Benci Untuk Rena

Benci Untuk Rena
Teka teki ucapan Desi


__ADS_3

Varo hanya bisa nyengir menanggapi godaan dari dokter Desi.


Perhatiannya teralihkan karena melihat Alif yang sedang dalam pangkuan Rena.


"Hai ganteng" Varo mengelus pipi Alif.


Meskipun dia masih belum tau siapa Alif sebenarnya, tapi tingkah lucu anak itu membuat Varo jatuh cinta. Alif begitu menggemaskan.


"Namanya Alif ya? perkenalkan nama om, Varo" pria itu mengajak Alif berbicara, meskipun tak paham, namun anak itu menyambut ucapan Varo dengan gerakan gerakan lucu.


"Dia lucu" ucap Varo kepada Rena. Saat ini pria itu duduk di ranjang persis sebelah Rena.


"Iya, dia penyemangat aku" mata Rena tampak berbinar kala membahas tentang Alif.


"Hai ganteng, jumpa lagi kita, belum puas nih om Niko main sama Alif dirumah tadi" dengan gaya akrab Niko ikut nimbrung diantara ketiga orang itu.


Varo mendengus kesal. Niko lagi lagi merebut perhatian Rena.


"Kamu udah makan? ini aku bawain banyak makanan buat kamu" Niko terus mengambil alih.


"Udah pak Niko, Rena sudah makan tadi saya suapin" Varo menjawab menggantikan Rena.


Tatapan mata Varo begitu tajam mengintimidasi.


"Oh anda begitu perhatian sebagai teman, terimakasih telah menjaga Rena" Niko menanggapi dengan santai.


"Saya menjaga Rena bukan untuk anda" suara Varo penuh penekanan. Emosinya sudah di ubun ubun.


Desi terus menahan tawa melihat perseteruan dua orang laki laki ini.

__ADS_1


"Seru nih" batinnya tertawa nakal.


"Hahaha, santai bro" Niko menanggapi dengan gaya tengil.


.


.


.


Malam menjelang.


"Kak Desi gak pulang? biar aku yang jagain Rena, bawa orang itu sekalian" Varo sedang berbicara dengan Desi dan menunjuk kearah Niko.


Varo sudah sangat gerah dengan kehadiran Niko yang terus menerus mencari perhatian kepada Rena.


"Hahaha, terintimidasi bro?" Desi tak henti menggoda Varo.


Rena mengangguk, "makasih ya kak".


"Jadi siapa yang kamu pilih buat menemani kamu?" Desi berbisik ke telinga Rena.


"Kak, suruh mereka berdua pulang aja, aku mau sendirian" jawab Rena.


"Hahaha" Desi cekikikan. Rena memang sangat polos. Begitu tak inginnya dia terganggu oleh urusan cinta. Dua orang laki laki jelas jelas mengejarnya namun tak sama sekali ditanggapinya.


"Hei kalian, pulang semua, Rena butuh waktu istirahat" Desi mengusir keduanya, Niko dan Varo.


Varo hanya diam, menatap Rena dengan sendu, rasanya dia tak ingin jauh dari wanita itu. Rena benar benar hanya menganggapnya sebagai teman biasa, dia memperlakukan Varo tak spesial.

__ADS_1


Akhirnya ruangan istirahat Rena kosong, setelah semuanya pergi. Varo yang bersikukuh tetap tinggal menjaga Rena berhasil ditarik Desi keluar.


Desi mengancam akan mencabut izin untuk mengunjungi Rena kalau tak ada yang mau menurutinya.


Di parkiran menuju mobil, Varo yang sedang menggendong Alif mengantarkan Desi sampai ke pintu mobilnya. Sementara Niko sudah pergi duluan karena beda arah parkir.


"Kak, apa benar Alif anaknya Rena?" bukankah kak Desi pernah bilang kalau Rena disiksa oleh mantan suaminya karena tak mau disentuh?" Varo kembali mencari kebenaran.


"Lihat dia" Desi menunjuk Alif.


"Apakah dia mirip Rena?" tanya Desi.


"Tidak kak" Varo menjawab jujur.


"Apa dia mirip kamu?" Desi kembali bertanya.


"Tidak" Varo menggelengkan kepala.


"Satu satunya pria yang berhasil menyentuh Rena adalah kamu, apa kamu merasa pernah punya anak dari Rena?" Desi kembali memainkan emosi Varo.


"Apa yang kalian lakukan dulu, apa mungkin berpotensi untuk menjadi benih di rahim Rena?" Desi kembali mencecar.


Pikir kembali Varo, kalau hanya sekedar siksaan fisik yang didapat Rena, tak mungkin membuat dia nyaris gila. Dia wanita yang kuat. Apa kamu sudah mencari tahu apa yang terjadi dengan Rena selama ini?, cobalah cari data lebih lengkap" Desi mengingatkan.


DEG..


Wajah Varo memucat.


Hal yang sangat mengerikan langsung melintas di pikirannya.

__ADS_1


Saat terakhir dia bercinta dengan Rena, dia menumpahkan semua benih cintanya. Bisa saja saat itu Rena hamil.


Varo gelisah. Masih ada sebuah rahasia yang sepertinya disimpan Rena dan dia harus segera mengetahuinya.


__ADS_2