Benci Untuk Rena

Benci Untuk Rena
Video kiriman Zifa


__ADS_3

Rumah Niko.


Sebuah panggilan telepon masuk ke ponsel Niko. Sudah dua hari lebih Niko berdiam diri dirumah, dia merasa malas untuk memulai aktivitasnya. Bahkan untuk sekedar ke yayasan pun Niko tak mau. Pria itu tau ada sesuatu yang dirahasiakan Rena, cemburu menyelimuti hatinya kala melihat Varo datang bersama Rena, dan perhatian Rena kepada Varo tampak berbeda.


"Panggilan masuk dari Zifa" Niko bergumam, dahinya mengernyit karena tak biasanya gadis itu menghubungi.


""Hai, lagi ngapain?" Zifa menyapa dari seberang telepon.


"Lagi sibuk, ada apa?" Niko menjawab dengan jutek.


"Gue kirim video tentang kisah cinta yang saling memperjuangkan, coba lihat deh, ntar komentar ya" Zifa mematikan sambungan telepon, membuat Niko semakin kesal.


Dan benar saja, tak lama setelah gadis itu mematikan sambungan telepon, sebuah pesan masuk ke ponsel Niko.


Mata Niko terbelalak melihat isi video yang dikirim Zifa. Terlihat disana Rena dan Varo sedang bermesraan, Rena menyuapi Varo bahkan mengusap bibir Varo dengan tisu. Hati Niko terasa seperti diremas melihatnya.


Niko bergegas menyambar kunci mobilnya yang tergeletak di samping ranjang. Pria itu akan meminta penjelasan langsung dari Zifa.


"Rena, setelah apa yang ku lakukan padamu, masih saja kau abaikan aku, bahkan sekarang memilih orang lain" Niko terus mengumpat sambil mengemudikan mobilnya menuju ke rumah Zifa.


.


.


.


Suara bel terdengar nyaring mengusik ketenangan Zifa didalam kamar. Dia yang tengah menunggu balasan pesan dari Niko menjadi tak fokus.

__ADS_1


Zifa menyangka yang datang adalah Varo, karena sejak tadi mengantar Rena, pria itu belum balik.


Mata Zifa membelalak tak percaya, yang ada di depannya saat ini adalah Niko, pria yang dari tadi dipantau Zifa lewat aplikasi ponselnya.


"Ka...kamu?" Zifa tergagap.


"Aku butuh penjelasan, ada hubungan apa antara Varo dan Rena" aura wajah niko tampak tak bersahabat.


Zifa paham kalau Niko saat ini dalam mode sangat emosi, dan dia tak mungkin membahas di tempatnya saat ini, bisa saja sebentar lagi Varo datang dan akan membuat pertengkaran besar tak terelakkan.


"Tunggu sebentar aku ambil tas, kita bicara di tempat lain" Zifa memutuskan.


Gadis itu menutup kembali pintunya tanpa menyuruh Niko masuk. Namun tak lama dia kembali lagi dengan tas di tangannya.


"Ayo kita bicara di taman kota" ajak Zifa cuek, gadis itu melenggang masuk kedalam mobil Niko yang parkir persis di depan rumah.


.


.


.


"Mba, Zifa pergi ya?" Varo menanyakan kepada asisten rumah tangganya.


"Iya mas, tadi ada cowok yang jemput bin Zifa, kayaknya pacaran terus berantem, soalnya cowok itu tadi marah marah" jelas si mba pembantu rumah tangga itu.


Varo menanggapi dengan senyuman tipis. Adik kecilnya yang masih sering menjadi sasaran keisengannya ternyata sekarang sudah mulai pacaran.

__ADS_1


"Mas Varo mau dibuatkan sesuatu untuk makan malam?" wanita paruh baya itu menawarkan.


"Gak usah mba, aku udah makan, aku ke kamar dulu ya" Varo berpamitan.


.


.


.


Do kamarnya Varo melihat ponsel yang dari tadi terabaikan. Ada beberapa panggilan masuk dari nomor yang sama, Varo mengernyitkan keningnya. Wajah tak suka tampak jelas disana.


"Enam Panggilan masuk dari Alya?" Varo bergumam.


Sebelum Varo menyelesaikan kalimatnya, panggilan itu masuk lagi. Ponsel Varo berkedip kedip.


"Hallo" Varo mengangkat dengan dingin.


"Varo, aku turut berdukacita ya sayang" suara manja dari Alya terdengar dari seberang sana.


"Makasih Alya" Varo menanggapi biasa dan tetap dingin.


"Aku ada di Jakarta, ayo kita bertemu" Alya kembali melanjutkan obrolan.


"Maaf untuk saat ini aku masih sibuk" Varo menolak.


"Oh baiklah, tapi kalau aku main kesana boleh kan?" Alya tak putus asa.

__ADS_1


"Terserahlah, aku tak berhak melarang" Varo menjawab cuek.


Setelah berbasa basi cukup lama akhirnya Varo memutuskan sambungan telepon dan bersiap tidur. Hari esok akan dimulai, Varo dan Rena akan mengunjungi rumah tempat musuh besar Varo tinggal. Semua demi mengungkap masa lalu Rena yang buram.


__ADS_2