
aku menatap laporan laporan yang diberikan orang kepercayaan ku. meski pekerjaan ku sekarang banyak di handle kepercayaan ku tetapi aku tetap mengawasi jalannya perkembangan perusahaan ku. setelah selesai aku melepaskan kan kaca mataku lalu memijat minat atas hidungku menghilangkan pusing yang menghampiri. aku menatap kedua putra ku yang masih tertidur pulas nya. jam menunjukkan setengah dua belas yang mana mau memasuki makan siang.
aku memutuskan membereskan barang pekerjaan ku lalu merapihkan nya di meja. lalu aku mengambil dompet dan jaket untuk bersiap kelantai bawah membeli makanan. lalu aku mengunci pintu hotel takut ada orang yang masuk saat aku keluar nanti.
" hai sya " mendengar itu aku menoleh kan kepalaku menatap Rex yang sedang memakai baju santai.
" hai Rex " ucapku santai. waktu di makam tiga hari lalu aku bertemu Rex yang juga mengunjungi makam orang tua ku. meski heran karena mengapa ia datang ke makam keluarga aku tetap menghiraukan nya dan berpikir mungkin itu cuma formalitas dulu yang dulu pernah menjadi menantu. dan karena sebab itulah Rex membuntuti ku dan tau dimana tempat ku menginap.
" mau beli makan juga ? "
" Hmmm " ujarku cuek dan tetap berjalan ke depan.
aku terpaksa memasuki lift yang penuh dengan orang. aku tidak mau membuat anakku menunggu lama. dan akibat hal tersebut sekarang Rex memanfaatkan kesempatan tersebut dengan merangkulku di pojokan dan aku terperangkap seperti kucing dimangsa anjing. dan Rex dengan santainya menatap ku dengan senyum jahatnya.
__ADS_1
" bisa tidak kamu jangan perlihatkan senyummu yang mengerikan itu " aku sebal melihat ekspresinya yang menyebalkan itu.
" kamu bahkan belum menatap ku " ucap Rex santai.
mendengar itu aku menolehkan kepala ku dan menatapnya, hidung ku bersentuhan dengan hidungnya, aku bahkan bisa merasakan hembusan nafasnya yang menerpa wajahku.
tiba tiba ia mendekatkan bibirnya kepadaku, merasa panik aku menutup mataku.
" kalau kamu lakukan itu, kamu akan merasakan pembalasan ku " ujarku marah
mendengar itu Rex hanya menatapku dengan mimik yang mengejek. merasa ditantang aku lalu maju mengigit lehernya yang disuguhkan dimuka ku karena kelakuannya yang suka mendekat kan bibirnya di telingaku.
" akhhhhhh " ia berteriak dengan keras dan berusaha melepaskan gigitanku dari lehernya.
__ADS_1
dan seketika orang orang dalam lift menatap ku dan Rex dengan wajah memerah malu karena mereka pikir kami patsuri baru.
kemudian pintu lift pun terbuka dan aku pergi dengan cepat meninggalkan Rex yang membuat ku marah sampai ke ubun ubun.
aku berlalu dengan kencang menuju restoran yang ingin aku tuju tapi sebelum itu aku merasa tangan ku ditarik
" kamu ganas sekali tadi, kalau tau kamu mau lakukan itu aku bisa persiapan dulu " aku melihat kesenangan di mata Rex yang bahagia karena berhasil menganggu ku.
" bahkan dulu kamu tidak seganas ini " ungkap Rex mengingat kan tingkah ku dulu yang suka mengasih tanda kissmark di lehernya dulu.
" aku tidak mengingat apa yang kamu katakan " ujarku dengan santai seolah seolah lupa dengan kisah masa lalu.
" mulai sekarang kamu harus ingat ini " ucap Rex sambil mencium leherku mesra dengan di akhir tiupan di telinga ku. seketika aku mendorongnya menjauh dariku dan berlalu meninggalkan nya. aku mengibas ngibaskan tangan ku karena merasakan hawa panas pada diriku disertai jantung yang berdetak kencang.
__ADS_1