Benci Untuk Rena

Benci Untuk Rena
Manusia bermuka dua bermulut manis


__ADS_3

"Selamat siang pak, perkenalkan saya Alvaro" pemuda itu menjulurkan tangannya untuk berkenalan.


Dia memperkenalkan diri cukup dengan nama Alvaro tanpa embel embel nama keluarga di belakangnya.


"Saya Agung Armando, orangtua dari gadis cantik ini" laki laki paruh baya itu tampak bersikap sangat dibuat buat, sungguh memuakkan.


"Maaf pak, kedatangan saya kesini ingin menjelaskan sesuatu hal mengenai menghilangnya Rena beberapa hari ini" Varo mulai membuka pembicaraan.


"Duduk dulu, santai dulu, jangan terlalu tegang, saya merasa sangat bahagia kembali bisa memeluk putri kesayangan saya ini saja sudah lebih dari cukup, sangat bahagia" ucap pak Agung.


Varo yang melihat betapa sayangnya pria tua kepada Rena menjadi semakin yakin akan rencananya.


"Tak salah kalau Rena dijadikan sasaran, si brengsek ini pasti akan sangat hancur kalau tau putri kesayangannya ku hancurkan" setan dalam otak Varo kembali berjaya.


Padahal, semua perlakuan manis yang ditunjukkan pak Agung kepada Rena saat ini hanyalah pura pura.

__ADS_1


Nadya sudah menghubunginya dan menyusun rencana busuk.


Saat Nadya berada didalam kamar dia baru menyadari kalau teman laki laki yang dibawa oleh Rena itu adalah seorang selebriti chef yang populer.


Nadya langsung menghubungi sang bapak dan meminta untuk bersikap semanis mungkin kepada Rena. Ini bertujuan untuk menarik simpati Varo kepada keluarga mereka, jika keluarga mereka dekat dengan Varo, Nadya bisa memamerkan kepada teman temannya. Itulah rencana sebenarnya.


Namun berbeda dengan pemikiran Varo saat ini. Melihat betapa disayanginya Rena didalam keluarga membuat kadar kebencian kepada Rena yang sempat hilang muncul kembali.


"Dasar gadis munafik, kau dan bapakmu sama saja, selalu memasang wajah memelas dan bersikap menarik simpati, padahal busuk.


Bapakmu yang brengsek itu sangat menyayangimu ternyata, tunggulah kehancuran kalian" kutuk Varo dalam hati.


Setelah beberapa saat akhirnya Varo selesai menjelaskan kepada orangtua Rena apa yang terjadi.


Menjelaskan kalau Rena diculik oleh orang tak dikenal, dan mereka melarikan diri ke perkampungan terpencil untuk menghindar.

__ADS_1


Pak tua itu hanya mengangguk angguk tak terlalu peduli keadaan Rena. Dia sibuk memperhatikan penampilan anak muda yang sedang berbicara kepadanya.


Fisik Varo yang terawat dan bersih sangat mencerminkan bahwasanya dia adalah seorang pemuda dengan dompet tebal. Sasaran empuk untuk dijadikan ATM berjalan mereka selanjutnya.


"Jadi saya sangat memohon kepada bapak, jangan memarahi Rena, dia tidak bersalah, saya yang membawanya kabur" jelas Varo meyakinkan kembali.


"Tentu saja nak, bapak sangat berterimakasih sekali karena kau sudah menyelamatkan anak kesayangan bapak ini.


Bapak tidak pernah sekalipun memarahi Rena, jika dia sedih bapak lah orang yang sepuluh kali lipat lebih bersedih. Bapak sangat menyayangi Rena, dia sumber kebahagiaan bapak" kalimat dari orang tua munafik ini benar benar meyakinkan. Sungguh nyata ada manusia bermuka dua dan bermulut manis.


Varo menyunggingkan senyum penuh kepuasan. Sasaran yang tepat benar benar dalam genggamannya.


Sementara Rena, gadis itu hanya diam dan menunduk. Seharusnya jika Varo berpikir jernih dia pasti akan dapat menemukan sesuatu yang janggal dari sikap Rena.


Rena seperti orang penuh tekanan dan ketakutan. Sangat berbeda dengan apa yang diceritakan ayahnya.

__ADS_1


Tapi kuatnya benci dalam hati Varo membutakan matanya. Semua yang terjadi antara dia dan Rena selama hampir sebulan belakangan sia sia. Varo meyakinkan hatinya, dia membenci Rena, anak sang pembunuh dan koruptor.


__ADS_2