Benci Untuk Rena

Benci Untuk Rena
Mencari lokasi usaha baru


__ADS_3

"Tadi gimana laporannya kak?" Rena teringat kalau dia belum menanyakan kabar suaminya.


"Sejauh ini aman, statusku akan tetap sebagai tersangka dengan jaminan sampai nanti persidangan, atau kalau Alya mau mencabut laporannya" Varo menjelaskan.


"Apa yang harus kita lakukan kak?, kalau status kak Varo tersangka otomatis kak Varo bisa bekerja" Rena tampak gelisah.


"Iya, aku resmi jadi pengangguran lagi, tadi Aldi mengabari, untuk sementara aku dirumahkan, dia tak bisa berbuat banyak untuk membantu ku, karena sudah menjadi keputusan para pemegang saham di perusahaannya, setidaknya menunggu sampai ia kembali dari bulan madu baru akan dibahas lagi mengenai posisiku" Varo memberitahu kabar yang baru saja didapatnya.


"Maaf ya sayang, apa aku terlalu memalukan sebagai suami yang pengangguran untukmu?" Varo berusaha menggoda Rena.


"Astaga omongannya kak, aku bukan istri pecinta harta" Rena menjawab keraguan Varo.


"Asal kita bersama, semua akan baik baik saja kak" Rena memberi semangat positif untuk Varo.


"Terimakasih sayang, aku beruntung memiliki mu" Varo mengecup sekilas bibir Rena.


"Kak aku ada ide" saat ditengah perjalanan, Rena tiba tiba dengan semangat menceritakan suatu pikiran yang melintas di kepalanya.


"Apa?" melihat ekspresi Rena, Varo menjadi penasaran. Sebuah taman di pinggir jalan menjadi tempat Varo memarkirkan mobilnya sementara.


"Kita akan buka restoran sesuai hobi kak Varo. Bukankah di tangan kak Varo semua makanan bisa diolah menjadi enak" Rena berkata dengan yakin.


"Hmm, ide menarik, tapi sepertinya dimulai dari restoran kecil saja dulu ya, tabungan ku tak banyak" Varo mewujudkan kemauan Rena.

__ADS_1


"Ahh soal duit modal jangan khawatir, aku mempunyai uang sangat banyak saat ini, bahkan cukup untuk membuat restoran berbintang dengan lima cabang sekaligus" Rena bergaya dengan sombong untuk menggoda Varo.


Uang dari Varo memang sangat banyak, Rena sangat yakin uang itu dapat membantu menyelesaikan masalah suaminya.


"Duh sombong nya nyonya Varo ini" pria itu tak tahan untuk tak menggoda istrinya.


Keduanya saling senyum penuh makna. Sebuah rencana demi masa depan cerah untuk rumah tangga mereka sudah terbentang di depan mata.


.


.


.


Orang yang datang dua kali dalam kehidupan mu, adalah orang yang mampu bertahan atas segala kesalahan yang kau perbuat.


Jaga hatinya jangan sia siakan...


Rena dan Varo menyambut pagi dengan semangat penuh. Rencana yang sudah mereka diskusikan tadi malam akan langsung di eksekusi hari ini.


"Kita naik motor aja ya kak, kan mau keliling nyari ruko yang disewakan" sebuah permintaan sederhana dari sang istri membuat Varo tak sanggup menolak.


"Siap bos, pasang helm nya dulu ya" Varo menyambar sebuah helm yang tersusun rapi di tak penyimpanan dan memasangkan di kepala istrinya. Setelah itu dia pun memasang untuk dirinya sendiri.

__ADS_1


"Udah siap?" Varo memastikan kondisi Rena.


Wanita manis itu mengangguk pertanda siap untuk berangkat.


.


.


.


Varo bak mengalami dejavu saat ini. Masa masa naik motor berdua bersama Rena, dipeluk dari belakang selayaknya sepasang kekasih bahagia membuat Varo tak henti mengucap syukur. Dengan semua yang telah dialami, naik turun kehidupannya selalu ada Rena di sampingnya.


"Sayang panas gak?" Varo kembali memastikan kondisi Rena saat mereka menunggu lampu lalu lintas berwarna hijau. Tak lupa kebiasaan Varo mengusap usap lutut penumpangnya itu semakin membuat romantis suasana.


"Gak panas kak, menyenangkan malahan. Kita kayak mengulang memori pacaran dulu" Rena semakin mempererat pelukannya di pinggang Varo. Sebuah kecupan di tengkuk pria itu membuat Varo semakin bersemangat tancap gas saat lampu lalu lintas hijau menyala.


.


.


.


Pencarian ruko untuk tempat memulai usaha baru akhirnya berakhir di sebuah lokasi strategis di dekat pusat pariwisata terkenal daerah setempat.

__ADS_1


"Alhamdulillah sayang, sekarang kita siap siap untuk cari perlengkapan ya" Rena sangat bersemangat.


"Let's go baby" Varo merangkul pundak istrinya dan berjalan beriringan menuju parkiran motor.


__ADS_2