Benci Untuk Rena

Benci Untuk Rena
Varo menghapus dendam


__ADS_3

Varo kembali memaksa Rena tidur dalam pelukannya. Hari ini Sabtu, dan Varo tak perlu buru buru bangun untuk bersiap ke kantor.


Setengah jam berlalu, Varo kembali terbangun mendengar suara perut Rena yang keroncongan.


Varo menatap kekasihnya yang masih terpejam. Mengusap lembut hidung mungil yang sering menjadi sasaran tangan jahilnya.


"Kita akan segera menikah" bisik Varo sambil terus membelai wajah Rena. Kali ini bagian bibir yang menjadi sasarannya.


Rena membuka mata perlahan karena merasa ada tangan jahil yang menggerayangi wajahnya.


"Sayang, ayo bangun, kita cari makan diluar yuk" ajak Varo.


"Iya lapar banget" rengek Rena.


"Lemas banget ya? mau aku gendong, mau dimandiin?" Goda Varo yang melihat Rena masih berguling guling di kasur.


"Ah itu maunya kak Varo aja, cari cari kesempatan" sindir Rena. Gadis itu segera bangkit dan melangkah ke kamar mandi.


Varo terkekeh. Rena tak henti memberinya bahagia dan hidup berwarna.


.


.


.


Varo dan Rena sudah berada di sebuah restoran dalam mall xx. Mereka sudah menghabiskan hampir setengah dari hidangan yang disajikan. Tentu saja mereka sangat brutal melahap makanan, karena porsi sarapan dan makan siang digabungkan.


"Aul" Rena bersorak girang saat melihat sahabat yang sangat dirindukannya lewat.

__ADS_1


Jendela kaca yang menjadi pembatas restoran ini dengan bagian luar membuat pengunjung bisa melihat orang orang berlalu lalang di sekitar. Begitu juga dengan Rena yang tiba tiba melihat Aulia berjalan sendirian.


"Kamu kemana aja, aku kesepian gak ada kamu di kampus" Aulia heboh menanyakan kabar Rena.


Setelah berpelukan saat bertemu tadi mereka larut dalam percakapan. Varo merasa terabaikan, namun melihat pancaran kebahagiaan dimata Rena, dia membiarkan.


"Kalian silahkan lanjut dulu kangen kangennya, aku ke toilet dulu. Aul pesan apa saja yang kamu suka, jangan segan" Varo pamit.


"Hei, kalian lagi kencan ya?" Aulia menggoda Rena saat mereka duduk berdua, Varo sudah pergi keluar resto. eh


"Hehehe iya, sebentar lagi kami akan menikah" Rena malu malu menyampaikan kabar bahagianya itu.


"Ah Rena, bisa bisanya aku ketinggalan berita besar seperti ini" Aulia histeris.


"Ssttt Aul jangan kencang kencang ngomongnya, malu" Rena menegur sahabatnya itu.


.


.


.


Varo kembali dari toilet dan melihat di meja tempatnya tadi makan, ada Rena, Aulia dan Aldy.


Varo menyipitkan mata, dia tak suka Rena berbincang dengan laki laki lain.


"Hmm, tambah seru nih" Varo menyapa teman teman Rena.


"Hai bro, selamat ya, gue udah dengar semua dari Rena, jaga dia ya" Aldy menyambut Varo dengan ramah dan bersahabat. Berbeda dengan kesan awal mereka berjumpa.

__ADS_1


Varo menyambut uluran tangan Aldy, suasana menjadi cair dan mereka kembali larut dalam suasana hangat.


.


.


.


Sore hari di apartemen Varo.


"Sayang, lagi ngapain?" Rena yang baru selesai mandi masuk kedalam kamar dan melihat Varo sibuk dengan seperangkat alat pertukangan.


"Aku mau kasih sekat disini, biar bisa digunakan sebagai kamar satu lagi. Nanti aku tidur disini, kamu disana" Varo menunjuk kamar utama.


"Emang ini biasanya dipakai buat apa?" Rena ikut melihat lihat barang barang pertukangan itu.


"Gudang" Varo menjawab singkat.


"Kasihan banget sih, gara gara aku kamu jadi pindah tidur ke gudang" lirih Rena.


"Justru karena kamu aku mau tidur di gudang, asal tetap bisa melihat kamu dan memastikan kamu aman setiap waktu" ujar Varo sambil terus bekerja.


"Makasih ya kak, aku selalu merepotkan" Rena merasa tak enak hati.


"Iya sayang, ini hanya sementara, hari Senin aku akan mendaftarkan berkas permohonan pernikahan kita, kamu siapkan semua ya" kali jni Varo menatap Rena dengan senyuman tulus.


Varo memang telah membulatkan tekad. Dia akan menikahi Rena. Melupakan dendam dan memulai kehidupan baru bersama gadis itu. Setelah pernikahan, perlahan iya akan membawa Rena menemui sang ibu. Varo yakin dengan kebaikan hati Rena mampu meluluhkan amarah dihati sang ibu.


Tak ada lagi dendam, tak ada lagi rencana jahat untuk Rena. Semua yang terbaik akan diberikan Varo untuk wanita tersayangnya itu.

__ADS_1


__ADS_2