
Hari demi hari berlalu, dan tampaknya Hanna malah semakin menikmati kehidupannya tinggal di apartemen yang luasnya tak seberapa itu. Tentu saja hal itu membuat Rafa menjadi kesal. Bukan hanya karena selalu kebingungan saat mamanya menanyakan keberadaan Hanna, tetapi juga ia tak menyukai berada di rumah sendirian.
Weekend ini, Rafa kembali mengemudi menuju Glasgow. Setelah beberapa lama dirinya tidak ke Glasgow karena Alita tidak mau menemuinya, tapi pertemuan kali ini malah Alita yang memintanya. Meskipun Rafa tidak tahu apa maksud dan tujuan Alita mengajaknya bertemu, tapi pastilah bukan untuk mengajak dirinya kembali bersama.
Memarkir mobilnya di sebuah restoran yang dimaksud oleh Alita, Rafa memilih untuk berdiam diri beberapa saat. Ia harus membuat dirinya menerima segala sesuatu yang akan diucapkan oleh Alita nanti, meskipun sebagian besar dari dirinya masih tidak terima akan penolakan Alita.
......................
Rafa sempat menghentikan langkahnya, merasa kaget sekaligus kesal saat mendapati jika Alita tidak sendirian siang itu. Dari kejauhan, Rafa bahkan melihat Alita tampak begitu bahagia tertawa bersama lelaki di sebelahnya. Tapi Rafa telah menempuh perjalanan sejauh ini, dan bahkan tadi ia mengatakan kepadanya Alita jika dirinya telah sampai. Tidak mungkin kan dirinya membatalkan pertemuan mereka dan memilih untuk kabur?
Rafa akhirnya berjalan menuju meja yang telah dipesan oleh Alita. Rafa lebih terkejut lagi saat mengetahui jika lelaki yang berada di sebelah Alita adalah Theo, pria yang dulu pernah ada diantara hubungannya dengan Alita.
"Hai, Fa. Udah lama banget enggak ketemu." Sapa Theo dengan ramah dan wajah bahagianya.
Rafa merespon Theo dengan deheman saja sembari menjabat uluran tangan Theo, lalu duduk dihadapan Alita.
"Dan ternyata kamu sampai Glasgow juga ya." Rafa bermaksud menyindir. Theo pasti sedang berusaha untuk mendapatkan Alita-nya.
"Hahahahaha... iya, ini kunjungan kedua. Sebelumnya bulan Desember, waktu itu Alita bilang kalo kamu dan istrimu lagi balik karena ayah mertua lo meninggal."
Rafa terdiam saat Theo dengan begitu santainya mengucapkan kata 'istri' dan 'ayah mertua'. Itu berarti Theo telah mengetahui rahasia dan kebohongannya pada Alita kan?
"Aku minta kan untuk dateng sama Hanna, kenapa malah sendirian?" Alita memprotes.
__ADS_1
"Susah ngajak dia keluar, apalagi untuk jalan sejauh ini. Pulang ke rumah yang cuma berjarak sepuluh menit aja dia enggak mau."
"Itu salahmu!" Ucap Alita dengan tegas. "Selama ini kamu cuma mikirin dirimu sendiri, tapi enggak pernah mikirin bagaimana perasaan Hanna."
"Udah deh, Lit. Kalo gue disini cuma untuk dengerin ceramahan darimu dan juga Theo, gue balik sekarang."
Theo mencegah Rafa yang hendak beranjak dari duduknya. "Sabar, bro. Kita ngobrol santai ya, ada hal penting yang mau Alita omongin sekarang."
Rafa mengibaskan tangan Theo. Tentu saja ia merasa kesal karena lagak Theo seolah-olah seperti juru bicara Alita. Meskipun kesal, Rafa akhirnya duduk kembali. Kekesalannya bahkan semakin menjadi saat melihat tangan Theo merangkul pundak Alita, dan bahkan Alita pun tidak menolak.
