Benci Untuk Rena

Benci Untuk Rena
Aku akan menghilang saat semuanya selesai


__ADS_3

"Permisi, boleh masuk?" Rena menjeda percakapan antara Zifa dan Varo.


"Eh Rena, masuklah" Varo tampak panik, pria itu khawatir Rena mendengar ucapannya dan kembali marah.


"Makanlah kak, semoga makanan ini bisa membuat tubuh kak Varo sedikit lebih nyaman" ucap Rena peduli.


Mata Varo berbinar melihat isi nampan yang dibawa Rena. Selera makannya muncul, makanan itu tampak sangat menggoda lidahnya.


JIKA DIA MASIH MENJADI ALASAN UNTUKMU MENJALANI HIDUP DENGAN BERSEMANGAT. MAKA ITULAH CINTA. PERJUANGKAN.....


.


.


.


"Aku suapin ya" Rena menawarkan diri.


Varo tersenyum penuh semangat, Rena begitu tulus menyayanginya dari dulu maupun sekarang.


.


.

__ADS_1


.


"Nikmat sekali" Varo memuji makanan yang dibuat Rena.


Suapan terakhir dari Rena menjadi penutup tatapan penuh arti dari Varo kepada Rena.


"Akhirnya habis" ucap Rena lega.


"Aku balik ya kak, takut kemalaman" Rena hendak berpamitan.


"Rena bisakah sebentar lagi?" ucap Varo memohon.


"Kak Varo butuh apalagi? biar aku siapkan sekarang" ucap Rena tak memahami maksud perkataan Varo.


"Re, aku butuh kamu" tatapan Varo begitu sendu.


Varo langsung memasang mode serius saat Rena membahas tentang orangtuanya.


"Kata Bu Lidya waktu itu, kemungkinan besar aku adalah adiknya kak Desi, tapi ibuku meninggal, itu artinya Bu Indah bukanlah ibu kandung kak Desi, aku ingin mencari tahu kebenaran ini semua" Rena menjelaskan.


"Aku ikut Re, ada informasi tambahan juga dari orang suruhan ku, nanti ku jelaskan sekalian disana" ucap Varo.


"Kan masih sakit kak, aku gak mau kondisi kak Varo drop lagi gara gara aku" Rena menjelaskan.

__ADS_1


Varo tersenyum, ada kekhawatiran dari nada bicara Rena. Varo tersentuh.


"Aku udah janji akan membantu kamu mengungkap ini semua, ini kesempatan bagus, ijinkan aku terlibat ya" Varo kembali memohon.


"Baiklah kak, ayo siap siap" Rena mengalah.


Tak lama kedua orang itu sudah berada didalam mobil. Varo meminta seorang sopir untuk mengantar mereka ke rumah yayasan, karena kondisi Varo yang masih belum pulih total.


"Apa yang kak Varo ketahui?" Rena penasaran.


"Kata mama, tahi lalat di punggung bagian tengah milikmu itu adalah bukti untuk mencari keberadaan mu dari dulu. Kalau benar semua ucapan mama, kita harus pastikan, apakah orangtua angkat mu itu terlibat dalam penculikan, karena selama ini pencarian tentangmu masih terus dilakukan namun keluarga Suwito tak pernah memberikan informasi.


"Tahi lalat?, apakah ada?" Rena bingung.


"Ada. persis di punggung bagian tengah, aku masih ingat dengan jelas" ucap Varo spontan.


Wajah Rena bersemu merah. Untuk pertama kalinya dia kembali membahas hal pribadi dengan Varo.


"Mama gak sengaja membuat mu diculik oleh orang lain, dan setelah dewasa beliau juga salah sasaran berniat menghancurkan hidupmu, inilah yang memacu penyesalan teramat dalam pada diri mama, hingga beliau meninggal penyesalan itu belum sempat terhapus.


"Aku ingin menyelesaikan semua yang telah mama mulai, aku janji, saat ini semuanya telah selesai, aku akan pergi dari hidupmu jika itu masih kamu inginkan" ucap Varo getir.


"Bahkan sehelai rambut pun tak akan terlihat, aku akan benar benar menghilang Re, jadi untuk saat ini biarkanlah aku terlibat ya" Varo menambahkan.

__ADS_1


Rena terdiam, saat Varo mengucapkan kalimat akan pergi selamanya menghilang dalam kehidupannya, ada rasa tak rela dihati Rena.


Wanita itu hanya bisa mengangguk. Biarlah semuanya dituntun oleh takdir. Sebagai manusia, Rena dan Varo hanya bisa mengikuti tak berhak merubah apapun jalan hidup mereka.


__ADS_2