Benci Untuk Rena

Benci Untuk Rena
Benda peninggalan Rena


__ADS_3

Pagi menjelang.


Varo memutuskan untuk berjalan di sekitar kawasan apartemen. Dia ingin menikmati udara segar dan suasana alam yang sudah lama dirindukannya.


Varo lewat persis didepan kios yang dulu ditempati Rena. Pria itu berhenti sejenak. "Kios P&D Rena" Varo membaca papan merk yang ada diatas kios itu.


Varo menyunggingkan sedikit senyum.


"Andai Rena disini, dan melihat kiosnya yang dulu, apakah dia akan senang? ah dimana dia sekarang" Varo kembali dilanda rindu.


"Mas Varo?" si bapak pemilik kios menyapa Varo.


Sebelumnya Varo memang telah menghubungi pria itu untuk bertemu membicarakan perihal kios yang terbengkalai selama dua tahun.


"Iya pak, apa kabar?" Varo menyapa dengan sopan.


"Kabar saya baik, mba Rena kemana?" pria tua itu tak mengetahui apa apa, dia berpikir Rena akan datang bersama Varo.


Varo tak menjawab, wajahnya berubah sendu.

__ADS_1


"Ini sudah sangat lama selesai direnovasi, tapi tidak dipakai, apa gak rugi?" bapak tua itu terus berceloteh.


"Banyak yang bertanya dan mau sewa tempat ini, karena saya hanya dititipkan kunci, dan bukan lagi pemilik saya tidak berani memutuskan" tambahnya.


"Maafkan saya karena terlalu bingung akhirnya saya menghubungi mas Varo lewat kartu nama yang pernah dikasih ke saya, ternyata itu alamat kantor" jelas bapak itu lagi.


"Iya pak, tak apa terimakasih sudah berusaha menghubungi saya".


"Apa selama ini tidak ada yang datang untuk masuk atau mengambil barang barang didalam? Varo mencari informasi, mungkin saja Rena pernah kesini untuk mengambil barang barangnya.


"Tidak ada mas, didalam masih ada beberapa barang mba Rena. Saya tidak berani utak-atik" pria itu menjelaskan.


Varo melangkah, membuka kios yang digembok. Pelan namun pasti kakinya masuk kedalam.


Hal pertama yang dilihatnya adalah berbagai perabotan memasak milik Rena. Dapur kecil dengan sejuta rasa didalamnya. Di dapur ini mereka pernah sangat romantis, memasak bersama dan bercanda.


Varo terus melangkah dan masuk kedalam kamar. Sudah banyak perubahan yang terjadi. Kamar itu nampak lebih luas dengan ruangan full wallpaper dinding bermotif indah.


Varo memeriksa saru persatu benda milik Rena yang mungkin bisa diambilnya dan dibawa ke apartemen.

__ADS_1


Sebuah laci kecil di pojok ruangan menarik perhatiannya. Varo mendekat dan membuka laci berdebu itu.


"Tabungan kuliah" perih dihati Varo kembali muncul saat memegang sebuah kotak berisi uang tabungan receh milik Rena.


Rena masih menyimpan asa buat melanjutkan kuliah, dia menyimpan semua hasil jualannya untuk ditabung.


Varo kembali mengingat bagaimana dia dengan kejamnya meminta pihak kampus memutus beasiswa Rena dan memaksanya berhenti kuliah. Setetes air mata Varo jatuh.


Jika airmata menunjukkan kelemahan seorang laki laki. Maka Varo adalah laki laki terlemah di dunia.


Semenjak kedatangannya ke Indonesia, beberapa kali airmata nya menetes tak bisa ditahan. Kenangan bersama Rena membuatnya begitu lemah.


Sebuah buku dibawah kotak tabungan Rena kembali menarik perhatian Varo.


Pemuda itu membolak balik buku yang tak terlalu tebal itu. Sepertinya ini catatan milik Rena. Varo memutuskan membawa benda itu dan akan membuka nanti di apartemen.


Varo kembali mengunci kios dari luar, setelah memastikan semuanya sudah terkunci, Varo melangkah kembali ke apartemennya.


Satu kantong plastik besar yang berisi benda benda penting milik Rena sudah diamankannya. Bertambah lagi koleksi Varo, ini semua beserta hadiah hadiah yang disimpannya di Australia akan diserahkan kepada Rena, nanti saat mereka berjumpa kembali, entah kapan, semua tergantung takdir.

__ADS_1


__ADS_2