"Aku akan balik ke Indonesia, Fa. Aku enggak akan tinggal di Glasgow lagi."
"K-kenapa? Bukannya kamu pernah bilang kalo kamu lebih nyaman tinggal disini?"
Bak petir yang menyambar tanpa ditandai dengan adanya kilat, Rafa begitu terkejut dengan perkataan Alita barusan. Hatinya terasa hancur berkeping-keping, dan bahkan tubuhnya langsung terasa lunglai.
"M-menikah? Kalian bercanda kan?" Rafa masih mencoba untuk mengelak. Baginya ini adalah sebuah kesalahan, tidak mungkin jika Alita akan dengan begitu cepatnya berpindah kepada Theo dan melupakan dirinya.
"Aku serius, Fa. Theo kesini untuk ngejemput aku, dan bulan depan kami akan menikah." Jawab Alita dengan mata yang berkaca-kaca.
Mengatakan hal seperti ini kepada Rafa harusnya menjadi perkara mudah, apalagi setelah terkuaknya kebohongan yang Rafa lakukan kepadanya. Tapi bagaimana pun, Rafa adalah orang yang pernah menjadi bagian dalam hidupnya. Dan melupakan bukan perkara gampang seperti membalikkan telapak tangan.
"Ini enggak mungkin, Lit. Beberapa bulan yang lalu hubungan kita aja deket banget, mana bisa kamu dengan begitu cepetnya berpaling ke dia?" Rafa menunjuk Theo dengan tatapan tajam. Tapi yang ditunjuk, justru terlihat santai sambil mengamati dua orang mantan kekasih dihadapannya.
__ADS_1
Lagian, untuk apa pula Theo marah karena dibentak oleh Rafa. Toh, juga Alita telah memilihnya. Tidak ada yang lebih penting dari itu kan?
"Hubungan kita beberapa bulan lalu hanya sebatas teman, Fa. Dan itu juga sebuah kesalahan."
Rafa tidak bisa berkata-kata lagi, kepalanya bahkan sudah terasa pening. Padahal dari semalam ia terus meyakinkan dirinya agar bisa menerima segala penolakan dari Alita. Tetapi untuk kabar pernikahan Alita dan Theo? Rafa tidak bisa menerimanya.
"Ini enggak masuk akal, Lit."
"Fa, pembicaraan soal pernikahan ini enggak terjadi karena aku tau semua kebenarannya. Theo udah berkali-kali membicarakan soal ini, bahkan sebelum aku pindah ke Glasgow. Sama sepertiku yang menghargai pernikahanmu dengan Hanna, aku harap kamu pun bisa menghargai keputusanku untuk menikah dengan Theo."
"Tapi, Lit... udah berulang kali aku bilang pernikahan aku sama Hanna itu cuma status aja. Kamu-"
"Apapun alasannya, pernikahan tetaplah pernikahan, Fa. Berhentilah bermain-main dengan pernikahan. Kalo kamu emang enggak mencintai Hanna, kamu harus segera mengakhirinya. Hanna juga berhak untuk mendapatkan kebahagiaannya."
"Omong kosong!" Rafa beranjak dari duduknya, lalu meninggalkan Alita dan juga Theo begitu saja.
Alita menghela nafasnya, merasa lega karena dapat mengakhiri segala keterikatannya pada Rafa. Meskipun hasilnya tidak sesuai dengan ekspektasinya.
...****************...
Haloooo... aku balik lagi nih 😆😆 Maafkan daku yang menghilang selama beberapa hari kemarin. Mungkin emang deket-deket lebaran ini bakalan jarang muncul, karena ada banyak pekerjaan di dunia nyata yang harus segera dikerjakan dan diselesaikan. Nanti kalo pas agak selo jadwal ngadonnya, daku usahakan buat up deh ya. Kan bentar lagi mau tamat hehehehehe....
Semoga kalian sehat selalu dan lancar puasanya bagi yang menjalankan 🤗😘
__ADS_1