karena tidak mendapat respon dari Rex. Rex menatap ku soalah mencari tahu bahwa yang kukatakan kejujuran atau dusta.
" tanggal nya...??? " akhirnya Rex menyahuti dan menunjukkan tanggal yang ada di undangan tersebut.
" sengaja... biar kita gak bisa bertemu di tanggal tersebut, lagian kalau tanggalnya beda pun gue tetep gak mau datang. gue.... gak sekuat itu...!!! " yah tanggal pernikahan ku dan Rex sama. aku memang sengaja karena mengindari bertemu dengannya, sebut saja aku pengecut tapi aku nggak mau lagi berpura pura tegar. aku bukan tipe orang seperti itu.
" tapi lo jangan khawatir, ada alasan lainnya yaitu tanggal dimana itu hari bahagia Lo, menurut gue itu tanggal untuk penghapusan dosa gue " dan untuk menghapus dosa itu gue mengorbankan hidup gue, untuk menikah dengan pria yang tidak aku kenal.. yah pernikahan bisnis... lanjut ku dalan hati.
meski aku sakit mendengarkan kata tersebut, aku tetap mencoba tersenyum dan mencoba membuat raut wajahku tidak terlihat tersakiti.
" karena kita tidak akan bertemu lagi, jadi ini hadiah pernikahan lo " ucapku sambil mengeluarkan topi switer.
__ADS_1
" yakin kasih ini ...??? " Rex menatap ku heran sambil menatap topi switer yang aku berikan. dimana motif tersebut seperti anak anak. itu memang untuk anak anak.
" bukan buat Lo... tapi buat anak Lo nanti !!! " mendengar kan itu kerut di dahi Rex menghilang.
" Rex semoga Lo bahagia " lanjut ku sambil mengulurkan tangan
" gue harap Lo juga begitu " sahut Rex sambil menerima uluran tangan ku. kali ini Rex mengeluarkan sedikit senyum menawan.
karena aku merasa tidak ada hal yang mau aku bicara kan lagi dengan Rex, aku memutuskan untuk berdiri dari meja tersebut.
tiga langkah aku melangkah, gue menoleh kebelakang menatap Rex yang juga menatap gue.
" Rex........ di pertemuan selanjutnya gue janji, rasa yang gue punya saat ini untuk........ akan hilang.... selanjutnya gue bukan Sasya yang ngemis cinta lo, gue akan jadi Sasya... hanya Sasya... "
__ADS_1
setelah mengucapkan itu aku berbalik pergi meninggalkan Rex. meninggalkan dia yang bukan milikku.
bye bye Rex