Back To You

Back To You
20


__ADS_3

aku langsung menutup mata karena jarak antara aku dan Rex sudah sangat dekat. aku bahkan bisa merasakan hembusan nafas nya yang menerpa wajahku.


" kamu tidak tau seberapa aku tidak bisa menahannya ! " Rex membisikkan kata itu dengan sensual, tidak tau kenapa suaranya terdengar ditelinga ku sangat sexy sekali.


tapi meskipun begitu aku tidak boleh kehilangan akal sehatku, aku menggeleng kan kepala ku sambil menutup mata.


aku bisa merasakan wajah Rex semakin dekat denganku, lalu kurasakan ada sesuatu yang menempel di bibirku. hanya menempel.


" om yex ngapain ? " seketika aku dan Rex terkejut dengan pertanyaan Ray yang polos. lalu Rex sedikit menjauhkan kepalanya, tapi badannya tetap di condong kan kepada ku. bagaimana bisa aku menunjukkan pemandangan tidak pantas pada Ray.


lalu Rex pun memasang kan sabuk pengamannya kepadaku dan menatap Ray dengan pandangan tak berdosa.


" mommy Ray ngak bisa pake sabuk pengaman jadi om harus bantuin mommy " mendengar itu Ray pun mengangguk kan kepalanya tanda bahwa hal yang ia lihat tadi bukan hal yang penting.


lalu Rex menjalankan mobilnya dan berangkat menuju supermarket yang mana menjadi tujuan kami.

__ADS_1


aku berdehem karena salah tingkah untuk memecahkan keheningan lalu aku mengambil tissue yang disediakan di mobil ini. aku langsung mengelap bibirku yang tadi dikecup Rex dengan seenaknya.


dan kalian tau tingkah apa yang di lakukan Rex setelah aku mengelap bibirku dengan tissue. ia langsung membuang tissue didepanku di tengah jalan raya.


aku menatap Rex dengan marah tingkahnya sangat keterlaluan. bagaimana bisa ia membuang semua tissue itu di jalan raya. bagaimana kalau tissue itu terkena orang yang sedang mengemudi.


" jangan coba coba menghilangkan jejak yang aku berikan kepadamu " ujarnya tajam, nada suaranya terdengar bahwa saat ini ia sedang marah.


mendengar itu aku sedikit takut, ini masih dijalan raya dan ia sedang mengemudi, lebih baik aku tidak menyulut api pertengkaran antara kami.


....................


" lay au kan Ita mommy " ujar Ray untuk yang kesekian kalinya dan untuk kesekian kalinya juga aku menolak. bagaimana tidak kalau ia ingin makan gurita hidup yang dimakan dengan dicelupkan kecap asin secara langsung.


lagi pula Ray ini alergi dengan makanan laut. sepertinya alergi yang ku derita berpindah ke Ray. sejak aku melahirkan aku sudah tidak lagi alergi dengan seafood.

__ADS_1


sedangkan Rex tetap mengikuti dengan anteng dengan membawa keranjang belanjaan yang sudah penuh belanjaan pesanan mama.


lalu aku menuju tempat ice cream yang mana ini menjadi tujuan utama ku kesini. lalu aku mengambil beberapa macam ice cream yang menjadi favorit orang orang rumah.


" mommy lay mau ice leam yang anyak " ujar Ray sambil meraih raih ice cream untuk dipindahkan dalam keranjang.


" ini sudah cukup Ray " aku menghentikan Ray yang memindahkan ice untuk dimasukkan dalam keranjang.


" ada ice cream coklat untuk Rey dan nenek, rasa stroberi untuk Ray dan mommy, lalu sisanya untuk bibi dirumah " aku mencoba memberikan pengertian Ray.


" lay au tu gi mommy " ujarnya sambil menunjuk ice cream cake berwarna pink yang aku yakin itu adalah ice cream favorit Ray strawberry.


tak tahan melihat wajah memelas aku memutuskan mengambil ice cream cake tersebut lalu memasukkan dalam keranjang.


Ray pun terlonjak senang, tangan mungilnya mengapai wajahku tidak lama ia memberi ku ciuman pipi singkat tanda bahwa ia sangat senang saat ini.

__ADS_1


__ADS_2